potret jam tangan yang pernah dibawa NASA ke luar angkasa (facebook.com/Giles Smithson)
Di Bumi, jam tangan biasanya hanya dianggap aksesori fesyen atau alat penunjuk waktu biasa. Namun di luar angkasa, benda ini pernah menjadi perlengkapan vital bagi astronaut. Salah satu yang paling terkenal adalah Omega Speedmaster yang digunakan dalam berbagai misi antariksa era Apollo hingga mendapat julukan “Moonwatch”.
Sebelum dipakai astronaut, jam tersebut harus melewati pengujian ekstrem dari NASA. Mulai dari suhu panas dan dingin yang ekstrem, tekanan tinggi, getaran peluncuran roket, hingga kondisi vakum luar angkasa. Tidak banyak perangkat yang mampu bertahan dalam situasi sekeras itu.
Dalam misi luar angkasa, jam tangan bukan sekadar aksesori mewah. Perangkat ini berfungsi sebagai cadangan jika sistem elektronik utama mengalami kerusakan. Dalam kondisi darurat, astronaut tetap membutuhkan alat penunjuk waktu yang akurat untuk menjalankan prosedur keselamatan dan navigasi.
Seiring berjalannya waktu, jam tangan antariksa berubah menjadi simbol sejarah eksplorasi manusia. Banyak kolektor dan pecinta teknologi menganggapnya sebagai artefak budaya modern yang merepresentasikan era kejayaan penjelajahan luar angkasa. Benda kecil di pergelangan tangan itu akhirnya menjadi saksi bisu salah satu pencapaian terbesar manusia di luar Bumi.
Cerita tentang benda-benda absurd di luar angkasa membuktikan bahwa eksplorasi antariksa tidak selalu dipenuhi suasana serius dan dingin. Di balik teknologi canggih dan eksperimen rumit, manusia tetap membawa humor, nostalgia, kreativitas, dan budaya populer ke orbit Bumi. Hal-hal kecil seperti mainan dinosaurus atau karakter kartun justru membuat dunia luar angkasa terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia.
Fenomena ini juga menunjukkan perubahan besar dalam cara lembaga antariksa berkomunikasi dengan publik. NASA kini tidak hanya fokus pada pencapaian ilmiah, tetapi juga berusaha menjaga rasa kagum masyarakat terhadap eksplorasi luar angkasa. Karena pada akhirnya, rasa penasaran terhadap alam semesta sering kali dimulai dari satu benda kecil yang terlihat sederhana, tetapi berhasil memicu imajinasi jutaan orang di seluruh dunia.
Referensi
Collect Space. (2021). “Out of Earth’s ‘shell,’ SpaceX’s Crew-3 reveal turtle as zero-g indicator”. Article. Diakses dari https://www.collectspace.com/news/news-111121a-spacex-crew3-turtle-zero-g-indicator.html
Dunbar, Brian. (2021). “NASA and the LEGO Group: Building Decades of Collaboration”. Article of NASA. Diakses dari https://www.nasa.gov/humans-in-space/nasa-and-the-lego-group-building-decades-of-collaboration/
Levasseur, Jennifer. (2025). “Space Time Technology”. Article of National Air and Space Museum. Diakses dari https://airandspace.si.edu/stories/editorial/space-time-technology
Maksel, Rebecca. (2015). “The Watches That Went to the Moon”. Article in Air & Space Magazine of Smithsonian Magazine. Diakses dari https://www.smithsonianmag.com/air-space-magazine/space-timekeepers-180957295/
NASA. (2021). “Oleg Novitskiy of Roscosmos holds up zero-G indicator”. Image Article. Diakses dari https://www.nasa.gov/image-article/oleg-novitskiy-of-roscosmos-holds-up-zero-g-indicator/
NASA. (2023). “A Well-traveled Beagle”. Image Article. Diakses dari https://www.nasa.gov/image-article/well-traveled-beagle/
Pearlman, R. Z. (2007). “NASA Shuttle to Launch Luke Skywalker’s Lightsaber”. News in Launches & Spacecraft/Space Exploration of Space.com. Diakses dari https://www.space.com/4283-nasa-shuttle-launch-luke-skywalker-lightsaber.html
Pearlman, R. Z. (2012). “Disney Donates Space-Flown Buzz Lightyear Toy to Smithsonian”. Article in Entertainment/Space Toys & Lego of Space.com. Diakses dari https://www.space.com/15106-buzz-lightyear-space-toy-smithsonian.html
Rao, Rahul. (2024). “Lego-inspired ‘space bricks’ could help scientists design moon habitats. Here’s how”. News in Solar System & The moon in Space.com. Diakses dari https://www.space.com/esa-lego-bricks-moon-habitats
Shen, Aviva. (2012). “Buzz Lightyear: To Infinity, And the Air and Space Museum”. Article of Smithsonian Magazine. Diakses dari https://www.smithsonianmag.com/smithsonian-institution/buzz-lightyear-to-infinity-and-the-air-and-space-museum-167687292/
Spalding, Katie. (2024). “Luke Skywalker’s Lightsaber Has Really Been To Space”. Article of IFLScience. Diakses dari https://www.iflscience.com/luke-skywalkers-lightsaber-has-really-been-to-space-72995