Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Banyak Pohon yang Dibutuhkan untuk Mencegah Banjir dan Longsor?

Hutan pinus
Hutan pinus (commons.wikimedia/Krzysztof Ziarnek, Kenraiz)
Intinya sih...
  • Pohon memainkan peran penting dalam mencegah banjir dan longsor
  • Penanaman pohon efektif mengurangi risiko banjir dan longsor
  • Jenis pohon yang ditanam harus memiliki akar kuat dan daya serap tinggi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banjir dan tanah longsor akhir-akhir ini tengah menjadi isu yang sensitif. Bagaimana tidak, penebangan liar terjadi di mana-mana yang berujung pada bencana alam. Mirisnya, sampai saat ini masih banyak yang meremehkan betapa pentingnya pohon untuk mencegah bencana tersebut.

Butuh penanaman pohon untuk menghindari bencana yang terus berulang. Tetapi, berapa banyak pohon yang dibutuhkan agar longsor dan banjir tidak terus menjadi ancaman?

Memahami lebih dalam peran pohon untuk mencegah banjir dan longsor

Hutan Pinus
Hutan pinus (commons.wikimedia/Adyagustian)

Siapa sangka, kalau sebenarnya manusia lah yang lebih membutuhkan keberadaan pohon dari pada pohon yang membutuhkan manusia. Bisa dilihat, betapa serakahnya manusia yang melukai pohon-pohon demi kepentingan pribadi. Banyak dari mereka meremehkan keberadaan pohon hingga berujung menebangnya tanpa melihat risiko.

Sebagaimana diketahui bahwa pohon memainkan peran penting dalam mencegah banjir dan longsor. Hal ini dikarenakan pohon dengan akar yang kuat mampu menyerap air hujan secara masif, menstabilkan tanah, dan kekuatannya dalam mengikat tanah hingga ke jangkauan paling dalam.

Bayangkan, sebuah akar pohon seperti jaring raksasa yang menjangkau lubang-lubang kecil di tanah, menyerap air hujan 10 hingga 100 kali lebih keras daripada tanah gundul. Sehingga, aliran banjir akan melambat 3-5% per 1% tutupan pohon. Lebih dari itu, tajuk pohon juga berperan mengurangi kecepatan tetesan air hujan yang jatuh ke tanah.

Berapa banyak pohon yang dibutuhkan?

ilustrasi hutan (pexels.com/Nejc Košir)
ilustrasi hutan (pexels.com/Nejc Košir)

Dengan melakukan kegiatan penanaman pohon dinilai efektif mengurangi risiko bajir dan longsor. Diketahui, untuk satu pohon dewasa mampu menyerap 200-400 liter air hujan per hari melalui akarnya yang berfungsi seperti spons. Sementara itu, hutan primer mampu mencegah longsor dan banjir dengan mengurangi limpasan air hingga 80%.

Di kawasan lereng yang memiliki tutupan pohon lebih dari 40% memiliki risiko longsor lebih rendah, yaitu 90% dibandingkan dengan lahan gundul.

Program penanaman pohon adalah kegiatan terpenting untuk mencegah ancaman longsor dan banjir yang bisa terjadi kapan saja. Dilansir, brebeskab.go.id, telah dilakukan upaya penanaman pohon sebanyak 22.200 batang pohon seperti durian, kopi, sirsak, dan alpukat, yang mana akar pohon-pohon tersebut mampu mengikat air.

Program penanaman 10.000 pohon juga dilakukan di Cikupa Bogor. Kegiatan ini adalah bagian dalam mendukung pelestarian lingkungan dan upaya mitigasi bencana. Pohon-pohon di tanam di daerah yang rawan banjir dan longsor seperti hulu sungai, daerah tangkapan air, dan wilayah rawan longsor.

Jadi, bisa dikatakan tidak ada jumlah pasti berapa banyak pohon yang sebaiknya ditanam demi mencegah banjir maupun longsor. Tetapi, semakin banyak pohon-pohon yang ditanam, artinya semakin rendah pula risiko terjadinya bencana banjir atau longsor. Dengan catatan pohon yang ditanam adalah yang memiliki akar kuat untuk mengikat tanah dan memiliki daya serap tinggi.

Jangan salah, tidak semua jenis pohon mampu menahan banjir dan longsor

Ilustrasi hutan (pexels.com/Killie)
Ilustrasi hutan (pexels.com/Killie)

Sama-sama memiliki daun, akar, dan batang, namun sayangnya tidak semua jenis pohon memiliki kemampuan yang sama untuk menahan banjir dan longsor.

Salah satu jenis pohon yang sebaiknya tidak ditanam dalam jumlah besar-besaran adalah pohon sawit. Alih-alih menahan banjir, sawit justru menjadi ancaman nyata bencana alam. Sawit memiliki akar yang dangkal dan tidak mampu mengikat tanah ataupun menyerap air dengan baik. Selain itu, daun-daunnya pun cenderung kecil sehingga membuat aliran air lebih cepat turun ke tanah.

Lalu, pohon apa saja yang sebaiknya ditanam dalam jumlah besar? Tentu pohon yang memiliki akar kuat dan dalam, akar yang demikian mampu menahan tanah dengan cengkramannya yang kuat. Selain itu, pohon yang memiliki daun lebar dan lebat mampu menyerap air hujan lebih banyak dan mengurangi aliran air. Beberapa jenis pohon yang dimaksud adalah pohon jati, pinus, mahoni, kelapa, beringin, bambu, dan akar wangi. Pohon-pohon tersebut memiliki sistem akar yang kuat untuk mengikat tanah dan menyerap air.

Demikian informasi seputar pohon yang mampu mencegah banjir dan longsor. Bisa dibilang, tidak ada jumlah pasti berapa banyak pohon yang dibutuhkan, namun semakin banyak tentu akan semakin baik. Perlu diingat, ya, hanya pohon-pohon tertentu saja yang sebaiknya ditanam dalam jumlah besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Perang Troya, Konflik Legendaris dalam Mitologi Yunani

11 Jan 2026, 15:20 WIBScience