Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Bara Kaman, Proyek Makam Abad ke 17 yang Mangkrak hingga Kini

5 Fakta Bara Kaman, Proyek Makam Abad ke 17 yang Mangkrak hingga Kini
Bara Kaman, India (commons.wikimedia.org/SWE-Yaatrik)
Intinya Sih
  • Bara Kaman di Bijapur awalnya dirancang sebagai makam megah Ali Adil Shah II, namun proyek abad ke-17 ini terhenti akibat konflik keluarga dan kematian sang raja.
  • Arsitek Malik Sandal membangun struktur tanpa semen dengan teknik cincin besi yang mengunci batu basal, menciptakan lengkungan monumental yang tetap kokoh meski tak beratap selama berabad-abad.
  • Situs ini sempat difungsikan sebagai pengadilan oleh Mughal setelah penaklukan Bijapur dan kini menjadi kompleks pemakaman keluarga kerajaan serta warisan sejarah yang dikelola Archaeological Survey of India.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bara Kaman berdiri di pusat kota Bijapur, India, sebagai sisa-sisa kemegahan dari proyek pembangunan yang tidak pernah tuntas. Bangunan ini direncanakan menjadi makam Ali Adil Shah II dari dinasti Adil Shahi, namun konstruksinya terhenti secara mendadak sebelum atapnya sempat terbentuk. Deretan lengkungan batu yang menjulang tanpa penutup menciptakan siluet unik di tengah kota.

Struktur ini awalnya dirancang untuk mengungguli keindahan makam ayahnya sendiri melalui kerumitan dua belas lengkungan batu yang presisi. Namun, konflik internal keluarga dan kematian tragis sang raja membuat proyek raksasa ini terbengkalai selama ratusan tahun dalam kondisi tanpa atap. Meskipun gedung pelindungnya mangkrak, area ini tetap menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sang raja beserta keluarganya yang sudah dimakamkan di sana. Mari kita telusuri fakta menarik mengenai situs bersejarah ini.

1. Rahasia kekuatan batu tanpa semen

Bara Kaman, India
Bara Kaman, India (commons.wikimedia.org/Ashwin Kumar)

Pembangunan situs ini berada di bawah arahan arsitek Malik Sandal dengan konsep yang sangat teknikal. Dilansir dari Indianetzone, struktur bangunan dibangun menggunakan dinding yang ditinggikan dalam bentuk lengkungan konsentris. Keunikan paling mencolok terletak pada penggunaan materialnya yang sama sekali tidak menggunakan semen untuk menyatukan bongkahan batu basal.

Sebagai pengganti perekat konvensional, Malik Sandal menggunakan cincin besi untuk mengunci batu-batu tersebut agar tetap pada posisinya. Setelah lengkungan luar berhasil berdiri tegak, lengkungan bagian dalam sengaja diruntuhkan sehingga hanya menyisakan bagian paling luar yang terlihat hingga sekarang.

2. Persaingan visual yang berujung tragedi

Bara Kaman, India
Bara Kaman, India (commons.wikimedia.org/Rangan Datta Wiki)

Pembangunan proyek ini dimulai pada tahun 1672 dengan ambisi besar untuk melampaui kemegahan Gol Gumbaz yang merupakan makam Muhammad Adil Shah. Dilansir dari Anvaya Maps, Ali Adil Shah II ingin menciptakan monumen yang mampu mengabadikan warisannya dengan desain yang jauh lebih artistik. Namun, rencana ini justru memicu kekhawatiran dari pihak keluarga kerajaan sendiri.

Konflik kekuasaan dan intrik politik akhirnya menghentikan proyek ini secara permanen setelah peristiwa pembunuhan Ali Adil Shah II. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa ayahnya sendiri yang memerintahkan penghentian tersebut karena takut keindahan Bara Kaman akan menenggelamkan kemasyhuran Gol Gumbaz. Akibatnya, makam ini hanya sempat menyelesaikan dua lengkungan vertikal dari total dua belas yang direncanakan semula.

3. Transformasi fungsi di era Mughal

Bara Kaman, India
Bara Kaman, India (commons.wikimedia.org/Rangan Datta Wiki)

Meskipun proyek makam ini terbengkalai, bangunan yang belum jadi tersebut tetap memiliki peran fungsional di masa setelahnya. Masih dari laman Anvaya Maps, saat Kerajaan Mughal menaklukkan Bijapur pada tahun 1686, Kaisar Aurangzeb mengambil alih situs ini. Monumen yang setengah jadi tersebut kemudian difungsikan sebagai pengadilan sementara selama kampanye militernya di wilayah Dekkan.

Perubahan fungsi ini sekaligus memperlihatkan nilai strategis lokasi dan desain Bara Kaman meskipun konstruksinya belum tuntas. Dari rencana awal sebagai peristirahatan terakhir keluarga kerajaan, situs ini sempat berubah menjadi pusat administrasi penting di tengah gejolak transisi kekuasaan. Adaptasi ini memberikan lapisan sejarah tambahan pada bangunan yang kini dikelola oleh Archaeological Survey of India tersebut.

4. Misteri makam tanpa atap

Bara Kaman, India
Bara Kaman, India (commons.wikimedia.org/Ashwin Kumar)

Statusnya yang tidak selesai membuat area pemakaman ini terpapar langsung ke langit tanpa perlindungan kubah atau atap permanen. Dilansir dari Avathi, meski awalnya ditujukan untuk Raja Ali, istri-istrinya, hingga sosok Chand Bibi, konstruksi yang terhenti menciptakan ruang terbuka yang luas. Hal ini memberikan karakter arsitektural yang sangat berbeda dari makam tertutup pada umumnya di India.

Kondisi terbuka ini memungkinkan sirkulasi cahaya alami masuk sepenuhnya ke dalam kerangka lengkungan basal yang besar. Keadaan fisik yang mangkrak justru mempermudah pengamatan terhadap detail teknik penyusunan batu raksasa yang tidak terhalang oleh dekorasi interior atau plester dinding. Kekuatan struktur ini tetap terjaga meski terpapar cuaca selama lebih dari tiga abad tanpa pelindung atas.

5. Jejak peristirahatan tokoh signifikan

Bara Kaman, India
Bara Kaman, India (commons.wikimedia.org/Uniqueproducts1970)

Walaupun gedung pelindungnya tidak pernah tuntas, Bara Kaman secara sah berfungsi sebagai kompleks pemakaman bagi beberapa sosok penting dalam dinasti Adil Shahi. Di dalam area tanah ini terdapat makam Ali Adil Shah II, istri-istrinya, selir, hingga putri-putrinya. Keberadaan nisan-nisan tersebut mengonfirmasi bahwa lokasi ini tetap menjadi situs sakral bagi keluarga kerajaan.

Nama “Bara Kaman” sendiri diberikan oleh Shah Nawaz Khan sebagai penanda bahwa situs ini merupakan monumen peringatan kedua belas pada zamannya. Seiring berjalannya waktu, dari masa dinasti Chalukya hingga periode pemerintahan Inggris di India, situs ini tetap bertahan sebagai bagian dari jejak sejarah.

Bara Kaman tetap menjadi bagian dari sejarah arsitektur di Bijapur. Meski tidak pernah selesai dibangun, tujuh lengkungan yang tersisa masih memperlihatkan teknik konstruksi batu pada masanya. Hingga kini, monumen tersebut dikenal sebagai salah satu proyek makam besar dari era dinasti Adil Shahi yang tidak pernah rampung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More