Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Cuma Mona Lisa, 5 Ide Gila Da Vinci yang Jadi Nyata

Bukan Cuma Mona Lisa, 5 Ide Gila Da Vinci yang Jadi Nyata
patung Leonardo da Vinci (rdesai, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Leonardo da Vinci bukan cuma pelukis legendaris, tapi juga visioner yang merancang teknologi masa depan seperti mesin terbang, kendaraan lapis baja, hingga alat selam jauh sebelum zamannya.
  • Banyak desainnya—dari helikopter, parasut, sampai mobil mandiri—baru terbukti bisa berfungsi ratusan tahun kemudian ketika diuji oleh ilmuwan dan insinyur modern.
  • Warisan da Vinci menunjukkan bahwa seni dan sains saling melengkapi, membuktikan imajinasi manusia mampu menembus batas waktu dan menciptakan inovasi luar biasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat nama Leonardo da Vinci disebut, kanvas berisi senyum misterius Mona Lisa atau perjamuan agung The Last Supper langsung terlintas di benak kita. Wajar saja, ia adalah maestro pelukis era Renaisans yang karyanya abadi. Namun, di balik kuas dan paletnya, tersimpan ribuan halaman berisi sketsa dan catatan yang membuktikan bahwa ia adalah seorang visioner sejati. Jauh sebelum teknologi memungkinkan, pikirannya telah melanglang buana merancang mesin-mesin yang baru terwujud ratusan tahun setelah kematiannya.

Lahir pada 1452 di Italia, da Vinci hidup di zaman ketika ilmu pengetahuan dan engineering masih dalam tahap awal. Namun, rasa penasarannya yang tak terbatas mendorongnya untuk membedah anatomi manusia, mempelajari cara burung terbang, hingga merancang senjata untuk para penguasa. Banyak dari idenya hanya tertuang di atas kertas, dianggap angan-angan mustahil oleh orang-orang sezamannya. Kini, kita tahu bahwa catatan-catatan itu bukanlah fantasi, melainkan cetak biru dari masa depan yang ia lihat lebih dulu.

1. Da Vinci merancang cikal bakal helikopter dan pesawat terbang

sketsa desain mesin terbang Leonardo da Vinci
sketsa desain mesin terbang Leonardo da Vinci (Leonardo da Vinci - Web Gallery of Art, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Jauh sebelum Wright bersaudara berhasil mengudara, Leonardo da Vinci sudah terobsesi dengan penerbangan. Ia menghabiskan banyak waktu mengamati anatomi burung, yakin bahwa manusia suatu saat bisa menaklukkan langit dengan meniru alam. Dilansir History Hit, obsesinya ini tertuang dalam berbagai desain mesin terbang di buku catatannya. Salah satu yang paling terkenal adalah Ornithopter, sebuah mesin dengan sayap besar yang dirancang untuk mengepak layaknya sayap burung. Sang pilot akan berbaring atau berdiri, menggerakkan tuas dan pedal untuk menghasilkan daya angkat.

Tak berhenti di situ, ia juga merancang Helical Air Screw atau sekrup udara. Sketsa ini, seperti dilansir Wi-Fun, sering disebut sebagai prototipe helikopter pertama di dunia. Desainnya berupa struktur mirip sekrup raksasa yang dilapisi kain linen. Da Vinci berteori bahwa jika sekrup itu berputar dengan cepat, ia akan "menggigit" udara dan mengangkat mesin secara vertikal. Meskipun para insinyur modern meragukan mesin ini bisa terbang dengan material yang ada saat itu, konsepnya benar-benar revolusioner dan menunjukkan pemahamannya tentang prinsip aerodinamika.

2. Kendaraan tempur lapis baja lahir dari imajinasinya

sketsa desain mesin tempur Leonardo da Vinci
sketsa desain mesin tempur Leonardo da Vinci (Leonardo da Vinci - Bortolon, The Life and Times of Leonardo, Paul Hamlyn, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Da Vinci bukan hanya seorang seniman yang cinta damai; ia juga seorang insinyur militer yang brilian. Ia sadar betul bahwa realitas politik di era Renaisans sering kali penuh dengan peperangan brutal. Karena itu, ia merancang berbagai mesin perang untuk patron-patronnya. Salah satu desainnya yang paling menakutkan dan visioner adalah kendaraan tempur lapis baja, yang sering disebut sebagai nenek moyang tank modern. Dilansir 121Clicks.com, desain ini bertujuan untuk menerobos barisan musuh dengan aman.

Menurut catatan dari History Hit, kendaraan ini dirancang berbentuk kerucut yang ditutupi oleh lempengan logam untuk melindungi tentara di dalamnya. Yang membuatnya lebih mematikan adalah penempatan meriam di sekeliling sisinya, memungkinkannya menembak ke segala arah (360 derajat). Tenaganya bukan berasal dari mesin, melainkan dari delapan orang di dalam yang memutar tuas engkol secara manual. Idenya untuk menciptakan benteng bergerak yang mematikan ini benar-benar ratusan tahun lebih maju dari teknologi militer mana pun pada masanya.

3. Manusia bisa bernapas di dalam air berkat idenya

model peralatan berenang berdasarkan gambaran Leonardo da Vinci
model peralatan berenang berdasarkan gambaran Leonardo da Vinci (Erik Möller, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Imajinasi da Vinci tidak hanya menjelajah langit dan darat, tetapi juga menyelam hingga ke dasar perairan. Ia merancang sebuah baju selam fungsional pada saat orang lain bahkan belum berani memikirkannya. Dilansir dari Wi-Fun, sketsa baju selamnya dibuat dari kulit tahan air, lengkap dengan selang pernapasan yang terbuat dari buluh. Selang ini terhubung ke sebuah bel apung di permukaan air yang berfungsi sebagai penampung udara, memungkinkan penyelam untuk bernapas.

Tujuannya sangat praktis dan strategis: sabotase militer. Da Vinci membayangkan para penyelam menggunakan pakaian ini untuk menyelinap di bawah air dan merusak lambung kapal musuh tanpa terdeteksi. Desainnya sangat detail, mencakup masker dengan lubang kaca untuk melihat dan bahkan kantong untuk buang air kecil. Pada tahun 1951, seorang desainer Italia berhasil membuat replika berdasarkan sketsanya, dan baju itu terbukti berfungsi, sekali lagi menunjukkan betapa jenius dan praktisnya rancangan da Vinci.

4. Parasut rancangannya terbukti berhasil saat diuji coba

model parasut rancangan Leonardo da Vinci
model parasut rancangan Leonardo da Vinci (Nevit Dilmen, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Selain menciptakan mesin untuk terbang, da Vinci juga memikirkan cara agar manusia bisa turun dari ketinggian dengan selamat. Dari pemikiran inilah lahir sketsa parasut pertamanya. Berbeda dengan parasut modern yang berbentuk kubah, desain da Vinci, menurut Wi-Fun, berbentuk piramida yang terbuat dari kain linen yang dibentangkan pada rangka kayu. Ia menulis dalam catatannya bahwa dengan alat ini, siapa pun bisa melompat dari ketinggian berapa pun tanpa terluka.

Selama berabad-abad, ide ini dianggap sekadar konsep yang menarik namun tidak praktis. Namun, keraguan itu terbantahkan pada tahun 2000. Dilansir dari Wi-Fun, seorang penerjun payung asal Inggris bernama Adrian Nicholas dengan berani menguji coba parasut yang dibuat persis berdasarkan desain asli da Vinci. Ia melompat dari ketinggian 3.000 meter dan berhasil mendarat dengan selamat. Eksperimen ini menjadi bukti nyata bahwa pemahaman da Vinci tentang prinsip hambatan udara sangat akurat dan jauh melampaui zamannya.

5. Cikal bakal mobil modern sudah ada dalam sketsanya

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (pexes.com/lil artsy)

Jauh sebelum era mesin uap dan mobil bensin, da Vinci telah menggambar rancangan untuk kereta yang bisa bergerak sendiri. Penemuan yang sering dijuluki "mobil pertama di dunia" ini tidak ditarik oleh kuda atau didorong oleh manusia. Menurut sebuah paper dari University College London, kereta mandiri ini dirancang untuk ditenagai oleh pegas yang digulung dengan kencang, mirip seperti mainan putar raksasa. Ketika dilepaskan, energi dari pegas akan menggerakkan roda melalui serangkaian roda gigi yang kompleks.

Desainnya juga mencakup sistem kemudi yang dapat diprogram untuk membuat kereta berbelok pada sudut tertentu. Meskipun tidak pernah dibuat semasa da Vinci hidup, para peneliti di abad ke-21 berhasil membuat replika berdasarkan sketsanya, dan hasilnya luar biasa: kereta itu berfungsi persis seperti yang ia bayangkan. Fakta bahwa seorang pria di abad ke-15 bisa merancang kendaraan otonom pertama menunjukkan betapa tak terbatasnya visi dan kejeniusan rekayasanya.

Pada akhirnya, Leonardo da Vinci meninggalkan warisan yang jauh lebih besar dari sekadar lukisan. Ia adalah bukti hidup bahwa seni dan sains bukanlah dua kutub yang berlawanan, melainkan dua sisi dari mata uang yang sama: kreativitas manusia. Buku-buku catatannya adalah jendela menuju masa depan, sebuah pengingat bahwa imajinasi adalah langkah pertama menuju penemuan terbesar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More