Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Burung Jacana Betina Bisa Punya Banyak Pasangan?
Burung Jacana (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp )

Burung jacana merupakan kelompok burung rawa yang hidup di kawasan perairan dangkal dengan vegetasi mengapung. Salah satu hal paling menarik dari burung ini terletak pada sistem perkembangbiakannya yang berbeda dari kebanyakan burung lain, terutama pada pembagian peran antara jantan dan betina. Dalam banyak spesies jacana, justru jantan yang mengambil tanggung jawab besar dalam mengerami telur dan merawat anak hingga mandiri.

Kondisi tersebut membuat jacana menjadi contoh jelas dari poliandri, yaitu sistem perkawinan ketika satu betina memiliki beberapa pasangan jantan dalam satu musim reproduksi. Sistem ini juga berkaitan dengan konsep pembalikan peran seksual (sex-role reversal), yaitu keadaan ketika peran jantan dan betina dalam reproduksi tidak mengikuti pola umum pada burung kebanyakan. Lantas, apa yang membuat burung jacana betina bisa punya banyak pasangan?

1. Jacana jantan bertanggung jawab penuh dalam mengasuh anak

Burung Jacana (commons.wikimedia.org/Jan Willem Broekema)

Salah satu faktor utama yang memungkinkan betina memiliki banyak pasangan adalah bahwa seluruh proses pengasuhan telur hingga anak sepenuhnya ditangani oleh jantan. Setelah proses bertelur selesai, betina tidak lagi terlibat dalam pengeraman maupun perawatan anak. Jantan kemudian mengerami telur, menjaga sarang, dan memastikan anak tetap bertahan sampai mampu hidup mandiri.

Pada spesies wattled jacana (Jacana jacana), penelitian menunjukkan bahwa jantan menjadi pengasuh utama hampir seluruh kelompok anak yang diamati, mencapai sekitar 97 persen dari total observasi. Data ini menunjukkan bahwa peran jantan dalam reproduksi tidak hanya tambahan, tetapi juga menjadi pusat keberhasilan berkembang biak. Sementara itu, betina dapat segera berpindah untuk mencari pasangan lain setelah satu kelompok telur ditinggalkan oleh jantan.

Kondisi ini membuat siklus reproduksi betina menjadi lebih cepat. Begitu satu jantan mengerami telur, betina dapat kembali menghasilkan telur untuk jantan lain tanpa harus menunggu proses pengasuhan selesai. Inilah yang membuka peluang bagi betina untuk memiliki beberapa pasangan dalam satu musim berkembang biak.

2. Jacana betina menguasai wilayah yang mencakup beberapa jantan

Burung Jacana (commons.wikimedia.org/gailhampshire)

Selain pembagian tugas dalam pengasuhan, sistem wilayah juga menjadi faktor penting dalam kehidupan jacana. Betina biasanya memiliki dan mempertahankan wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan jantan. Di dalam wilayah tersebut terdapat beberapa jantan yang masing-masing memiliki area kecil untuk bersarang dan mengerami telur.

Pada northern jacana (Jacana spinosa) dan wattled jacana, satu betina dapat menguasai wilayah yang mencakup hingga beberapa jantan sekaligus. Namun, penguasaan wilayah ini bukan kondisi yang stabil tanpa persaingan. Betina harus mempertahankan wilayahnya dari betina lain yang juga ingin mendapatkan akses terhadap jantan di area tersebut. Artinya, posisi betina dalam sistem ini cukup dominan, tetapi tetap memerlukan energi untuk mempertahankan kekuasaan.

Jumlah jantan yang dapat berada dalam wilayah satu betina juga sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat. Pada lahan basah dengan vegetasi mengapung yang luas, peluang betina untuk mempertahankan lebih banyak jantan akan meningkat. Sebaliknya, ketika ruang terbatas, jumlah pasangan yang bisa dipertahankan juga ikut berkurang.

3. Banyak pasangan meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi

Burung Jacana (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Poliandri pada jacana tidak hanya soal memiliki banyak pasangan, tetapi juga berkaitan langsung dengan strategi bertahan hidup spesies ini. Di alam, tingkat keberhasilan hidup telur dan anak burung relatif rendah karena ancaman predator cukup tinggi. Kondisi ini membuat setiap kelompok telur memiliki risiko tidak bertahan sampai menetas.

Dengan memiliki beberapa pasangan jantan, betina dapat menyebarkan risiko tersebut. Satu jantan akan mengurus satu kelompok telur, sementara betina dapat menghasilkan kelompok telur lain bersama jantan yang berbeda. Jika salah satu kelompok gagal, betina masih memiliki kelompok lain yang sedang berkembang di bawah perawatan jantan lain.

Pada pheasant-tailed jacana (Hydrophasianus chirurgus), pola ini terlihat jelas ketika betina mampu menghasilkan beberapa kelompok telur dalam satu musim berkembang biak. Jantan bertugas memastikan telur dan anak tetap aman, sedangkan betina fokus pada produksi telur berikutnya. Pembagian peran ini membuat keberhasilan reproduksi tidak bergantung pada satu pasangan saja, melainkan tersebar di beberapa jantan sekaligus.

Burung jacana betina bisa punya banyak pasangan alias poliandri bukanlah sekadar keunikan perilaku, melainkan hasil dari pembagian peran yang sangat spesifik antara jantan dan betina. Ketika betina mampu menghasilkan telur lebih cepat dan jantan fokus penuh pada pengeraman serta perawatan anak, terbentuklah strategi hidup yang membuat satu betina bisa terhubung dengan beberapa pasangan sekaligus dalam satu musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article