Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Negara yang Terlibat Perang Dunia II, Lebih dari 70 Negara!

ilustrasi Perang Dunia II
ilustrasi Perang Dunia II (unsplash.com/Rodrigo Rodriguez)
Intinya sih...
  • Perang Dunia II melibatkan lebih dari 70 negara yang terbagi dalam Blok Sekutu dan Blok Poros.
  • Negara-negara terlibat tidak hanya sebagai kekuatan utama, tetapi juga sebagai pendukung, klien, dan negara boneka.
  • Skala konflik yang luas ini membentuk ulang peta politik, ekonomi, dan hubungan internasional dunia modern.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perang Dunia II merupakan konflik global terbesar sepanjang sejarah dunia yang berlangsung dari 1939–1945. Konflik ini tidak hanya melibatkan kekuatan militer, tetapi juga membawa dampak besar pada geopolitik dunia, sistem ekonomi, hingga perubahan sosial budaya di banyak wilayah. Akar dari perang ini berasal dari ketegangan yang belum terselesaikan usai Perang Dunia I. Ditambah lagi, ada ambisi ekspansi wilayah, ideologi ekstrem, dan kerapuhan aliansi internasional.

Konflik ini melibatkan dua blok besar: Sekutu dan Poros. Masing-masing terdiri dari negara-negara dengan kepentingan strategis tertentu. Blok Sekutu bertujuan menghentikan ekspansi militer Blok Poros yang dipimpin oleh Jerman Nazi. Simak penjabaran berikut untuk memahami siapa saja negara yang terlibat dalam Perang Dunia II berdasarkan aliansinya masing-masing.

1. Blok Sekutu berisi kekuatan utama penentang dominasi militer Blok Poros

ilustrasi bendera Uni Soviet
ilustrasi bendera Uni Soviet (unsplash.com/Moises Gonzalez)

Blok Sekutu dibentuk oleh negara-negara yang menentang ekspansi agresif Blok Poros, terutama Jerman, Jepang, dan Italia. Mereka tergabung karena memiliki tujuan sama: mempertahankan kedaulatan wilayah dan menolak ideologi ekstrem yang diusung oleh negara-negara Poros. Negara-negara dalam blok ini menyumbang sumber daya manusia, teknologi, dan logistik dalam skala besar demi menghentikan penyebaran konflik ke seluruh dunia.

Kontribusi Blok Sekutu tidak bisa dilepaskan dari peran strategis negara besar, seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara ini memegang peranan penting dalam memukul balik kekuatan militer Jerman di Eropa dan Jepang di Asia Pasifik. Selain itu, negara-negara lain juga memainkan peran vital dalam pertempuran di berbagai fron, baik di darat maupun di lautan. Adapun, negara-negara yang tergabung dalam Blok Sekutu:

  1. Uni Soviet

  2. Amerika Serikat

  3. Imperium Britania

  4. Pemerintahan Nasionalis Republik Tiongkok

  5. Prancis

  6. Polandia

  7. Kanada

  8. Australia

  9. Selandia Baru

  10. Uni Afrika Selatan

  11. Yugoslavia

  12. Kerajaan Yunani

  13. Norwegia

  14. Belanda

  15. Belgia

  16. Cekoslowakia

  17. Brasil

2. Negara klien dan negara boneka Sekutu ikut melakukan perlawanan terhadap Blok Poros

ilustrasi bendera Filipina
ilustrasi bendera Filipina (unsplash.com/iSawRed)

Selain negara-negara utama, terdapat pula wilayah-wilayah yang berstatus sebagai negara klien atau boneka, tetapi tetap memberikan kontribusi dalam peperangan. Wilayah ini berada di bawah pengaruh atau proteksi negara-negara besar di Blok Sekutu. Meski skala militernya lebih kecil, peran mereka tetap signifikan, terutama dalam memperluas pengaruh Sekutu di Asia dan wilayah sekitarnya.

Status negara klien membuat mereka bergantung secara ekonomi dan militer terhadap negara pelindung. Meski demikian, sebagian dari mereka juga menunjukkan semangat nasionalisme dan perlawanan aktif terhadap dominasi Blok Poros. Sebagai contoh, keterlibatan Filipina terjadi karena afiliasi eratnya dengan Amerika Serikat, sementara Mongolia dipengaruhi oleh kebijakan luar negeri Uni Soviet.

3. Blok Poros berisi negara agresor dengan ambisi ekspansi wilayah dan ideologi yang ekstrem

ilustrasi bendera Jerman
ilustrasi bendera Jerman (unsplash.com/Norbert Braun)

Blok Poros menjadi kekuatan utama yang memicu terjadinya Perang Dunia II melalui serangkaian invasi dan penaklukan terhadap wilayah-wilayah lain. Kepemimpinan Jerman di bawah Adolf Hitler, Jepang dengan kekuatan militer yang berkembang pesat, dan Italia di bawah rezim fasis menjadi pendorong utama pecahnya perang. Tujuan utama mereka ialah memperluas wilayah kekuasaan dengan mengabaikan batas-batas kedaulatan negara lain.

Negara-negara dalam blok ini menjalankan kebijakan ekspansi militer secara simultan di berbagai benua. Di Eropa, Jerman mulai menginvasi Polandia, Prancis, dan negara-negara Skandinavia. Sementara, di Asia, Jepang menduduki wilayah Tiongkok, Asia Tenggara, hingga Kepulauan Pasifik. Lalu, Italia menyasar Afrika Utara dan wilayah Balkan. Strategi tiga poros ini terbukti menjadi ancaman serius bagi stabilitas global. Negara-negara utama dalam Blok Poros:

  1. Jerman

  2. Jepang

  3. Italia

  4. Hongaria

  5. Rumania

  6. Bulgaria

4. Negara pendukung Blok Poros berkontribusi melalui kerja sama militer terbatas

ilustrasi bendera Finlandia
ilustrasi bendera Finlandia (unsplash.com/András Rátonyi)

Selain negara inti Blok Poros, terdapat sejumlah negara lain yang terlibat sebagai pendukung atau sekutu terbatas. Mereka tidak sepenuhnya mengadopsi ideologi ekstrem yang sama, tetapi menjalin kerja sama militer dan strategis dengan negara-negara Poros. Dalam banyak kasus, keterlibatan mereka lebih bersifat taktis demi kepentingan nasional sendiri.

Kondisi geopolitik dan tekanan dari Blok Poros membuat beberapa negara akhirnya memilih mendukung mereka meski tidak secara resmi menjadi bagian inti. Keikutsertaan ini bisa terjadi karena faktor kedekatan geografis, tekanan diplomatik, atau pertimbangan keuntungan politik jangka pendek. Walau memberi kontribusi militer terbatas, kehadiran mereka tetap berdampak pada jalannya perang. Negara-negara pendukung Blok Poros:

  1. Finlandia

  2. Thailand

  3. Irak

  4. Spanyol

5. Negara boneka dan negara klien Blok Poros digunakan sebagai alat perluasan pengaruh

ilustrasi bendera Kroasia
ilustrasi bendera Kroasia (unsplash.com/Lucijan Blagonic)

Dalam rangka memperluas kontrol dan pengaruhnya, Blok Poros juga membentuk atau mendukung negara-negara boneka. Negara boneka dan negara klien blok poros ini sebenarnya tidak memiliki kedaulatan penuh, melainkan dikendalikan oleh kekuatan militer dari negara Poros utama. Fungsi utama negara boneka ialah memperkuat posisi strategis dan memperluas wilayah pendudukan dengan cara yang tampak legal secara administratif.

Selain digunakan untuk menempatkan pasukan militer, negara boneka ini juga dimanfaatkan untuk meredam perlawanan lokal dan menanamkan propaganda politik. Meski tidak independen, eksistensi negara-negara tersebut mencerminkan betapa kompleks dan luasnya medan pertempuran serta skala pengaruh Blok Poros dalam Perang Dunia II. Negara klien dan boneka Blok Poros:

  1. Manchukuo

  2. Republik Sosialis Italia

  3. Kroasia

  4. Slowakia

Perang Dunia II mencerminkan kompleksitas konflik global yang melibatkan banyak negara dalam skala masif. Dari daftar negara yang terlibat Perang Dunia II, tampak jelas bagaimana kepentingan politik, ekonomi, dan ideologi membentuk peta kekuatan dunia saat itu. Memahami siapa saja yang terlibat bukan hanya soal mengenang sejarah, melainkan juga tentang membaca ulang bagaimana tatanan dunia modern terbentuk dari dinamika aliansi dan rivalitas internasional pada masa tersebut.

Referensi
"Forces and resources of the European combatants, 1939". Britannica. Diakses Juni 2025.
"Timeline of WWII". WWII Foundation. Diakses Juni 2025.
"Which Countries Joined the Allies in World War II". World Population Review. Diakses Juni 2025.
"World War Two". National Geographic Kids. Diakses Juni 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Science

See More

Daftar Negara yang Terlibat Perang Dunia II, Lebih dari 70 Negara!

15 Feb 2026, 19:04 WIBScience