Comscore Tracker

5 Fakta Sejarah Sticky Notes, Bermula dari Penemuan yang Gagal 

Kenapa identik dengan warna kuning, ya?

Di sekolah, kantor, bahkan rumah, kita mungkin sudah sangat familier dengan keberadaan catatan tempel atau sticky note. Yaps, kertas warna-warni dengan lem di bagian belakangnya ini bisa menjadi alat penanda, pengingat, maupun berkomunikasi yang seru. 

Kira-kira, kamu sudah tahu belum siapa yang pertama kali menciptakan sticky note? Benda serbaguna ini ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang, lho! Bahkan sudah ada sejak puluhan tahun silam. Mau tahu seperti apa perjalanan sejarah sticky note? Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Bermula dari penemuan yang gagal

5 Fakta Sejarah Sticky Notes, Bermula dari Penemuan yang Gagal ilustrasi pembuatan perekat (pexels.com/Thirdman)

Pada tahun 1968, seorang ilmuwan dari perusahaan Minnesota Mining and Manufacturng (3M) bernama Spencer Silver, melakukan penelitian untuk menemukan lem yang memiliki daya rekat kuat dan sangat tinggi untuk konstruksi pesawat terbang. Secara tak terduga, ia malah menghasilkan perekat dengan daya rekat yang sangat lemah dan mudah dilepaskan, yang lebih dikenal dengan istilah "mikrosfer". 

Hasil temuan ini, tentu saja jauh dari apa yang dikehendakinya. Namun, Spencer bukanlah orang yang gampang menyerah. Ia terus berusaha mencari pemanfaatan hasil penemuan tersebut melalui berbagai cara selama bertahun-tahun.

Pada suatu ketika, ia mendemonstrasikan temuannya di sebuah seminar perusahaan. Ia berharap dapat menemukan seseorang yang bisa mengenali keunikan perekat mikrosfer dan membuat produk darinya. Inilah yang kemudian membuka jalan pemanfaatan dari temuannya tersebut.

2. Art Fry yang selalu memiliki masalah dengan pembatas bukunya

5 Fakta Sejarah Sticky Notes, Bermula dari Penemuan yang Gagal ilustrasi pembatas buku (pexels.com/Pixabay)

Di sisi lain, Art Fry, seorang peneliti pengembangan produk di perusahaan yang sama, kerap memiliki masalah dengan pembatas bukunya. Pada suatu hari, ketika ia akan membawakan paduan suara untuk kegiatan kebaktian, secarik kertas yang ia gunakan untuk menandai halaman himnenya selalu jatuh dan membuatnya frustrasi. 

Ia pun akhirnya terpikir untuk membuat pembatas buku yang bisa menempel tetapi tidak merusak kertas. Memikirkan hal tersebut, mengingatkannya pada seminar Spencer terkait perekat mikrosfer barunya. Tak butuh waktu lama, ia langsung bergegas menemui Spencer dan memaparkan ide menariknya tersebut.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Sejarah Toilet, Ada Sejak 5000 Tahun Lalu

3. Penemuan sticky note

5 Fakta Sejarah Sticky Notes, Bermula dari Penemuan yang Gagal ilustrasi penggunaan sticky note (pexels.com/cottonbro studio)

Pada tahun 1974, 5 tahun setelah penemuan pertama perekat mikrosfer Spencer, Art Fry menemukan ide brilian untuk membuat pembatas buku yang bisa menempel pada kertas. Ia pun bekerja sama dengan Spencer Silver untuk mengembangkan produk catatan tempel atau sticky note tersebut.

Mulanya, mereka menggunakan sticky note di sekitar tempat kerjanya, seperti untuk meninggalkan catatan di dokumen kantor. Ternyata, secarik kertas dengan lem mikrosfer itu tak hanya bisa digunakan sebagai pembatas atau penanda buku, tetapi juga dapat menjadi cara baru untuk berkomunikasi dan berkirim pesan. Banyak karyawan yang menyukai penemuan tersebut.

4. Pengenalan sticky note ke pasar

5 Fakta Sejarah Sticky Notes, Bermula dari Penemuan yang Gagal ilustrasi penggunaan sticky note (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Menyadari potensi yang luar biasa dari sticky note, Art Fry akhirnya mulai memperkenalkan gagasannya ke lingkup yang lebih besar. Ia pun memasok seluruh perusahaan 3M dengan catatan perekat sebagai salah satu strateginya.

Pada tahun 1977, temuan ini diluncurkan dengan nama "Press 'n Peel" di empat negara. Sayangnya, percobaan pemasaran pertama ini gagal. Kemudian pada tahun 1979, sticky note diperkenalkan ke pasar dengan membagikan sampel gratis ke konsumen dengan rebranding menggunakan nama "Post-it Note".

Dari strategi tersebut, ternyata permintaan akan catatan berperekat tersebut melonjak drastis. Pada 6 April 1980, catatan berperekat dengan merek "Post-it Note" dirilis untuk pertama kalinya dan dipasarkan di seluruh Amerika Serikat.

5. Alasan sticky note identik dengan warna kuning

5 Fakta Sejarah Sticky Notes, Bermula dari Penemuan yang Gagal ilustrasi sticky note (pexels.com/Frans van Heerden)

Sticky note yang biasa kita jumpai sangat identik dengan warna kuningnya, meskipun juga tersedia dalam berbagai warna berbeda. Pernah bertanya-tanya terkait hal ini?

Ternyata, penggunaan warna kuning pada catatan tempel ini dipilih secara kebetulan. Pada awal eksekusi idenya, Art Fry dan Spencer Silver hanya menemukan kertas bekas warna kuning canary di tempat kerjanya. Akhirnya, mereka menggunakan kertas tersebut untuk mulai memperkenalkan catatan berperekat. Tak disangka, warna itu yang menjadi sangat ikonik hingga saat ini.

Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk perekat mikrosfer menemukan kegunaannya yang sempurna. Begitu pula dengan catatan tempel untuk menjadi produk yang sangat ikonik. Berkat penemuannya tersebut, pada tahun 1998, Spencer Silver dianugerahi penghargaan American Chemical Society untuk penemuan kreatif dan dilantik ke National Inventors Hall of Fame pada tahun 2010 bersama Art Fry. 

Semoga catatan sejarah di atas dapat menambah wawasan kamu, ya! Kira-kira fakta sejarah apa lagi yang ingin kamu ketahui? Yuk, share di kolom komentar. 

Baca Juga: 5 Sejarah dan Makna Lampion dalam Tradisi Imlek, Simbol Keberuntungan

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

@intanio99

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya