Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Eropa Pernah Tsunami? Ini Fakta dan Daftar Kejadiannya
ilustrasi tsunami (pixabay.com/rolandmey)
  • Eropa ternyata pernah dilanda beberapa tsunami besar akibat gempa, letusan gunung api, dan longsoran bawah laut, meski wilayah ini sering dianggap aman dari bencana tersebut.
  • Peristiwa besar seperti tsunami Lisbon 1755, Messina 1908, Kreta 365 M, hingga letusan Santorini dan longsoran Storegga menunjukkan dampak dahsyat terhadap kehidupan manusia dan perubahan geologi.
  • Catatan sejarah dan bukti ilmiah menegaskan bahwa ancaman tsunami di Eropa nyata adanya, menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kawasan yang jarang terdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini, tsunami kerap diasosiasikan dengan negara-negara di kawasan Cincin Api Pasifik seperti Jepang atau Indonesia. Tak heran jika banyak orang menganggap Eropa sebagai wilayah yang relatif aman dari bencana gelombang raksasa ini. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dalam catatan sejarah, Eropa ternyata pernah beberapa kali mengalami tsunami yang menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa.

Meski kejadiannya jarang dan tidak sesering di Asia, tsunami di Eropa benar-benar terjadi akibat gempa bumi kuat, letusan gunung api, hingga longsoran bawah laut. Beberapa peristiwanya bahkan tercatat sebagai salah satu bencana  paling mematikan di masanya. Lantas, tsunami apa saja yang pernah melanda Eropa? Berikut fakta dan daftar kejadiannya yang jarang dibahas.

1. Tsunami Lisbon 1755, Portugal

potret kota Lisbon (commons.wikimedia.org/Syced)

Gempa besar dahsyat pernah mengguncang ibu kota Portugal, Lisbon, ketika para jemaat memenuhi gereja dan katedral untuk Misa Hari Raya pada 1 November 1755. Dilansir laman National Oceanic and Atmospheric Administration, akibat guncangan tersebut berkembang menjadi bencana tsunami yang menewaskan banyak korban. Peristiwa kelam tersebut menewaskan sekitar 30.000 orang, meskipun beberapa menyebutkan bisa mencapai dua kali lipat. Ketinggian maksimum tsunami tercatat hingga 12 meter. Kemudian kota pesisir seperti Lagos, gelombang tsunami bahkan lebih besar, dengan ketinggian mencapai 30 meter. Gelombang yang dihasilkan mampu menyeberangi Samudra Atlantik dan memengaruhi sebagian besar wilayah Eropa, Afrika, hingga Karibia.

2. Tsunami Messina 1908, Italia

potret pelabuhan Messina (commons.wikimedia.org/Stefano Barillà)

Pada 18 Desember 1908, gempa bumi mengguncang Kota Messina dan Reggio Calabria, Italia. Gempa ini berlangsung selama 30-42 detik dengan magnitudo 6,7-7,2. Akibatnya, 90 persen bangunan hancur, pipa pecah, dan terjadi kebakaran hebat. Kemudian gempa ini menghasilkan tsunami setinggi 8 meter yang menewaskan hampir 2.000 orang. Beberapa dokumen sejarah menyebutkan jumlah korban bisa mencapai  200.000 jiwa. Peristiwa tersebut menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Eropa.

3. Tsunami Laut Aegea akibat letusan Santorini

ilustrasi laut Aegea (commons.wikimedia.org/Didier Duforest)

Dilansir laman Penn State University, Pulau Santorini dianggap sebagai pulau paling dramatis di Yunani dan salah satu tempat terindah di dunia. Namun di balik keindahannya saat ini, terbentuk akibat letusan besar yang terjadi di masa lalu. Ketika lava dan abu dalam jumlah masif dimuntahkan dari sebuah kerucut kecil di tengah sisa pulau. Kini, bentuk Santorini menyerupai tapal kuda yang terpotong, dengan laut mengelilinginya dan kerucut vulkanik di bagian tengah.

Letusan besar Santorini sekitar tahun 1600 SM merupakan salah satu peristiwa vulkanik paling dahsyat dalam sejarah manusia, yang tidak hanya membentuk lanskap pulau yang ikonik, tetapi juga memicu rangkaian bencana seperti aliran piroklastik, runtuhnya kaldera, dan kemungkinan besar megatsunami saat itu. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana aktivitas geologi dapat mengubah wajah suatu wilayah secara drastis dalam waktu singkat.

4. Storegga Slide, tsunami purba di Eropa Utara

ilustrasi longsoran bawah laut Storegga (commons.wikimedia.org/Matias Hanisch)

Bencana Storegga merupakan salah satu tsunami purba yang pernah terjadi di Eropa Utara, dipicu oleh longsoran bawah laut raksasa yang dampaknya menjalar luas di Laut Utara dan Atlantik Utara. Meski sulit menentukan ketinggian gelombang secara pasti, bukti sedimen menunjukkan skala kejadian yang besar dan berenergi tinggi. Dilansir laman The Past, dari sudut pandang arkeologi, tsunami ini kemungkinan besar mengganggu kehidupan komunitas Mesolitikum di wilayah pesisir, memicu relokasi permukiman, dan memengaruhi jalur migrasi manusia purba. Temuan lapisan pasir yang mendidih pada artefak, memperlihatkan bagaimana bencana alam dapat merekam langsung dalam catatan budaya manusia.

5. Tsunami Kreta 365 M

potret landskap Kreta (commons.wikimedia.org/Jebulon)

Gempa bumi dahsyat mengguncang Pulau Kreta sekitar tahun 365 M, menjadi salah satu peristiwa terbesar di sejarah Mediterania. Magnitudo gempa diperkirakan antara 8,0-8,5, mampu mengangkat daratan hingga puluhan meter. Perubahan geologi seperti pengangkatan permukaan menjadi bukti kuat bahwa kejadian tersebut ekstrem secara skala regional. Kemudian tsunami besar menyapu wilayah pesisir di seluruh Mediterania Timur, termasuk area sekitar Yunani, Mesir, dan bagian barat laut Afrika Utara. Akibatnya, kerusakan fisik dan runtuhnya peradaban masa lalu melalui bukti geologis dan arkeologis. Meski Mediterania Timur jauh dari wilayah rawan tsunami modern seperti Pasifik, tapi pernah mengalami gelombang besar dan menjadi hal yang mesti di waspadai untuk kajian kebencanaan regional.

Wilayah Eropa tidak sepenuhnya aman dari ancaman tsunami. Berdasarkan fakta sejarah dan kajian ilmiah, pernah terjadi beberapa tsunami raksasa menghantam kawasan pesisir akibat gempa besar dan letusan gunung api. Beberapa kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa bencana alam tak mengenal batas geografis, sekaligus menegaskan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan, bahkan di kawasan yang sering dianggap relatif aman seperti Eropa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team