Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Burung Cerek Kernyut, Pelintas Benua yang Migrasi ke Indonesia
Cerek kernyut di Tasmania memperlihatkan bulu musim dinginnya. (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)
  • Cerek kernyut atau pacific golden plover adalah burung migran dari Arktik yang rutin datang ke Indonesia tiap musim dingin setelah menempuh ribuan kilometer melintasi samudra.
  • Burung ini punya dua tampilan warna berbeda: abu-abu sederhana saat di Indonesia dan corak hitam-emas mencolok saat musim berbiak di wilayah tundra Arktik.
  • Cerek kernyut dikenal tangguh dengan kemampuan terbang cepat, gaya makan unik berbasis penglihatan, serta perilaku teritorial kuat kecuali terhadap burung kedidi belang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Burung ini sering terlihat di sekitaran pantai, asyik mematuk pasir mencari cacing. Tubuhnya kecil berkaki panjang. Warnanya abu-abu. Kesannya memang simpel, tapi burung ini asalnya dari Arktik dan baru saja menempuh ribuan kilometer melintasi samudra untuk menikmati hangatnya Indonesia. Cerek kernyut, namanya.

Cerek kernyut atau pacific golden plover merupakan salah satu jenis burung pantai migran dari Arktik yang rutin bermigrasi ke Indonesia tiap musim dingin. Ia jenis burung yang melakukan salah satu perjalanan migrasi terhebat. Gak cuma melintasi samudra dan benua, cerek kernyut juga harus melawan angin dan lapar. Yuk, kenalan dengan burung pantai ini lewat fakta unik burung cerek kernyut atau pacific golden plover berikut ini!

 

1. Burung apa itu cerek kernyut?

tampilan sekujur tubuh cerek kernyut (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Cerek kernyut atau pacific golden plover (Pluvialis fulva) merupakan jenis burung cerek migran yang suka berkunjung ke Indonesia tiap musim dingin. Ia berbiak di wilayah Arktik dan bermigrasi melintasi benua dan samudra setiap tahun menuju belahan bumi selatan. Di balik tampilannya yang sederhana, cerek kernyut dibekali daya tahan tubuh luar biasa, keterampilan navigasi canggih, dan kemampuan membangun cadangan lemak yang gak biasa.

2. Burung pantai yang punya dua versi warna

Cerek kernyut memperlihatkan bulu berbiaknya. (commons.wikimedia.org/Bering Land Bridge National Preserve)

Layaknya burung cerek pada umumnya, cerek kernyut bertubuh bulat dan berkaki panjang. Paruhnya pendek cocok untuk mematuk serangga dan cacing. Cerek kernyut tergolong burung cerek berukuran sedang. Dicatat laman Birds of the World, panjang cerek kernyut sekitar 23—26 sentimeter dengan berat 100—228 gram. Sayapnya mencapai lebar 60—72 sentimeter.

Saat habiskan musim dingin di Indonesia, cerek kernyut tampil simpel dengan warna kelabu yang gak mencolok. Bukannya apa-apa. Warna simpel bikin cerek kernyut terlihat menyatu dengan lingkungan pantai supaya bisa mencari makan tanpa terdeteksi predator.

Baru saat musim berbiak, cerek kernyut memamerkan bulu indahnya. Cerek kenyut tampil memesona dengan warna hitam pada wajah, leher, dan perut yang kontras dengan garis putih cemerlang. Punggungnya dihiasi corak emas yang berkilauan. Pola warna ini gak cuma menarik perhatian betina, tapi juga untuk kamuflase di wilayah tundra.

3. Jadikan Indonesia tujuan migrasi musim dingin

Sekelompok cerek kernyut terbang bermigrasi. (commons.wikimedia.org/Drashokk)

Cerek kernyut sebenarnya burung asli wilayah Arktik. Ia berbiak mulai dari Alaska sampai Rusia. Saat musim dingin tiba, ia bermigrasi ke belahan bumi selatan yang lebih hangat dan banyak makanan.

Menurut informasi dari laman Animal Diversity, cerek kernyut yang bertolak ke Indonesia untuk migrasi musim dingin biasanya berasal dari populasi di timur Rusia. Populasi ini juga menuju Pasifik Selatan, Australia, dan wilayah Asia Tenggara lain. Mengutip laman Data Zone Bird Life, cerek kernyut berbiak antara bulan Juni dan Juli, setelah itu berangkat migrasi pada akhir Agustus atau awal September.

4. Si kecil dengan kemampuan terbang luar biasa

Cerek kernyut terbang jarak pendek. (commons.wikimedia.org/patrickkavanagh)

Cerek kernyut merupakan salah satu burung yang melakukan perjalanan migrasi yang luar biasa. Menurut laman Creagrus, cerek kernyut yang bermusim dingin di Hawaii menempuh jarak 4.800 kilometer menuju Arktik hanya dalam waktu tiga hari saja. Rata-rata kecepatan terbangnya sekitar 63 kilometer per jam.

Sayap cerek kernyut yang panjang dan meruncing memungkinkan burung ini terbang dengan cepat, tapi tetap relatif hemat energi. Menurut laman Oiseaux Birds, penerbangan jarak jauh ini juga didukung otot dada yang kuat. Gak cuma itu, cerek kernyut juga makan banyak-banyak untuk menimbun cadangan lemak sebelum berangkat migrasi.

5. Gaya makannya unik

Sekelompok cerek kernyut menghabiskan waktu musim dingin. (commons.wikimedia.org/Kirkamon Guapo Cabello)

Burung cerek di marga Pluvialus seperti cerek kernyut punya gaya mencari makan yang khas. Alih-alih mematuk terus-terusan seperti burung kedidi, cerek kernyut bergerak cepat lalu berhenti tiba-tiba untuk mengamati mangsa. Burung ini lebih mengandalkan penglihatan daripada getaran untuk mencari mangsanya yang berupa hewan invertebrata, seperti cacing atau krustasea.

6. Sifatnya teritorial, tapi ada satu pengecualian

Cerek kernyut di Hawaii ini mulai berganti bulu sesaat sebelum kembali ke tempat berbiak. (commons.wikimedia.org/Daniel Ramirez)

Meski kesannya santai dan damai di tempat migrasi, cerek kernyut ternyata sangat ganas dan teritorial di tempat berbiak. Cerek kernyut terkenal suka mengusir segala jenis burung pantai yang memasuki tempatnya bersarang. Namun, cerek kernyut buat pengecualian untuk burung kedidi belang atau dunlin (Calidris alpina).

Untuk satu alasan yang masih misterius, cerek kernyut toleran abis terhadap kedidi belang. Menurut laman All About Birds, kedua jenis burung ini sering terlihat bersama-sama. Keduanya berdiri bersama, bersuara bersama, bahkan terbang pun bersama.

7. Bersarang simpel di tanah

Cerek kenyut beristirahat di atas satu kaki. (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Saat musim berbiak, cerek kernyut jantan mulai sibuk membangun sarang. Ia mencakar-cakar tanah sampai membentuk cekungan dangkal. Di sarang simpel itulah betina bertelur dan mengeraminya.

Gak banyak yang bisa kamu ambil di tundra yang tandus untuk menghiasi sarangmu. Cerek kernyut kadang cuma melapisi sarangnya dengan lumut. Namun, itu saja sudah cukup untuk mengerami telur dan membesarkan anak-anaknya. Anakan cerek kernyut sudah bisa terbang di usia 26—28 hari untuk ikutan bermigrasi musim dingin.

Sungguh burung yang mengagumkan, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung cerek kernyut atau pacific golden plover? Apa kamu pernah melihat burung ini di pantai?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article