Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Ikan Sapu-Sapu, Tahan Perubahan Iklim
Ikan sapu-sapu (commons.wikimedia.org/Jonathan (Jon) Armbruster)
  • Ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan dan dikenal dengan bentuk unik serta kemampuan mengisap alga, menjadikannya populer sebagai ikan pembersih akuarium.
  • Hewan ini termasuk omnivora oportunistik yang memakan ikan kecil, alga, hingga kotoran di akuarium, sekaligus memiliki beragam corak warna menarik seperti zebra dan polkadot.
  • Ikan sapu-sapu mampu bertahan di kondisi ekstrem dengan bernapas melalui kulit dan menyimpan oksigen di perutnya, bahkan bisa dikonsumsi jika dibudidayakan secara higienis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ikan sapu-sapu sangat mudah dikenali dari warnanya yang didominasi hitam, dengan sedikit tambahan garis-garis putih. Walaupun punya warna fisik yang menyeramkan, sapu-sapu masih populer untuk dijadikan sebagai ikan hias.

Ikan ini banyak digunakan sebagai pembersih kaca akuarium karena kemampuannya dapat memakan kotoran. Ikan sapu-sapu juga punya kemampuan adaptasi pada suhu dan cuaca yang ekstrim. Simak beberapa fakta ikan sapu-sapu di bawah ini, yuk!

1. Morfologi

ilustrasi ikan sapu-sapu (freepik.com/eyeem

Ikan sapu-sapu bukanlah hewan asli Indonesia. Ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan, tepatnya di Argentina dan Paraguay. Hewan ini biasa hidup di perairan tawar seperti sungai, danau, atau rawa-rawa. Hewan ini punya nama latin Plescostomus, tapi di berbagai negara banyak menyebutnya sebagai suckermouth fish

Di Indonesia sendiri, spesies ikan sapu-sapu yang banyak ditemui adalah Pterygoplichthys disjunctivus. Ikan ini punya panjang sekitar 40–50 cm, dengan ciri khas warna sisik yang hitam dan abu-abu. Kepala ikan sapu menyerupai ikan lele dengan ekor yang agak panjang. Di bawah kepala ikan terdapat mulut penghisap yang biasa digunakan untuk menghisap alga.

2. Hewan omnivora

Bagian bawah kepala ikan sapu-sapu (unsplash.com/blunkorama)

Ikan sapu-sapu dikenal dengan omnivora oportunistik. Mulut hewan ini dilengkapi dengan gigi runcing, sehingga dapat mengoyak mangsanya lebih mudah. Di sungai, ikan sapu memakan ikan-ikan yang lebih kecil.

Selain itu, ikan ini juga dapat memakan ganggang atau alga. Sehingga, seringkali ikan sapu-sapu disebut the janitor fish atau ikan pembersih. Saat ditempatkan di akuarium, ikan sapu-sapu dapat membersihkan kotoran dan lumut yang menempel di dinding kaca.

Moncong ikan sapu-sapu dilengkapi dengan mulut yang berbentuk seperti cangkir yang dapat mengisap kotoran-kotoran kecil. Inilah mengapa ikan sapu-sapu dapat memakan berbagai jenis alga atau lumut.

3. Ikan hias dengan beragam warna

Hypancistrus Zebra, Peaceinpianos, CC BY-SA 4.0, Wikipedia

Ikan sapu-sapu menjadi salah satu peliharaan favorit untuk diletakkan di akuarium. Umumnya ikan sapu-sapu punya corak bergaris dan titik-titik hitam putih pada kulitnya. Ada sekitar sepuluh jenis ikan sapu-sapu dengan beragam warna. Jenis ikan yang terkenal adalah Hypancistrus zebra yang memiliki corak warna seperti zebra, Leopard frog plecostomus dengan corak bergaris hitam dan kuning, hingga Xingu baryancistrus yang memiliki corak polkadot dan bintik kuning pada tubuhnya.

Ikan sapu-sapu sangat cocok untuk di pelihara di rumah. Selain karena corak warna yang unik dan eksotis, ikan sapu-sapu juga dapat membersihkan akuarium dengan mandiri. Sehingga air dalam akuarium selalu tampak jernih.

4. Mudah beradaptasi pada perubahan iklim

Ikan sapu-sapu dapat tinggal di air tawar dalam kondisi yang ekstrem, baik itu dalam suhu air terlalu dingin atau di sungai-sungai yang mengering. Ikan sapu-sapu juga dapat hidup dengan baik di perairan kotor dan berlumpur, bahkan dengan kadar oksigen yang rendah. Ikan sapu-sapu punya usia yang cukup panjang sekitar 10–15 tahun, dan dapat bertambah lama jika tumbuh di alam lepas. 

Selain melalui insang, ikan sapu-sapu juga bernapas melalui kulitnya. Bahkan ikan ini mampu bertahan sampai 30 jam tanpa air, karena ikan sapu-sapu menyimpan oksigen di dalam perutnya. Dalam kondisi yang ekstrem, ikan sapu-sapu tetap bisa bertelur hingga 300 butir telur di alam liar. Kemampuan adaptasi dalam segala cuaca inilah yang membuat ikan sapu-sapu dapat bertahan hidup dalam perubahan iklim.

5. Dapat dikonsumsi

Mengonsumsi ikan sapu-sapu menuai pro dan kontra. Sebagian orang berpendapat bahwa ikan sapu-sapu layak dikonsumsi, sebagian lagi tak layak. Layak atau tidaknya ikan sapu-sapu untuk dikonsumsi adalah melihat habitat dimana ikan ini tinggal.

Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan keruh dan penuh polusi, cenderung memakan limbah dan kotoran, mengingat hewan ini adalah omnivora oportunistik. Hal itu berpengaruh pada kandungan daging dalam tubuh ikan. Ikan sapu-sapu yang dibudidayakan secara mandiri lebih aman untuk dikonsumsi, karena proses perawatan dan pemberian jenis makanannya lebih higienis.

Itulah lima fakta ikan sapu-sapu yang punya banyak manfaat. Selain dapat membersihkan lumut dan alga, ternyata ikan sapu-sapu juga dapat dikonsumsi. Tak hanya itu, ikan sapu-sapu juga bisa menjadi koleksi peliharaan di akuariummu.

FAQ seputar fakta ikan sapu-sapu

Benarkah ikan sapu-sapu memiliki "zirah" pelindung pada tubuhnya?

Ya. Ikan sapu-sapu (keluarga Loricariidae) tidak memiliki sisik biasa, melainkan tubuh yang dilapisi oleh lempengan tulang keras yang berfungsi sebagai pelindung dari predator. Tubuh mereka terasa sangat kasar dan keras saat disentuh.

Mengapa ikan sapu-sapu dianggap sebagai spesies invasif di beberapa wilayah?

Karena mereka sangat adaptif dan tangguh. Di perairan liar (seperti sungai-sungai di Indonesia), mereka tidak memiliki predator alami yang cukup banyak, sehingga populasinya meledak dan mendominasi ekosistem, sering kali merusak sarang ikan lokal dan mengubah struktur dasar sungai.

Bagaimana kemampuan bertahan hidup ikan sapu-sapu di air yang tercemar?

Ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Mereka bisa hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah dan polusi tinggi. Itulah alasan mengapa kita sering menjumpai mereka di sungai-sungai kota yang kotor di mana ikan lain sulit bertahan hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team