5 Fakta Karakara Gunung, Burung Pemangsa Aneh dari Pegunungan Andes

- Karakara gunung adalah burung pemangsa asli Pegunungan Andes dari keluarga alap-alap, hidup di ketinggian 2.000–5.000 meter dan tahan suhu di bawah titik beku.
- Burung ini berwarna hitam legam dengan perut putih, wajah kemerahan, kaki kuning, serta dikenal oportunis karena memakan serangga, hewan kecil, hingga bangkai bersama kondor andes.
- Karakara gunung berburu sambil berjalan dan mampu membalik batu untuk mencari mangsa, serta menjadi satu-satunya anggota keluarga alap-alap yang membangun sarang sendiri dari ranting.
Burung pemakan bangkai apa yang hidup di Pegunungan Andes? Kamu mungkin menjawab burung kondor andes yang terkenal berukuran besar. Namun, tahukah kamu kalau ada jenis burung pemangsa asli Andes yang juga suka makan bangkai dan jarang diketahui orang? Namanya karakara gunung.
Karakara gunung atau mountain caracara merupakan jenis burung pemangsa unik asli Pegunungan Andes. Burung ini sering terlihat makan bangkai bareng burung bangkai. Ia juga punya kebiasaan dan gaya berburu yang gak biasa. Yuk, dari tahu lewat lima fakta unik burung karakara gunung atau mountain caracara berikut ini!
1. Anggota keluarga alap-alap yang beda sendiri

Karakara gunung atau mountain caracara (Daptrius megalopterus) merupakan jenis burung karakara yang hidup di Pegunungan Andes. Burung karakara sendiri sebenarnya sejenis burung pemangsa dari keluarga alap-alap (Falconidae). Gak seperti alap-alap yang terkenal sangat cepat di udara, karakara justru lebih santai dan suka jalan kaki di tanah.
Di Pegunungan Andes, karakara gunung bisa dijumpai di ketinggian 2.000—5.000 meter. Menurut penuturan laman Birds of the World, burung ini sangat tangguh dan bisa tahan temperatur di bawah titik beku. Ia suka habitat terbuka tak berpohon supaya bisa mengawasi daerahnya dengan leluasa.
2. Punya kontras warna yang khas

Karakara gunung punya penampilan yang khas. Burung pemangsa ini berwarna hitam legam mengilap yang kontras dengan bagian perut dan bawah sayapnya yang putih cemerlang. Bulu hitamnya itu juga kontras dengan kakinya yang kekuningan dan wajah kemerahan.
Karakara gunung tergolong burung pemangsa berukuran sedang. Dicatat laman Oiseaux Birds, panjangnya 48—55 sentimeter dengan berat jantan mencapai 800 gram. Rentang sayapnya selebar 1,1—1,24 meter. Karakara gunung bisa dibedakan dari karakara lainnya dari dadanya yang hitam polos tanpa corak ataupun garis.
3. Gak pilih-pilih makanan
Karakara gunung sifatnya oportunis. Itu artinya ia tidak pilih-pilih makanan dan makan mangsa termudah yang ia jumpai. Serangga, hewan pengerat, sampai burung pun gak ada yang luput dari paruhnya. Bahkan, ia juga doyan makan bangkai hewan.
Gak jarang, karakara gunung terlihat makan bangkai hewan besar bareng kondor andes (Vultur gryphus), hering hitam amerika (Coragyps atratus), dan hering kalkun (Cathartes aura). Meski rutin makan bangkai, leher dan kepala karakara gunung gak botak seperti burung bangkai. Area botaknya ada di bagian wajah dan pangkal paruh, memperlihatkan kulitnya yang kemerahan.
4. Teknik berburunya agak lain

Karakara gunung punya cara berburu unik. Alih-alih terbang cepat mengejar mangsa seperti alap-alap, karakara gunung justru mencari makan sambil jalan. Ia mencakar dan menginjak tanah untuk mengeluarkan serangga.
Menariknya, karakara gunung bisa menggunakan cakar dan paruhnya untuk memegang dan memanipulasi benda. Gak jarang burung ini mengangkat dan membalikkan batu dengan kakinya untuk menangkap mangsa yang bersembunyi. Bahkan, sekelompok karakara gunung kadang kerja sama untuk membalik batu yang terlalu besar untuk diangkat sendiri.
5. Bangun sarang sendiri dari ranting seperti elang

Tahukah kamu kalau karakara adalah satu-satunya jenis burung yang membangun sarang sendiri di keluarga alap-alap? Ya, beda dari alap-alap yang gak membangun sarang dan meletakkan telurnya begitu saja di tanah, karakara membangun sarangnya sendiri dari ranting. Kecenderungan ini membuatnya mirip burung elang.
Tingkat kerumitan sarang yang dibangun karakara gunung sangat bervariasi. Menurut laman Birds of the World, sarang yang dibangun di tebing berbatu biasanya lebih sederhana. Sarang hanya terbuat dari ranting dan dilekatkan dengan kotoran hewan. Sementara itu, sarang yang dibangun di tiang listrik beton biasanya lebih besar, terbuat dari ranting dan dilapisi wol domba atau wol llama.
Sungguh burung yang unik, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung karakara gunung atau mountain caracara? Apa kamut tertarik untuk melihat burung ini secara langsung di habitat aslinya?


















