Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Berniers Teal, Spesies Bebek Langka Endemik Madagaskar

bebek bernier's teal
bebek bernier's teal (ebird.org/Nigel Voaden)
Intinya sih...
  • Ukuran tubuh kecil dengan ciri fisik khas
  • Habitat terbatas di pesisir barat Madagaskar
  • Perilaku sosial dan pola makan unik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bernier’s teal adalah salah satu spesies bebek paling langka di dunia yang hanya bisa ditemukan di Madagaskar. Spesies dengan nama ilmiah Anas bernieri ini sempat dianggap hampir punah karena populasinya menghilang dari banyak wilayah alami. Keberadaannya yang terbatas menjadikan burung air ini simbol penting konservasi satwa endemik pulau tersebut.

Sebagai bagian dari ekosistem pesisir barat Madagaskar, bernier’s teal punya peran ekologis yang gak bisa diremehkan. Sayangnya, tekanan habitat dan aktivitas manusia membuat statusnya masuk kategori terancam. Memahami detail ukuran, perilaku, hingga status konservasinya membantu membuka perspektif baru tentang pentingnya perlindungan satwa liar. Yuk, kenali lebih dekat fakta menarik tentang bebek langka ini dan ikut peduli pada kelestariannya!

1. Ukuran tubuh kecil dengan ciri fisik khas

bebek bernier's teal
bebek bernier's teal (ebird.org/John C. Mittermeier)

Bernier’s teal memiliki ukuran tubuh relatif kecil dibanding banyak bebek lain. Panjang tubuhnya berkisar antara 40–45 cm dengan berat sekitar 350–450 gram, menjadikannya salah satu bebek berukuran kompak. Tubuhnya ramping dengan leher pendek dan paruh abu-abu kebiruan yang cukup mencolok.

Ciri khas lainnya terlihat pada warna bulu cokelat keabu-abuan dengan pola halus seperti sisik di bagian dada. Jantan dan betina terlihat cukup mirip, meski jantan biasanya memiliki warna sedikit lebih kontras. Kombinasi warna ini membantu kamuflase di lingkungan pesisir berlumpur dan rawa mangrove tempat mereka hidup.

2. Habitat terbatas di pesisir barat Madagaskar

bebek bernier's teal
bebek bernier's teal (ebird.org/Skip Russell)

Bernier’s teal hanya ditemukan di wilayah pesisir barat Madagaskar, terutama di area rawa asin, laguna, dan hutan mangrove. Habitat ini menyediakan sumber makanan melimpah serta tempat aman untuk beristirahat. Kawasan seperti Mahajanga dan sekitarnya menjadi lokasi utama populasi tersisa.

Sayangnya, habitat tersebut semakin terancam akibat pembukaan lahan, penebangan mangrove, dan aktivitas perikanan tradisional yang intensif. Perubahan garis pantai serta degradasi lingkungan membuat ruang hidup mereka makin sempit. Karena sifatnya endemik dan gak tersebar luas, tekanan kecil saja bisa berdampak besar pada kelangsungan spesies ini.

3. Perilaku sosial dan pola makan unik

bebek bernier's teal
bebek bernier's teal (ebird.org/Benoit Maire)

Bernier’s teal cenderung hidup dalam kelompok kecil dan aktif saat pagi serta senja. Mereka sering terlihat mencari makan di perairan dangkal dengan cara menyaring lumpur menggunakan paruhnya. Pola makan mereka terdiri dari invertebrata kecil, biji tanaman air, dan organisme akuatik lainnya.

Secara ekologis, mereka membantu menjaga keseimbangan populasi organisme kecil di habitat pesisir. Aktivitas mencari makan ini juga berperan dalam distribusi nutrien di ekosistem rawa. Meski terlihat tenang, mereka cukup waspada terhadap gangguan dan akan segera berpindah jika merasa terancam.

4. Pola pembiakan yang sensitif terhadap gangguan

bebek bernier's teal
bebek bernier's teal (ebird.org/Nigel Voaden)

Musim berkembang biak biasanya berlangsung saat musim hujan ketika ketersediaan makanan meningkat. Sarang dibuat di area tersembunyi dekat vegetasi mangrove atau semak pesisir untuk menghindari predator. Betina umumnya bertelur sekitar 6–8 butir dalam satu periode reproduksi.

Keberhasilan penetasan sangat bergantung pada stabilitas habitat dan minimnya gangguan manusia. Jika wilayah sarang terganggu, risiko kegagalan reproduksi meningkat signifikan. Karena tingkat reproduksi gak terlalu tinggi, pemulihan populasi berlangsung lambat jika terjadi penurunan drastis.

5. Status konservasi kritis dan upaya penyelamatan

bebek bernier's teal
bebek bernier's teal (ebird.org/Nigel Voaden)

Bernier’s teal saat ini masuk kategori Endangered menurut IUCN, dengan populasi liar diperkirakan hanya beberapa ribu individu. Penurunan jumlah ini terjadi akibat perburuan, hilangnya habitat, serta gangguan manusia. Status ini menempatkannya sebagai salah satu bebek paling langka di Afrika.

Berbagai program konservasi dilakukan melalui perlindungan habitat, pemantauan populasi, serta kerja sama dengan komunitas lokal. Organisasi konservasi internasional juga terlibat dalam program penangkaran dan pelepasliaran terbatas. Meski tantangannya besar, upaya terkoordinasi memberi harapan bahwa spesies unik ini masih punya peluang bertahan di alam liar.

Bernier’s teal bukan sekadar bebek biasa, melainkan simbol kerentanan ekosistem pulau yang terisolasi. Ukuran kecil, habitat terbatas, serta tekanan lingkungan membuat spesies ini berada di garis tipis antara bertahan dan punah. Memahami detail biologis dan ekologisnya memberi gambaran betapa pentingnya konservasi berbasis habitat. Melindungi bernier’s teal berarti juga menjaga keseimbangan alam pesisir Madagaskar untuk generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Berniers Teal, Spesies Bebek Langka Endemik Madagaskar

18 Feb 2026, 15:49 WIBScience