5 Fakta Horned Guan, Burung Endemik Amerika dengan Tanduk Mencolok

- Ciri fisik unik dengan tanduk merah mencolok
- Tonjolan merah di atas kepala
- Burung besar dengan bulu hitam mengilap
- Habitat terbatas di hutan awan pegunungan
- Hanya ditemukan di Guatemala dan Meksiko
- Habitat utama adalah hutan awan tropis
- Perilaku dan peran ekologis yang penting
- Pemalu dan berperan sebagai penyebar biji
- Makanan utamanya buah-buahan hutan
Horned guan (Oreophasis derbianus) adalah salah satu burung paling unik di benua Amerika. Burung ini terkenal karena “tanduk” merah mencolok di atas kepalanya yang jarang dimiliki spesies lain. Penampilannya yang eksotis sering membuat orang terkejut karena bentuknya hampir seperti hasil ilustrasi fantasi, padahal benar-benar nyata di alam liar.
Sebagai spesies endemik kawasan pegunungan Amerika Tengah, horned guan memiliki nilai ekologis sekaligus konservasi yang sangat tinggi. Populasinya terus menurun akibat hilangnya hutan awan yang menjadi rumah utamanya. Memahami fakta tentang burung ini bukan sekadar menambah wawasan, tapi juga membuka kesadaran tentang pentingnya menjaga habitat alaminya. Yuk, kenali lebih dalam burung bertanduk unik yang statusnya semakin mengkhawatirkan ini!
1. Ciri fisik unik dengan tanduk merah mencolok

Horned guan memiliki ciri paling ikonik berupa tonjolan merah di atas kepala yang sering disebut tanduk. Struktur ini sebenarnya adalah tonjolan jaringan kulit berwarna merah terang, bukan tulang keras seperti tanduk mamalia. Warna kontras ini membuatnya sangat mudah dikenali di antara vegetasi hijau lebat.
Secara ukuran, horned guan termasuk burung besar dengan panjang tubuh sekitar 76–86 cm dan berat mencapai 1,4–2 kg. Bulu tubuhnya dominan hitam mengilap dengan bagian dada dan perut putih bersih, serta kaki merah terang yang mempertegas penampilannya. Kombinasi warna hitam, putih, dan merah memberi kesan dramatis sekaligus elegan di habitat alaminya.
2. Habitat terbatas di hutan awan pegunungan

Horned guan hanya ditemukan di kawasan pegunungan Guatemala dan sebagian kecil Chiapas di Meksiko. Habitat utamanya adalah hutan awan tropis pada ketinggian sekitar 1.200–3.300 meter di atas permukaan laut. Lingkungan ini memiliki kelembapan tinggi, suhu relatif sejuk, dan vegetasi rapat yang sangat khas.
Sayangnya, hutan awan termasuk ekosistem yang sangat rentan terhadap deforestasi dan perubahan iklim. Pembukaan lahan pertanian serta penebangan liar mengurangi area hidup burung ini secara signifikan. Karena wilayah sebarannya sempit, setiap kehilangan hutan berdampak langsung pada kelangsungan hidupnya.
3. Perilaku dan peran ekologis yang penting

Horned guan dikenal sebagai burung yang cenderung pemalu dan lebih sering terlihat bertengger di kanopi pohon. Burung ini jarang turun ke tanah dan lebih banyak bergerak di antara cabang-cabang tinggi. Pola perilaku ini membuatnya sulit diamati di alam liar.
Dalam ekosistem, horned guan berperan sebagai penyebar biji yang efektif. Makanan utamanya berupa buah-buahan hutan, daun muda, dan tunas tanaman. Dengan mengonsumsi buah dan menyebarkan bijinya melalui kotoran, burung ini membantu regenerasi hutan awan secara alami.
4. Pola pembiakan yang lambat dan selektif

Horned guan memiliki musim berkembang biak yang umumnya berlangsung antara April hingga Juni. Betina biasanya bertelur dua butir dalam satu musim, dengan masa inkubasi sekitar 30–35 hari. Jumlah telur yang relatif sedikit membuat populasi sulit pulih jika terjadi penurunan drastis.
Sarangnya dibangun di atas pohon tinggi, jauh dari gangguan predator darat. Kedua induk berperan dalam menjaga dan merawat anak hingga cukup kuat untuk mandiri. Pola reproduksi yang lambat ini menjadi salah satu faktor yang membuat spesies ini sangat rentan terhadap tekanan lingkungan.
5. Status konservasi yang kritis dan ancaman nyata

Horned guan saat ini berstatus Endangered menurut International Union for Conservation of Nature atau IUCN. Populasinya diperkirakan hanya tersisa beberapa ribu individu di alam liar. Angka ini terus mengalami tekanan akibat perburuan dan hilangnya habitat.
Upaya konservasi dilakukan melalui perlindungan kawasan hutan awan dan program pemantauan populasi. Beberapa organisasi juga mengembangkan program penangkaran untuk menjaga keberlanjutan spesies ini. Meski ada harapan, perlindungan habitat tetap menjadi kunci utama agar burung unik ini tidak semakin terancam.
Horned guan bukan sekadar burung dengan tanduk merah mencolok, tapi simbol rapuhnya ekosistem hutan awan Amerika Tengah. Ukurannya yang besar, perilakunya yang khas, serta status konservasinya menjadikan spesies ini sangat penting untuk dilindungi. Kehadirannya adalah bagian dari keseimbangan alam yang gak tergantikan. Menjaga horned guan berarti ikut menjaga hutan awan dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.


















