5 Fakta Menarik Kebakaran Gambut, Beda dari Kebakaran Hutan Biasa

- Gambut yang kaya karbon dan air menjadi mudah terbakar ketika pembukaan atau alih fungsi lahan serta pemanasan global menurunkan sistem hidrologi dan muka air tanah.
- Kebakaran gambut menghasilkan polutan lebih besar daripada kebakaran vegetasi, termasuk partikel halus, sulfur dioksida, karbon organik, metana, dan karbon monoksida yang memperburuk kualitas udara.
- Api dapat membara di bawah tanah selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, membakar lapisan dalam, sulit dipadamkan, serta merusak habitat dan kehidupan satwa liar.
Gambut adalah lahan basah yang menyimpan ribuan cadangan karbon di dalamnya. Lahan ini terbentuk dari penumpukan bahan-bahan organik dari alam seperti kayu dan dedaunan yang lapuk tidak sempurna, dengan didominasi air sekitar 80 persennya. Oleh sebab itu, lahan gambut disebut sebagai lahan basah kaya karbon.
Karena tersusun dari sebagian besar air, lahan gambut bersifat menyerap air dan tidak mudah terbakar. Akan tetapi, beberapa aktivitas manusia seperti pembukaan lahan atau alih fungsi lahan gambut menjadi lahan pertanian atau perkebunan sawit, serta dampak pemanasan global, membuat pengairan atau sistem hidrologi gambut berkurang, yang menyebabkan penurunan permukaan air tanah dan mudah terbakar ketika tersulut api.
Menariknya, kebakaran gambut memiliki karakteristik yang unik, berbeda dengan kebakaran vegetasi pada umumnya. Bahkan, dampak yang dihasilkan juga lebih besar dari kebakaran hutan biasa. Apa saja fakta menarik kebakaran gambut? Berikut ringkasannya.
1. Polusi yang dihasilkan berkali lipat lebih banyak dari kebakaran hutan

ilustrasi kebakaran gambut (pexels.com/Alexandre P. Junior) Saat terjadi kebakaran hutan vegetasi, ini menghasilkan polutan atau asap dengan berbagai kandungan yang sangat berbahaya dan beracun. Beberapa materialnya termasuk material partikulat super halus (PM), oksida nitrogen, sulfur dioksida, karbon organik, metana, dan karbon monoksida. Dilansir laman NASA, diperkirakan kebakaran gambut menghasilkan tiga kali lebih banyak partikel halus, lima kali lebih banyak sulfur dioksida, tiga kali lebih banyak karbon organik, dan dua kali lebih banyak metana dan karbon monoksida, dibandingkan dengan kebakaran hutan vegetasi.
2. Menghasilkan dua jenis api yang membara dan berkobar

ilustrasi api berkobar (pexels.com/Keith Lowery) Jika kamu menyaksikan kebakaran hutan vegetasi, api hanya membakar vegetasi dan menghasilkan kobaran api yang menyala di atas permukaan tanah. Akan tetapi, pada kebakaran gambut, api tak hanya menghasilkan kobaran api di permukaan saja, tetapi juga menghasilkan bara api di bawah permukaan tanah. Api yang membakar di permukaan akan masuk ke dalam tanah dan menciptakan bara api di dalamnya. Ini menyebabkan proses pembakaran berjalan lebih lambat namun dampaknya lebih luas.
Karakteristik inilah yang membuat kebakaran lahan gambut juga disebut sebagai kebakaran zombie. Api membakar diam-diam di dalam tanah dan dapat bertahan hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, yang sulit dikendalikan. Menariknya, penyebaran mendalam ini bisa membakar areal gambut lebih luas 50 hingga 100 kali lebih besar daripada kebakaran yang menyala. Api tampak padam di permukaan hanya untuk muncul kembali di titik yang lebih jauh dari titik awal kebakaran.
3. Api dalam tanah gambut bisa membakar hingga kedalaman tertentu

ilustrasi kebakaran gambut (pexels.com/K) Karena karakteristiknya terdiri dari bahan-bahan organik yang tidak lapuk sempurna, bara api pada tanah gambut kering bisa terus membakar hingga kedalaman tertentu di bawah tanah. Dilansir dari Proceeding of the Combustion Institute tahun 2019, kebakaran gambut dapat menghabiskan lapisan gambut lebih dari 50 cm ke bawah. Namun, kedalaman ini juga bervariasi tergantung pada ekosistem dan kelembapan area gambut.
Jika kebakaran gambut sebelumnya tidak sepenuhnya dipadamkan di lapisan tanah yang dalam, ketika musim kemarau tiba, api tersembunyi ini dapat menyebar ke atas dan menyebabkan kebakaran berkobar. Masih dari jurnal yang sama, api membara dari lapisan bawah gambut bisa menyebar ke atas dari kedalaman 90 cm ke permukaan bebas, dan laju penyebaran ke atas lebih cepat daripada model penyebaran ke bawah. Inilah yang menyebabkan kebakaran gambut tak hanya selesai dipadamkan hanya dengan menyiram permukaan saja.
4. Menyebabkan pembakaran tidak sempurna yang menghasilkan kualitas udara lebih buruk

ilustrasi kebakaran gambut (pexels.com/Oscar Sánchez) Pembakaran membara pada bagian bawah permukaan lahan gambut adalah proses pembakaran dengan suhu rendah. Pembakaran suhu rendah ini menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna karena ketersediaan oksigen yang tidak mencukupi. Dijelaskan dalam jurnal The Royal Society Publishing tahun 2016, pembakaran tidak sempurna pada lahan gambut bertanggung jawab atas dampak atmosfer dan kualitas udara yang lebih substansial daripada kebakaran vegetasi.
Selain menghasilkan emisi gas rumah kaca langsung seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan tidak langsung seperti karbon monoksida (CO1), kebakaran gambut juga menghasilkan senyawa beracun seperti benzena, hidrogen sianida, dan partikel super halus (PM2.5) dalam jumlah tinggi. Asap tebal dengan kandungan materi tersebut sangat berisiko terhadap kesehatan, baik manusia maupun hewan yang terdampak.
5. Kebakaran gambut merupakan predator puncak dari segala jenis kebakaran

ilustrasi kebakaran gambut (pexels.com/Yavuz Solgun) Mengutip dari laman NASA, jika ada predator puncak di antara kebakaran, kebakaran lahan gambut tropis akan menjadi kandidat utama. Hal ini karena, kebakaran gambut tak hanya membakar pemukaan tanah saja, tetapi juga endapan gambut yang luas di bawah permukaan. Kebakaran lahan basah yang kering ini berlangsung sangat lambat, sangat mencemari, dan sangat sulit dipadamkan.
Tidak hanya manusia yang terkena dampaknya, satwa liar pun juga menderita akibat kebakaran lahan gambut. Pada kebakaran hutan Kalimantan tahun 2015 yang menghancurkan sekitar 10 persen dari total luas hutan Sebangau saja, menyebabkan hilangnya habitat satwa liar secara luas, pengungsian, terganggunya ketersediaan makanan serta kemampuan untuk mencari makan.
Gambut dan api adalah perpaduan yang mengerikan. Kebakaran gambut bisa menyebabkan kebakaran yang sangat lambat dengan dampak yang luas dan sulit dikendalikan. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik untuk mencegah daripada memadamkannya.








![[QUIZ] Apakah Kamu Bisa Bertahan Hidup Kalau Tinggal pada Zaman Dinosaurus?](https://image.idntimes.com/post/20240426/kuis-bertahan-hidup-era-dinosaurus-235095f600d628144f53415fdfc12cb4.jpg)


![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin Ini, Kamu Dominan Otak Kanan atau Kiri?](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)



![[QUIZ] Apa Kamu Tahu Hal Nyata dari Karakter Spongebob Squarepants?](https://image.idntimes.com/post/20250604/magen-43da29a867d49c1f351ac6b665d26419-30326102e311e355aaa73a429bac93e5.jpg)



![[QUIZ] Pilih Lukisan Ini, Kami Tebak Mentalmu Sekuat Baja atau Sebaliknya](https://image.idntimes.com/post/20250601/1000322455-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-21376d6b3c0ef32294f5bbfd3cbfacef.jpg)

