Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

12 Penguin yang Tak Hidup di Tempat Dingin, Banyak yang Terancam Punah

12 min read
12 Penguin yang Tak Hidup di Tempat Dingin, Banyak yang Terancam Punah
Penguin magellan di Pulau Magdalena. (commons.wikimedia.org/lwolfartist)
  • Penguin galapagos merupakan satu-satunya penguin tropis dan terancam punah akibat perubahan iklim serta berkurangnya sumber makanan.

  • Sejumlah penguin hidup di habitat yang relatif hangat, seperti pesisir Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

  • Penguin prasejarah, seperti Icadyptes salasi dan Anthropornis nordenskjoeldi, memiliki ukuran tubuh jauh lebih besar daripada penguin modern.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Beberapa hewan memang sangat mengagumkan. Bahkan, ada hewan yang bikin kamu gemas dan mau meluk, kan? Nah, penguin termasuk salah satu hewan menggemaskan itu. Kamu mungkin sudah tahu kalau penguin itu merupakan sejenis burung yang tidak bisa terbang. Selain itu, hewan ini terkenal karena hidup di salah satu tempat paling tidak ramah di Bumi. Yap, mereka tinggal di Antarktika.

Antarktika bukan hanya dingin, melainkan dinginnya bisa membuat tubuh manusia membeku. Laman Aurora Expeditions menjelaskan bahwa suhu rata-rata di Antarktika, yang juga merupakan salah satu tempat paling dingin dan berangin di Bumi, adalah -60 derajat celsius. Pada bulan-bulan musim dingin, suhu turun hingga -80 derajat celsius. Nah, suhu maksimum musim panasnya mencapai -10 derajat celsius, yang masih tidak nyaman untuk tubuh manusia.

Namun, penguin kayaknya tidak keberatan, ya, dengan suhu dingin itu. Pasalnya, suhu ini yang membuat penguin berkembang, lho. Bahkan, selama bulan-bulan perkembangbiakan penguin kaisar, mereka harus melawan angin berkecepatan 124 mph (200 km/jam).

Nah, itulah fakta yang paling umum tentang penguin. Hanya ada beberapa spesies penguin yang beradaptasi untuk hidup dalam kondisi ekstrem seperti itu. Namun, ternyata ada beberapa jenis penguin yang punya kehidupan berbeda dan bertentangan dengan apa yang biasanya digambarkan sebagai penguin. Ada, lho, penguin hutan! Mereka juga sama-sama menggemaskan. Yuk, kita bahas penguin yang tidak hidup di salju dan es!

  1. 1. Penguin galapagos, satu-satunya penguin tropis di dunia yang terancam punah

    Penguin galapagos (Spheniscus mendiculus) di Pulau Fernandina, Galapagos, Ekuador.
    Penguin galapagos (Spheniscus mendiculus) di Pulau Fernandina, Galapagos, Ekuador. (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

    Penguin ini disebut penguin galapagos dan hidup di beberapa pulau yang membentuk Kepulauan Galapagos. Menurut International Galapagos Tour Operators Association, Kepulauan Galapagos terletak di Samudra Pasifik, sekitar 965 kilometer dari pantai Ekuador. Kepulauan ini menjadi tempat yang sangat keren. Di mana lagi kamu bisa melihat penguin bergaul bersama flamingo?

    Penguin galapagos yang diberi nama sesuai dengan karakteristik mereka merupakan salah satu penguin terkecil di dunia, dengan tinggi sekitar 50 cm. Penguin ini berburu makanan pada siang hari. Nah, saat berburu, penguin galapagos memamerkan kemampuan berenang yang luar biasa. Yap, ia mampu melesat dan menyelam di dalam air dengan kecepatan hingga 25 mph.

    Dikutip National Geographic, penguin galapagos punya kepribadian yang sesuai dengan ukuran mereka yang mungil dan menggemaskan, lho. Penguin ini dikenal cukup tenang. Sayangnya, menurut para ilmuwan, populasi penguin galapagos menyusut.

    Perubahan iklim yang terjadi secara drastis menggeser populasi krustasea dan ikan yang menjadi makanan utama penguin galapagos. Itu berarti, penguin galapagos harus pergi semakin jauh dari rumah mereka hanya untuk mencari makanan. Hal itu membuat penguin kecil ini sangat rentan terhadap predator, nih.

    Pada tahun 2017, International Union for the Conservation of Nature (IUCN) secara resmi mengklasifikasikan penguin galapagos sebagai spesies yang terancam punah. Perlindungan untuk mereka memang sudah dilakukan. Namun, hanya waktu yang akan menjawab apakah penguin tropis ini masih bisa bertahan pada masa mendatang atau tidak.

  2. 2. Penguin snares, penguin hutan yang punya ritual mandi selama 3 jam setiap harinya

    Penguin snares (Eudyptes Robustus) sedang menyelam.
    Penguin snares (Eudyptes Robustus) sedang menyelam. (commons.wikimedia.org/Brocken Inaglory)

    Kepulauan Snares bisa dibilang cukup unik jika dibandingkan dengan pulau-pulau lain. Adapun, pulau-pulau sub-Antarktika ini tidak pernah dihuni oleh manusia atau dimasuki spesies nonasli. Itu sebabnya, pulau ini menjadi surga di Bumi bagi spesies seperti penguin snares.

    BBC pernah mengunjungi penguin hutan kecil yang unik ini dan menemukan kota penguin yang dibilang mirip seperti labirin. Sebab, setiap koloni punya area masing-masing. Meski begitu, penguin snares masih terhubung oleh serangkaian jalan setapak yang sudah dilalui oleh banyak pasang kaki penguin. Jalan setapak yang berkelok-kelok naik ke hutan dari laut ini terlihat bolak-balik di bawah kanopi hutan.

    BBC Earth mengatakan bahwa ada sekitar 60 ribu penguin yang hidup di Kepulauan Snares. Berbeda dengan penguin galapagos, penguin snares justru berkembang pesat karena kurangnya predator. Namun, penguin ini juga menghadapi satu bahaya: lumpur. Pasalnya, saat bulu kedap air penguin snares ini kotor oleh lumpur, penguin ini pun harus mandi setiap hari. Jadi, penguin snares ini harus menuju ke salah satu dari banyak kolam, tempat mereka membersihkan diri dan meminyaki kembali bulu mereka selama 3 jam lamanya.

  3. 3. Penguin jackass, penguin kecil yang manis dengan suara yang unik

    Penguin afrika (Spheniscus demersus) di Pantai Boulders, Simon's Town, Afrika Selatan.
    Penguin afrika (Spheniscus demersus) di Pantai Boulders, Simon's Town, Afrika Selatan. (commons.wikimedia.org/Diego Delso)

    Penguin afrika atau yang sering disebut penguin jackass punya suara yang terdengar seperti keledai, lho, ketimbang burung. Penguin-penguin ini hidup di lepas pantai barat daya Afrika, tempat mereka bersarang di pulau-pulau datar, berpasir, dan berbatu serta di sepanjang pantai daratan utama. Adapun, sebagian besar penguin jackass tinggal di daerah dengan suhu air rata-rata antara 5–20 derajat celcius.

    Nah, suara penguin jackass yang mirip keledai ternyata punya banyak kesamaan dengan bahasa kita, lho. Pada 2020, dalam jurnal Biology Letters, penguin jackass tidak hanya mengeluarkan suara berupa suku kata. Namun, pola bicara mereka dan frekuensi penggunaan kata panjang serta pendek mirip seperti aturan yang sama dengan bahasa manusia.

    Penguin jackass juga ditemukan menggunakan kata yang mengikuti hukum Menzerath-Altmann. Itu artinya, kata-kata panjang punya suku kata pendek dan kata-kata pendek punya suku kata yang relatif panjang. Sejauh ini, penguin jackass merupakan satu-satunya hewan nonprimata yang mampu berbicara dengan mengikuti beberapa pola yang sama seperti bahasa manusia.

  4. 4. Penguin humboldt, penguin yang punya sistem pendingin bawaan

    Penguin humboldt (Spheniscus humboldti) di Puñihuil, Ancud, Pulau Chiloé.
    Penguin humboldt (Spheniscus humboldti) di Puñihuil, Ancud, Pulau Chiloé. (commons.wikimedia.org/Charles J Sharp)

    Penguin humboldt tidak menetap di tempat yang tidak ada salju, es, dan suhu di bawah titik beku. Namun, penguin ini hidup di tempat yang sangat panas. Jadi, penguin ini malah punya sistem pendingin dalam tubuh mereka untuk bertahan hidup.

    Penguin humboldt mudah sekali dikenali dari bercak kulit merah muda yang ada pada wajah, kaki, dan di bawah sayap mereka. Warna mereka bahkan bisa menjadi lebih merah. Selama musim paling panas dalam setahun, suhu yang dihuni penguin humboldt bisa mencapai 40 derajat celcius.

    Terus, di mana, sih, penguin humboldt ini tinggal? Yap, habitat mereka berada di sepanjang pantai barat Amerika Selatan hingga ke khatulistiwa. Penguin humboldt cenderung tinggal di sepanjang jalur arus air dingin yang mengalir dari Antarktika.

    Sayangnya, burung-burung unik ini punya kisah pilu yang sama dengan banyak spesies lain. Kamu pasti bisa tebak. Yap, penguin humboldt terancam punah. Perubahan iklim mengurangi pasokan makanan penguin humboldt secara drastis. Selain itu, habitat mereka juga rusak.

    Penguin humboldt membangun sarang mereka di kotoran burung laut lain. Nah, kotoran yang disebut guano ini diambil dan dijual manusia untuk dijadikan pupuk berkualitas tinggi. Itu berarti, jika guano tidak ada, penguin humboldt tidak bisa bertelur.

  5. 5. Penguin magellan, penguin yang suka bermigrasi

    penguin magellan di Pulau Magdalena
    penguin magellan di Pulau Magdalena (commons.wikimedia.org/lwolfartist)

    Penguin magellan adalah jenis burung dengan tinggi yang mencapai sekitar 76 cm dan berat hingga 6,5 kg. Penguin ini dikembangbiakkan di penangkaran, tapi banyak yang diselamatkan dari pantai-pantai Brasil. Setelah rehabilitasi, penguin magellan tidak bisa bertahan hidup sendiri di alam liar. Di sisi lain, penguin-penguin ini tidak menetap di satu tempat, mereka bermigrasi.

    Dari September hingga April, penguin magellan menghabiskan musim kawin mereka di pulau-pulau di lepas pantai Chili dan Argentina. Penguin magellan juga lebih suka bersantai dan bersarang di pantai berpasir (atau kadang di lahan semak berbatu). Namun, ketika musim dingin tiba, penguin magellan menuju ke pantai Peru dan Brasil. Adapun, mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka di air. Dikutip National Geographic, beberapa penguin magellan menempuh jarak 6.400 km dalam pola migrasi mereka.

    Sayangnya, ada kabar buruk juga untuk penguin magellan. Penguin jenis ini secara resmi dianggap hampir terancam punah (Near Threatened/NT) oleh IUCN karena beberapa alasan. Perubahan iklim dan ancaman terhadap pasokan makanan ditambah dengan kerusakan akibat tumpahan minyak dan polusi minyak yang berkelanjutan membuat penguin magellan sekarat. Nah, untuk mengatasi penurunan populasi, UNESCO mendirikan cagar alam besar-besaran di Argentina.

  6. 6. Penguin pelompat-batu selatan, penguin mungil yang tangguh

    Sepasang penguin pelompat-batu selatan di Murrell Farm, Falkland Timur.
    Sepasang penguin pelompat-batu selatan di Murrell Farm, Falkland Timur. (commons.wikimedia.org/Nick)

    Pasti kamu gemas banget, kan, kalau melihat penguin lagi berjalan? Namun, penguin pelompat-batu selatan agak berbeda, nih. Penguin kecil ini—yang beratnya hanya beberapa kilogram—melompat, alih-alih berjalan terhuyung-huyung seperti kebanyakan penguin. Sebagaimana yang diberitahu Oceana, penguin pelompat-batu selatan hidup di garis pantai berbatu di pulau-pulau di utara Antarktika. Adapun, burung-burung kecil ini cukup agresif terhadap apa pun, terlepas dari ukuran mereka. Penguin pelompat-batu selatan juga dikenal cukup tangguh karena bisa berburu dan memakan cumi-cumi sebagai bagian dari makanan mereka sehari-hari.

    Tahun demi tahun, penguin jantan akan kembali ke tempat berkembang biak yang sama. Penguin jantan ini mencari pasangan—biasanya betina yang sama—dengan gerakan alis kuning mereka yang mengagumkan. Sayangnya, ketika tiba waktunya pasangan penguin bertemu kembali untuk musim kawin, justru populasi penguin pelompat-batu selatan menurun hingga 90 persen di beberapa daerah. Dengan begitu, penguin-penguin tersebut tampak sedih dan kesepian.

  7. 7. Penguin pelompat-batu timur, penguin yang suka berkelahi, tapi menjaga anak-anak mereka dengan baik

    Penguin pelompat-batu timur di Garden Cove.
    Penguin pelompat-batu timur di Garden Cove. (commons.wikimedia.org/Hullwarren)

    Penguin pelompat-batu timur disebut sebagai penguin punk-rocker dan itu ada benarnya. Penguin ini memang bergaya punk. Seperti penguin pelompat-batu lain, mereka berjalan dengan cara melompat. Itulah kenapa mereka terlihat seperti anak punk karena bergerak lincah di sepanjang garis pantai berbatu di Selandia Baru.

    Penguin kecil ini punya beberapa kelebihan, lho. Penguin pelompat-batu timur merupakan orangtua yang hebat. Sebab, jantan dan betina bekerja sama dan bergantian mengerami telur mereka. Lalu, si jantan menjaga anak-anak mereka, sementara si betina berburu dan membawa pulang makanan. Mereka pun terlihat saling merawat dan menjadi orangtua yang penuh kasih sayang. Menggemaskan, ya? Namun, penguin pelompat-batu timur bisa kasar kepada penguin di luar spesies mereka atau di luar kelompok keluarga mereka. Jadi, jangan kaget kalau kamu melihat mereka suka berkelahi ketika memilih batu-batu terbaik untuk area bersarang.

    Sayangnya, jumlah penguin pelompat-batu timur di Selandia Baru menurun dengan cepat. Lagi-lagi perubahan iklim punya dampak buruk pada penguin-penguin kecil yang lincah ini. Nah, contohnya saja di Pulau Campbell. Hanya ada 800 ribu pasang penguin yang berkembang biak pada 1942. Sekarang, jumlah mereka hanya sekitar 51.500.

  8. 8. Penguin pelompat-batu utara, penguin yang suka berkelahi, tapi saling menjaga

    Penguin pelompat-batu utara di pantai utara Pulau Amsterdam, TAAF, Prancis.
    Penguin pelompat-batu utara di pantai utara Pulau Amsterdam, TAAF, Prancis. (commons.wikimedia.org/Antoine Lamielle)

    Meski punya nama yang sama dan gaya alis yang serupa dengan penguin pelompat-batu selatan, pelompat-batu utara (atau penguin moseley) dianggap sebagai spesies yang berbeda, nih. Seperti nama mereka, penguin moseley ditemukan lebih jauh ke utara. Penguin ini punya beberapa adaptasi pada lemak dan bulu yang sama dengan penguin di daerah beriklim dingin. Adapun, biasanya penguin ini ditemukan di perairan beriklim sedang di Atlantik Selatan dan Samudra Hindia.

    Burung-burung kecil yang temperamental ini digambarkan sangat agresif, lho. Mereka suka berkelahi dan saling dorong di mana saja, kapan saja, dan karena alasan apa saja. Namun, penguin moseley juga punya jiwa sosial yang tinggi. Sebab, saat anak-anak mereka berusia beberapa minggu, orangtua mereka akan berkumpul dan menempatkan mereka semua ke dalam semacam tempat penitipan anak penguin. Di sinilah, penguin dewasa akan bergantian mengawasi kelompok anak-anak penguin, sementara yang lain pergi berburu (seperti yang dilakukan beberapa spesies penguin lain).

  9. 9. Penguin peri, penguin mungil yang paling dekat dengan spesies dari nenek moyang mereka

    penguin kecil (Eudyptula minor)
    penguin kecil (Eudyptula minor) (commons.wikimedia.org/Wandering and Wilderness)

    Dunia bisa menjadi tempat yang sangat keras, kejam, dan menyedihkan. Yap, kamu pasti sering mendengar berbagai macam berita yang membuat kamu tak habis pikir. Namun, tenang, di luar sana ada penguin peri yang bisa membuat amarah kamu meredam, nih.

    Kenalin, penguin ini juga disebut penguin kecil. Yap, mereka sangat menggemaskan, lho. Berat rata-rata penguin ini hanya 1 kg dan tinggi mereka mencapai sekitar 45 cm. Di sisi lain, penguin peri sudah tidak memiliki tubuh berwarna hitam-putih itu. Sebagai gantinya, tubuh mereka berwarna biru dan putih.

    Aquarium of the Pacific menyebutkan bahwa penguin-penguin ini tinggal di perairan beriklim sedang di sekitar Australia dan Selandia Baru. Mereka cenderung sangat pemalu, tetapi sangat vokal selama musim kawin. Selain itu, suara yang dibuat oleh anak-anak penguin ini digambarkan mirip bunyi bip bernada tinggi. Dipercaya bahwa penguin peri merupakan spesies penguin yang paling dekat dengan nenek moyang kuno mereka.

  10. 10. Penguin hoiho, penguin pemalu dan introver yang paling langka dari spesies penguin lain

    Penguin bermata kuning/hoiho (Megadyptes antipodes) dinamai demikian karena iris mata mereka yang berwarna kuning dan pita kuning yang khas di kepala.
    Penguin bermata kuning/hoiho (Megadyptes antipodes) dinamai demikian karena iris mata mereka yang berwarna kuning dan pita kuning yang khas di kepala. (commons.wikimedia.org/Bernard Spragg)

    Apa kamu tahu kalau uang kertas 5 dolar Selandia Baru (Rp52 ribu) itu bergambar penguin? Yap, tapi itu bukan gambar penguin biasa. Penguin ini adalah penguin bermata kuning, yang juga dikenal dengan nama Maorinya sebagai hoiho.

    New Zealand Geographic menjelaskan bahwa penguin kecil ini sangat pemalu. Di samping itu, setelah mencari makanan di laut dan berenang sejauh 24 kilometer, penguin ini akan kembali ke area bersarang yang mereka bangun jauh dari penguin lain atau dari spesies mereka sendiri. Introver banget, ya, penguin ini!

    Sayangnya, jumlah ikan yang semakin sulit didapat, membuat populasi penguin ini semakin berkurang meski ada upaya konservasinya. Hanya tersisa beberapa ratus pasang penguin hoiho yang berkembang biak di alam liar. Sayangnya, mereka terus terancam oleh aktivitas manusia, penangkapan ikan berlebihan, dan perubahan iklim.

  11. 11. Penguin bersirip putih, penguin mungil yang mirip dengan penguin peri

    Penguin bersirip putih (Eudyptula albosignata) berdiri di atas bebatuan di Cagar Alam Pohatu, Semenanjung Banks, Pulau Selatan, Selandia Baru.
    Penguin bersirip putih (Eudyptula albosignata) berdiri di atas bebatuan di Cagar Alam Pohatu, Semenanjung Banks, Pulau Selatan, Selandia Baru. (commons.wikimedia.org/R Roscoe)

    Penguin ini disebut penguin bersirip putih. Namun, sebutan itu agak keliru, nih, soalnya sirip mereka tidak sepenuhnya putih, tetapi berpinggiran putih. Penguin ini juga sangat kecil dan mirip dengan penguin peri. Penguin bersirip putih pernah dianggap sebagai spesies yang sama dengan penguin peri sampai-sampai pengujian DNA mereka justru membuktikan sebaliknya.

    Penguin-penguin kecil yang menggemaskan ini—bersama dengan banyak spesies penguin lain—dianggap terancam punah. Penguin bersirip putih secara resmi ditetapkan sebagai hewan terancam punah oleh IUCN. Pasalnya, penguin ini hanya menjelajahi wilayah yang sangat kecil. Mereka hanya hidup dan berkembang biak di Pulau Motunau dan Semenanjung Banks di Canterbury, Selandia Baru.

    Dahulu, sebelum orang Eropa menetap di daerah itu, garis pantai tersebut merupakan rumah bagi puluhan ribu pasang penguin bersirip putih. Namun, sekarang campur tangan manusia, terutama industri perikanan dan minyak, telah membuat jumlah mereka menurun drastis. Penguin ini dianggap sebagai satu-satunya hewan endemik di daerah tersebut dan hanya tersisa sekitar 4 ribu pasang.

  12. 12. Penguin prasejarah

    ilustrasi penguin prasejarah
    ilustrasi penguin prasejarah (commons.wikimedia.org/Discott)

    Pada 2007, The Guardian melaporkan tentang fosil seekor penguin prasejarah raksasa yang ditemukan di Peru. Fosil tersebut milik seekor penguin yang hidup sekitar 36 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan menjelaskan bahwa penguin itu hampir sama seperti penguin masa kini dengan leher tebal dan sirip yang dirancang untuk berenang. Namun, tinggi mereka sekitar 1,5 meter dan paruh mereka sepanjang 17 cm.

    Penguin prasejarah ini secara resmi diberi nama Icadyptes salasi. Nah, ukuran besar penguin ini rupanya tidak mengejutkan juga. Pasalnya, pada saat itu, Bumi—khususnya wilayah Peru—sangat hangat. Suhu hangat ini meningkatkan jumlah mangsa yang dapat dimangsa oleh penguin raksasa tersebut. Ada pula fosil prasejarah penguin lain yang ditemukan di Selandia Baru. Penguin raksasa yang dikenal sebagai Anthropornis nordenskjoeldi hidup sekitar 6 juta tahun yang lalu, dengan tinggi sekitar 1,9 meter dan berat sekitar 90 kg.

    Seperti yang kamu tahu, penguin itu hidup di cuaca dingin dan berkelompok. Namun, ada beberapa penguin yang ternyata hidup pada cuaca yang relatif hangat. Belum lama ini, bahkan viral di sosial media tentang penguin yang pergi dan berpisah dari kelompok mereka. Penguin ini pun dijuluki "Nihilist Penguin". Hal seperti ini tentunya menjadi hal yang baru bagi kamu, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More