Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Anjing Bisa Mencium Rasa Takut Manusia? Ini Kata Studi!

4 min read
Benarkah Anjing Bisa Mencium Rasa Takut Manusia? Ini Kata Studi!
Seekor anjing terlihat khawatir. (pexels.com/luiscanelon)
  • Studi Universitas Napoli Federico II menemukan anjing dapat mendeteksi aroma ketakutan manusia, lalu menunjukkan stres, detak jantung lebih tinggi, dan lebih sering mencari ketenangan dari pemilik.
  • Perubahan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol memengaruhi kimia napas serta keringat manusia. Dengan 220 juta reseptor penciuman, anjing menangkap sinyal ini tanpa pelatihan khusus.
  • Riset terbaru melaporkan anjing dan serigala penangkaran bereaksi mirip terhadap aroma ketakutan manusia, mengindikasikan kepekaan tersebut mungkin telah ada pada kelompok Canidae sebelum domestikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Anjing dikenal sebagai hewan yang sangat peka. Saat matanya menatap kita, anjing seperti terlihat tahu apa yang sedang kita rasakan. Bahkan saat kita merasa cemas, anjing kesayangan juga ikut cemas.

Hampir setiap pemilik anjing punya pemikiran serupa. Seolah-olah anjing bisa merasakan berbagai emosi manusia. Ternyata, sudah banyak studi yang mempelajari kemampuan anjing dalam mencium perasaan manusia. Lantas, benarkah anjing bisa mencium rasa takut dan kecemasan manusia? Bagaimana cara anjing mencium emosi manusia?

  1. 1. Anjing bisa mencium rasa takut dan kecemasan manusia

    Anjing Golden Retriever tersenyum.
    Anjing Golden Retriever tersenyum. (pexels.com/svetozar-milashevich-99573)

    Ya, anjing tahu saat kamu merasa takut atau tertekan. Kesimpulan ini diambil tim peneliti dari Universitas Napoli Federico II, Italia, saat meneliti perilaku anjing Golden Retriever dan Labrador. Di dalam penelitian, anjing-anjing itu disuguhkan sampel aroma bahagia, netral, dan rasa takut.

    Hasilnya? Mengutip laman PetMD, anjing lebih sering berinteraksi dengan orang asing dan memiliki detak jantung lebih rendah saat terpapar aroma bahagia. Sebaliknya, anjing menunjukkan perilaku stres dan memiliki detak jantung lebih tinggi saat terpapar aroma rasa takut. Mereka juga lebih sering minta ditenangkan oleh pemiliknya dan lebih jarang berinteraksi dengan orang asing.

    Ini berarti kalau aroma yang kita keluarkan saat merespons pada kondisi emosional bisa dikomunikasikan lintas spesies pada anjing. Saat kamu merasa takut, kemungkinan anjingmu bisa menciumnya dan ikut merasa takut pula. Studi ini dimuat dalam jurnal Animal Cognition pada 2017 lalu.

  2. 2. Indra penciuman anjing memang sepeka itu

    Seekor anjing menelengkan kepala.
    Seekor anjing menelengkan kepala. (pexels.com/sharon-snider-2339082)

    Lantas, bagaimana cara anjing mencium rasa takut manusia? Saat merasa takut, tubuh kita akan mengeluarkan cairan lewat kelenjar keringat. Di dalam keringat ini ada sinyal-sinyal kimiawi yang bisa dideteksi oleh hidung anjing.

    Sinyal-sinyal kimiawi itu berupa hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol. Saat amigdala mendeteksi ancaman, bagian otak ini akan mengirimkan sinyal ke bagian otak lain, hipotalamus. Kemudian, hipotalamus memicu kelenjar adrenal untuk melepas hormon-hormon stres. Nah, perubahan dalam tubuh manusia ini mengubah komposisi zat kimia dalam napas dan keringat kita, dan anjing bisa mendeteksinya, terang Dr. Zoe Parr-Cortes, seorang dokter hewan lulusan PhD dari Universitas Bristol, pada laman Popular Science.

    FYI, anjing punya sebanyak 220 juta reseptor penciuman. Bandingkan dengan kita manusia yang cuma punya 5 juta reseptor bau. Gak cuma itu, anjing juga punya organ khusus pendeteksi veromon bernama organ Jacobson yang sangat berkembang. Pada manusia, organ ini gak begitu berfungsi.

    Studi yang digawangi Dr. Zoe sendiri bersama kolega menemukan kalau anjing bisa mendeteksi perbedaan kadar kortisol, atau perubahan kimiawi lain yang berkaitan dengan stres dan rasa takut, lewat indra penciumannya itu. Dalam hasil studi yang dipublikasikan jurnal Scientific Reports pada 2024 lalu, anjing yang terpapar aroma orang yang merasa stres menunjukkan perilaku yang lebih berhati-hati dibandingkan anjing yang terpapar aroma orang yang merasa rileks. Anjing-anjing itu juga bisa mendeteksinya tanpa pelatihan khusus.

  3. 3. Serigala juga bisa mencium rasa takut manusia

    tampak dekat serigala liar
    tampak dekat serigala liar (pexels.com/sunny67)

    Pertanyaannya sekarang, mengapa anjing mengembangkan kepekaan tinggi terhadap emosi manusia? Banyak yang berspekulasi kalau kepekaan ini adalah hasil dari domestikasi dan kedekatan anjing di sisi manusia selama ribuan tahun. Kemungkinan, peka terhadap respons stres atau rasa takut bisa bermanfaat bagi anjing dalam mendeteksi ancaman bahaya di sekitarnya.

    Namun, studi terbaru mengungkap fakta menarik. Serigala juga bisa mencium rasa takut manusia. Sebuah studi yang dilansir jurnal Animal Cognition pada Juli 2026 lalu menemukan kalau anjing dan serigala berperilaku sangat mirip saat dihadapkan dengan sampel yang mengandung aroma rasa takut.

    Namun, karena serigala dalam studi dibesarkan di penangkaran, hal ini gak serta merta berarti kalau serigala liar juga punya kemampuan ini. Tim peneliti menekankan pada laman IFL Science bahwa dalam kondisi kehidupan serupa, baik anjing dan serigala bisa menunjukkan kepekaan yang sama pada aroma ketakutan manusia. Ini menandakan kalau kemampuan ini sudah ada pada kelompok anjing (Canidae) sebelum proses domestikasi terjadi.

    Bagaimana kalau menurutmu? Apakah anjing peliharaanmu pernah menunjukkan kemampuannya mencium rasa takut dan kecemasanmu? Bagikan pengalamanmu, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More