Fakta Oposisi Jupiter, Fenomena yang Muncul pada 10 Januari 2026

Jupiter merupakan salah satu planet yang kerap menampakkan diri di langit bersama Bulan dan bintang. Kehadiran planet terbesar di tata surya ini terkadang tidak disadari oleh kita lantaran visualnya yang sama dengan bintang apabila diamati dari Bumi. Bedanya, bintang tampak berkelap-kelip, sementara planet tidak.
Untuk mendapatkan pemandangan terbaik Jupiter di langit malam, kamu harus menunggu momen-momen tertentu. Planet raksasa ini biasanya akan bersinar terang ketika memasuki fase oposisi. Secara astronomis, fenomena oposisi Jupiter terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Jupiter.
Kabar baiknya, fenomena oposisi Jupiter akan terjadi di Januari 2026. Agar tidak ketinggalan, yuk, simak tanggal dan waktunya di bawah ini!
1. Proses terjadinya oposisi Jupiter

Secara sederhana, oposisi Jupiter terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Jupiter sehingga ketiganya hampir membentuk satu garis lurus di tata surya. Dalam posisi ini, Jupiter tampak berada di sisi berlawanan dari Matahari jika diamati dari Bumi. Posisi tersebut membuat sang planet raksasa terbit saat Matahari terbenam dan terlihat sepanjang malam.
Dilansir EarthSky, fase oposisi membuat Jupiter tampak paling terang di langit karena posisinya memungkinkan cahaya Matahari dipantulkan secara maksimal ke arah Bumi. Fenomena ini terjadi secara berkala, sekitar setiap 13 bulan sekali, akibat perbedaan kecepatan orbit antara Bumi dan Jupiter. Pada momen tersebut, sisi Jupiter yang sepenuhnya menghadap Matahari terlihat jelas dari Bumi, sehingga planet raksasa tersebut tampak lebih cerah dan ukurannya terlihat lebih besar.
2. Waktu terbaik mengamati oposisi Jupiter

Fenomena oposisi Jupiter dapat diamati di Indonesia pada 10 Januari 2026. Mengutip dari In-the-Sky, Jupiter akan terlihat antara pukul 18.42–05.12 WIB. Artinya, planet terbesar di tata surya ini bakal stay di langit sepanjang malam.
Adapun, waktu terbaik untuk mengamati Jupiter yaitu pada jam 23.57 WIB, ketika ia berada di titik tertingginya di cakrawala. Jika diamati dengan mata telanjang, Jupiter akan tampak seperti bintang paling terang di langit malam. Untuk mendapatkan visual Jupiter secara utuh, kamu perlu mengamatinya lewat teleskop.
3. Terletak di konstelasi Gemini

Bumi membutuhkan waktu sekitar 12 bulan untuk mengelilingi Matahari relatif terhadap posisi Jupiter. Karena itu, menurut kalender Bumi, momen oposisi Jupiter terjadi sekitar satu bulan lebih lambat setiap tahunnya. Siklus ini juga berkaitan dengan keberadaan 12 rasi bintang zodiak yang dilewati Matahari sepanjang tahun.
Akibatnya, setiap kali oposisi, Jupiter tampak berada di depan rasi zodiak yang berbeda. Pada oposisi tahun ini, Jupiter terlihat berada di konstelasi Gemini. Kamu bisa menemukan konstelasi "si kembar" ini di antara konstelasi Auriga, Orion, Monoceros, Canis Minor, Cancer, dan Lynx.
4. Jarak dan ukuran visual

Saat oposisi, Jupiter dapat terlihat hampir sepanjang malam. Meski berada pada jarak terdekatnya dari Bumi (perigee), planet ini tetap tampak seperti titik cahaya mirip bintang jika diamati dengan mata telanjang. Pada momen tersebut, Jupiter berada pada jarak sekitar 632,6 juta kilometer dari Bumi, dengan diameter tampak mencapai 45,6 detik busur dan tingkat kecerlangan sekitar magnitudo −2,7.
Kondisi ini menjadikan Jupiter sebagai salah satu objek paling terang di langit malam. Selain itu, lintasan pergerakan Jupiter sepanjang 2026 serta waktu terbit dan terbenamnya dapat dipantau melalui peta langit khusus. Data dan informasi yang ada di dalam peta langit akan membantumu menentukan waktu terbaik untuk menyaksikan Jupiter selama periode oposisi.
5. Tidak membahayakan Bumi

Fenomena oposisi Jupiter tidak akan membahayakan Bumi. Fenomena ini hanyalah peristiwa kesejajaran yang membuat Jupiter tampak paling terang jika diamati dari Bumi. Oleh karena itu, tak perlu khawatir ketika oposisi Jupiter terjadi pada 10 Januari 2026 nanti.
Fyi, selama berabad-abad, Jupiter dikenal sebagai planet pelindung Bumi. Ia bertindak layaknya gravitational shield yang menarik atau membelokkan asteroid dan komet besar agar tidak langsung menuju ke planet kita. So, fenomena oposisi Jupiter bisa jadi momen istimewa untuk mengamati planet terbesar ini, sang pelindung Bumi.



















