5 Fakta Unik Cecak Siang Raksasa Madagaskar, Bukan Hewan Nokturnal

- Cecak siang raksasa Madagaskar adalah reptil diurnal berwarna hijau terang yang aktif di siang hari dan hidup di pepohonan dengan sifat jantan yang teritorial.
- Spesies ini endemik Madagaskar, terutama di Nosy Komba dan Réunion, namun telah menyebar ke Florida dan Hawaii sebagai spesies introduksi yang berpotensi invasif.
- Makanannya berupa serangga, nektar, hingga cairan buah, bereproduksi dengan bertelur dua butir antara Desember–Juni, dan anaknya langsung mandiri setelah menetas.
Kesan pertama saat mendengar kata cecak adalah reptil kecil yang berkeliaran di malam hari dan sering memanjat dinding. Biasanya, cecak juga punya warna yang kusam seperti cokelat dan abu-abu. Namun, hal yang berbeda terjadi pada Phelsuma grandis atau cecak siang raksasa madagaskar.
Seperti namanya, reptil tersebut sangat aktif di siang hari. Warnanya juga sangat mencolok, yaitu hijau terang di seluruh tubuh. Cecak siang raksasa madagaskar juga merupakan satwa endemik sehingga tak bisa dijumpai di berbagai daerah. Mau tahu lebih banyak tentang hewan tersebut? Simak berbagai fakta uniknya di bawah ini, yuk!
1. Salah satu spesies cecak yang aktif pada siang hari

Dilansir iNaturalist, cecak siang raksasa madagaskar merupakan hewan diurnal yang beraktivitas pada siang hari. Namun, reptil ini tetap merupakan hewan arboreal yang hidup di pepohonan dan merupakan pemanjat ulung. Selain itu, individu jantannya juga bersifat teritorial dan akan mengusir individu jantan lain yang memasuki wilayah kekuasannya. Menariknya, ia memperbolehkan individu betina untuk masuk ke teritorinya. Cecak siang raksasa madagaskar memang tergolong lambat, tapi ia bisa berakselerasi dengan gesit saat terancam.
2. Tubuhnya berwarna hijau dan sangat mencolok

Panjang maksimal cecak ini sekitar 23-28 centimeter. Badannya gemuk, ekor yang panjang, kepalanya oval, matanya hitam besar, dan ia punya kaki yang kuat. Secara umum, tubuh cecak siang raksasa madagaskar didominasi oleh warna hijau. Selain itu, ada juga warna merah, kekuningan, cokelat, atau jingga dalam bentuk corak bercak, garis, atau tutul di kepala, ekor, serta punggung. Andalkan perpaduan warna tersebut, cecak siang raksasa madagaskar bisa berkamuflase di pepohonan, semak-semak, hingga rerumputan.
3. Satwa endemik Madagaskar

Laman The Reptile Database menjelaskan kalau wilayah penyebaran alami reptil ini hanya mencakup daerah Madagaskar. Lebih tepatnya, ia hanya bisa dijumpai di dua wilayah, yaitu Nosy Komba dan Réunion. Habitatnya sendiri mencakup hutan, pepohonan, rerumputan, semak-semak, hingga area pemukiman. Namun, cecak ini sudah menyebar ke wilayah Florida dan Hawaii di Amerika Serikat. Di sana, ia berstatus sebagai spesies introduksi yang berpotensi menjadi invasif. Karena itu, kehadirannya bisa mengganggu dan merusak ekosistem lokal di Amerika.
4. Memakan tanaman untuk menambah gizi

Cecak siang raksasa madagaskar merupakan insektivor yang kerap memakan serangga, laba-laba, dan arthropoda. Ia mengandalkan dua hal utama saat berburu, yaitu kemampuan kamuflase dan kecepatan. Lidahnya juga lengket dan rahangnya kuat sehingga ia bisa mencengkeram mangsa dengan mudah.
Laman GeckoWeb juga menerangkan kalau cecak siang raksasa madagaskar juga pernah terlihat memakan cairan buah, pollen, dan nektar. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi yang tidak ada pada daging seperti vitamin, serat, dan kandungan air. Ketika terdesak, cecak siang raksasa madagaskar juga akan memakan anaknya sendiri.
5. Musim kawinnya terjadi antara Desember hingga Juni

Dilansir Animalia, reptil ini bereproduksi dengan metode ovipar atau bertelur. Ia bisa menghasilkan dua butir telur dengan masa inkubasi sekitar 48-80 hari. Masa penetasannya sendiri dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Lebih lanjut, biasanya cecak ini akan mulai bertelur pada Desember hingga Juni. Setelah menetas, anakannya akan langsung hidup mandiri, bisa berburu sendiri, dan tidak membutuhkan perawatan dari induknya. Kemudian, cecak ini butuh waktu sekitar satu atau dua tahun untuk mencapai kematangan seksual dan bisa bereproduksi.
Cecak siang raksasa madagaskar menepis fakta kalau cecak merupakan hewan yang membosankan. Sebaliknya, reptil tersebut menunjukan berbagai keunikan yang membuatnya sangat unik dan menarik. Populasi cecak siang raksasa madagaskar memang masih cukup melimpah. Namun, berbagai upaya konservasi juga harus digayangkan demi menjaga kestabilan populasinya.


















![[QUIZ] Dari Struktur Protein yang Kamu Pilih, Ini Caramu Hadapi Tantangan](https://image.idntimes.com/post/20240905/atom-1222511-4c4e0935346233c8fec14261a45ff371-87d5722f9661fd12ae58e03548ebf261.jpg)