5 Fakta Menarik Kadal Skink, Sudah Hidup Sejak Zaman Dinosaurus

- Kadal skink berasal dari famili Scincidae, memiliki tubuh ramping bersisik halus, tersebar luas di berbagai habitat, dan hidup berdampingan dengan manusia tanpa membahayakan.
- Beberapa spesies skink punya darah hijau karena pigmen biliverdin tinggi, kemampuan menggali luar biasa, serta warna tubuh beragam dari kuning hingga biru mengilap.
- Skink sudah ada sejak 100 juta tahun lalu pada zaman dinosaurus dan kini populer sebagai reptil peliharaan karena ukurannya kecil serta perawatannya mudah.
Secara taksonomi, penyebutan skink atau kadal skink merujuk pada kadal yang berasal dari famili Scincidae. Skink sendiri merupakan kadal berukuran kecil dengan sisik halus, badan memanjang, dan punya penyebaran yang sangat luas. Ia juga hidup berdampingan dengan manusia, entah itu di kebun atau area pemukiman.
Skink juga bukan reptil sembarangan. Sebaliknya, ia menyimpan segudang hal menarik yang membedakannya dari kadal dan reptil lain. Semua hal menarik tersebut tercermin dari berbagai aspek, mulai dari ciri fisik, kebiasaan, hingga perilaku. Agar wawasanmu bertambah, kita ulik semua hal menarik tentang skink di bawah ini, yuk.
1. Darahnya berwarna hijau

Dilansir The Conversation, ada satu genus skink yang punya darah berwarna hijau, yaitu genus Prasinohaema yang berasal dari Papua Nugini. Warna hijau tersebut berasal dari pigmen biliverdin yang sebenarnya juga dimiliki oleh manusia dan hewan lain. Namun, kandungan biliverdin pada genus Prasinohaema sangat banyak sehingga membuat darahnya berwarna hijau. Kandungan biliverdin yang terlampau banyak seharusnya berbahaya bagi genus Prasinohaema. Namun, entah bagaimana mereka bisa kebal.
2. Kadal dengan kemampuan menggali yang luar biasa

Dilansir iNaturalist, kebanyakan spesies skink adalah hewan fosorial dan terestrial dengan kemampuan menggali yang luar biasa. Ada yang bisa menggali di pasir, tanah, bahkan ada yang mampu membuat terowongan kompleks. Kemampuan tersebut disokong oleh cakar kuat, otot kuat, dan badan yang ramping. Kemampuan menggalinya sendiri bisa digunakan untuk banyak hal, seperti mencari makanan, bersembunyi dari predator, bereproduksi, atau membangun rumah untuk hidup.
3. Skink memiliki warna yang bervariasi

Skink sangat mudah diidentifikasi dari tubuhnya yang memanjang dan ramping. Ekornya juga panjang dan kakinya mungil. Dilansir Britannica, skink juga tak terlalu panjang, yaitu sekitar 20-76 centimeter. Warnanya juga bervariasi, mulai dari kuning, putih, merah, hijau, sampai biru. Sebagai contoh, Trachylepis margaritifera punya ekor panjang berwarna biru yang mengkilap. Di sisi lain, Corucia zebrata punya warna hijau muda di sekujur tubuhnya. Tak mau kalah, Mochlus fernandi justru punya perpaduan warna hitam, cokelat, jingga, kuning, dan merah.
4. Sudah hidup sejak 100 juta tahun yang lalu

Artikel di jurnal Scientific Reports menjelaskan kalau skink sudah hidup sejak periode kapur, yaitu sekitar 100 juta tahun yang lalu. Artinya, ia kadal ini hidup berdampingan dengan dinosaurus. Spesifiknya, spesies yang hidup di masa itu adalah Electroscincus zedi yang berasal dari Myanmar. Namun, skink bisa bertahan dari kepunahan masal karena ukurannya yang kecil dan kemampuan menggalinya. Selain di periode kapur, beberapa fosil skink dari zaman lain seperti zaman miosen juga pernah ditemukan oleh para ahli.
5. Reptil yang sangat populer sebagai peliharaan

Laman The Spruce Pets menjelaskan kalau skink merupakan reptil yang cocok dipelihara oleh siapapun, bahkan oleh pemula. Pilihan spesies yang beragam, warna bervariasi, ukurannya yang tidak terlalu besar, dan perawatannya yang mudah membuat hewan ini sangat populer sebagai peliharaan. Beberapa spesies yang kerap dipelihara adalah Tiliqua gigas dan Eutropis multifasciata. Saat memelihara skink kamu harus menyiapkan beberapa hal, yaitu kandang yang nyaman, makanan bergizi, dan kamu harus memahami sifat dari spesies yang dipelihara.
Itulah berbagai fakta menarik kadal skink, reptil kecil dengan banyak kemampuan yang bisa bikin minder kadal lain. Menariknya, skink hidup di sekitar kita, tapi kemampuannya untuk menghindari manusia membuatnya sukar ditemukan. Ia juga tidak berbahaya, bahkan membantu manusia dalam membasmi hama. Jadi, kamu tak boleh mengusiknya dan justru harus melestarikannya.


















![[QUIZ] Dari Struktur Protein yang Kamu Pilih, Ini Caramu Hadapi Tantangan](https://image.idntimes.com/post/20240905/atom-1222511-4c4e0935346233c8fec14261a45ff371-87d5722f9661fd12ae58e03548ebf261.jpg)