5 Fakta Pari Gergaji Hijau, Ikan Besar dengan Senjata Berbahaya
- Pari gergaji hijau adalah ikan raksasa berciri rostrum bergigi tajam yang hidup di perairan tropis dangkal hingga muara sungai.
- Meski tergolong kalem, mereka memiliki rostrum yang berfungsi sebagai alat berburu sekaligus pertahanan.
- Populasi mereka kini berstatus kritis akibat aktivitas manusia. Itu sebabnya, perlindungan dan konservasi sangat dibutuhkan.
Pari gergaji hijau (Pristis zijsron) bisa dibilang spesies ikan pari gergaji (famili Pristidae) yang paling mudah dibedakan dengan empat kerabat yang lain. Soalnya, mereka jadi satu-satunya spesies ikan pari gergaji yang tampil dengan sisik berwarna kehijauan. Selain itu, moncong khusus bernama rostrum dari pari gergaji hijau cukup berbeda.
Rostrum tersebut terdiri atas 23—37 sisik yang dimodifikasi seperti gigi pada masing-masing sisi. Uniknya, bentuk masing-masing “gigi” spesial ini lebih condong seperti tusuk gigi. Padahal, mayoritas spesies ikan pari gergaji itu punya gigi yang berbentuk segitiga. Selain itu, dua pasang sirip dada mereka terbilang besar dan melebar, sementara sirip punggung berada agak di belakang tubuh.
Kalau bicara soal ukuran, ikan berbentuk ramping yang satu ini terbilang salah satu yang paling besar dari keluarga ikan pari gergaji. Rata-rata panjang individu dewasa sebenarnya sekitar 4,3—5,5 meter dengan bobot 350 kg, tetapi individu terbesar diketahui mampu mencapai panjang 6—7 meter dengan bobot lebih dari 600 kg. Selain dari ciri fisik dan ukuran yang sudah disebutkan itu, yuk, kita ulik lagi fakta-fakta menarik lain dari ikan yang satu ini!
1. Peta persebaran dan habitat pilihan pari gergaji hijau

Berdasarkan rekam jejak mereka, spesies ikan pari gergaji yang satu ini utamanya tersebar di negara-negara sekitar Samudra Hindia dan Samudra Pasifik barat daya. Beberapa kantung populasi juga pernah eksis di sekitar Teluk Persia, Laut Merah, pesisir timur Afrika, Australia, sampai Asia Tenggara. Namun, untuk saat ini, persebaran pari gergaji hijau sudah jauh lebih terbatas.
Dilansir Sharks and Rays, pari gergaji hijau suka berada dekat dengan hutan bakau, pesisir pantai, muara sungai, perairan payau, sampai lepas pantai dengan kedalaman tak lebih dari 200 meter. Tentunya, mereka memilih perairan tropis dengan daerah bersedimen pasir ataupun lumpur, selayaknya spesies ikan pari gergaji lain. Ketimbang berenang, ikan yang satu ini lebih banyak berada di dasar perairan sembari mengubur diri dengan sedimen yang ada.
Dari beberapa pilihan habitat tersebut, jelas kalau pari gergaji hijau punya kemampuan untuk bertahan di tiga zona perairan berbeda. Ya, ikan yang satu ini sangat mampu bertahan di lingkungan air tawar, air payau, maupun air laut. Namun, soal kapan mereka menempati badan air itu tergantung usia dan situasi. Biasanya, hanya pari gergaji muda atau betina yang hendak melahirkan yang tinggal di sekitar air tawar. Sementara, individu dewasa lebih banyak menghabiskan waktu di pesisir maupun lepas pantai.
2. Makanan favorit pari gergaji hijau

Pari gergaji hijau tergolong hewan karnivor yang aktif berburu saat malam hari. Ada beberapa pilihan mangsa yang sesuai bagi ikan ini, semisal berbagai jenis ikan kecil dan sedang, cumi-cumi, kepiting, dan udang. Cara berburu mereka terbilang identik dengan kerabat ikan pari gergaji yang lain karena memanfaatkan rostrum sebagai ujung tombak.
Dilansir Animalia, pari gergaji hijau mampu membelah atau melumpuhkan calon mangsa dengan hantaman rostrum yang dikelilingi sisik tajam itu. Hebatnya, mereka bisa saja melumpuhkan beberapa ikan sekaligus dalam satu ayunan rostrum setelah melakukan kamuflase di sedimen yang ada di dasar air. Hebat, ya!
Selain itu, rostrum milik ikan ini turut berfungsi sebagai organ ampula Lorenzini. Artinya, mereka dapat mendeteksi aliran listrik yang muncul saat ikan lain bergerak di sekitar. Dengan begitu, berburu di tengah gelapnya malam ataupun di perairan yang keruh bukan jadi masalah bagi pari gergaji hijau.
3. Pari gergaji hijau adalah Ikan besar yang kalem, tapi bisa jadi berbahaya

Bicara soal interaksi antara pari gergaji hijau di alam liar dengan manusia, sebenarnya ini sudah sangat jarang terjadi. Kebanyakan interaksi yang tercatat terjadi di akuarium yang secara khusus memelihara ikan ini. Jika tidak diusik, pari gergaji hijau tergolong ikan yang kalem tanpa tanda-tanda serangan yang disengaja pada manusia. Namun, cerita akan berbeda kalau kita dengan sengaja mengganggu mereka.
Animalia melansir kalau rostrum mereka lagi-lagi jadi senjata berbahaya untuk mempertahankan diri. Pari gergaji hijau tak segan untuk mengayunkan tongkat berduri ke arah manusia sampai menghasilkan luka serius. Sebenarnya, bukan hanya manusia yang berpotensi merasakan hantaman rostrum ikan ini. Secara alami, pari gergaji hijau punya beberapa predator alami, semisal hiu harimau, hiu banteng, sampai buaya muara yang pastinya butuh kemampuan ekstra agar bisa bertahan dari serangan mereka.
4. Sistem reproduksi pari gergaji hijau

Pari gergaji hijau tergolong hewan ovovivipar, selayaknya spesies ikan pari gergaji lain. Itu artinya, betina akan mengalami pembuahan secara internal dari jantan, bertelur di dalam tubuh sampai telur itu menetas, dan berakhir dengan proses “melahirkan” setelah anak-anaknya berada di dalam perut. Tidak diketahui secara pasti kapan musim kawin dan masa kehamilan pari gergaji hijau, tetapi waktu kelahiran anak paling sering terjadi sekitar Januari—Juli.
Dilansir Florida Museum, betina mampu melahirkan 2—12 ekor anak dalam 1 masa reproduksi. Anak-anak pari gergaji hijau dilahirkan di sekitar muara sungai. Adapun, sisik khusus pada rostrum mereka dilapisi semacam jaringan khas agar melindungi tubuh induk selama masa kehamilan. Anak-anak ikan ini baru bisa dikatakan dewasa setelah berukuran 3,8 meter untuk betina dan 4,3 meter untuk jantan. Sementara itu, usia terpanjang yang mampu mereka raih mencapai 50 tahun.
5. Status konservasi pari gergaji hijau

Status konservasi pari gergaji hijau sayangnya sudah sangat mengkhawatirkan berdasarkan klasifikasi IUCN Red List. Sebab, ikan yang satu ini sudah ada pada kategori hewan yang kritis (Critically Endangered) dengan tren populasi yang terus menurun. Jadi, sekalipun di atas kertas pari gergaji hijau terlihat punya persebaran yang sangat luas, sebenarnya mereka sudah sangat jarang ditemukan di alam.
Adapun, penyebab terus menurunnya populasi ikan ini di alam banyak disebabkan aktivitas manusia. Sejak dulu, pari gergaji hijau banyak diburu untuk dikonsumsi daging dan sirip pada beberapa kebudayaan. Selain itu, rostrum mereka sering dijadikan pajangan bernilai tinggi. Mereka pun tak jarang tersangkut jaring yang ditebar nelayan secara tak sengaja karena habitat alami yang dekat dengan pesisir.
Awalnya, tidak ada upaya konservasi yang dilakukan terhadap pari gergaji hijau karena dianggap masih tersebar luas. Namun, untungnya saat ini mereka sudah jadi salah satu spesies ikan paling dilindungi di beberapa negara. Artinya, ikan ini sama sekali tak boleh ditangkap. Adapun, jika tertangkap secara tak sengaja, setiap orang wajib melepas mereka kembali, tak peduli berapa pun ukuran ikan tersebut. Semoga saja upaya konservasi yang dilakukan tersebut dapat membuahkan hasil positif untuk kelangsungan hidup ikan unik yang satu ini, ya!


















