Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Unik Branjangan, Kicauannya Jadi Inspirasi Sastrawan Inggris
Branjangan jenis sanma eurasia sedang berkicau. (commons.wikimedia.org/Neil Smith)
  • Branjangan adalah burung pengicau kecil dari keluarga Alaudidae dengan sekitar 98 spesies di dunia, termasuk branjangan jawa yang umum ditemukan di Indonesia.
  • Burung ini hidup di habitat terbuka seperti padang rumput hingga gurun, memiliki warna bulu cokelat tanah untuk kamuflase, dan sebagian besar bersarang langsung di tanah.
  • Kicauan branjangan terkenal indah dan kompleks, bahkan menginspirasi sastrawan Inggris seperti William Shakespeare karena nyanyiannya yang melambangkan awal hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah dengar nama branjangan? Nama ini dimiliki sejenis burung pengicau kecil berwarna cokelat mirip burung gereja. Ia jadi salah satu burung yang umum dijumpai di banyak wilayah Indonesia.

Ya, branjangan merupakan burung pengicau kecil yang tersebar luas di seluruh dunia. Burung ini dikenal karena kicauannya yang memukau. Bahkan, branjangan jadi inspirasi banyak sastrawan kenamaan Inggris, seperti William Shakespeare! Penasaran? Yuk, simak tujuh fakta unik burung branjangan atau lark berikut ini!

1. Branjangan itu burung apa?

Branjangan jawa sedang bertengger. (commons.wikimedia.org/Andrew Allen)

Branjangan atau lark merupakan jenis burung pengicau berwarna cokelat yang dikelompokkan dalam keluarga Alaudidae. Menurut laman Birds of the World, total ada 98 spesies branjangan di seluruh dunia. Di Indonesia, nama branjangan biasanya digunakan untuk menyebut branjangan jawa (Mirafra javanica), jenis branjangan yang umum di Indonesia. Namun, nama branjangan sebenarnya juga menyebut burung-burung di keluarga Alaudidae.

2. Sepintas mirip burung gereja

Branjangan jawa yang tersebar di Australia. (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Branjangan merupakan burung berukuran kecil sampai sedang, Dicatat laman Animal Diversity, panjang burung ini berkisar 11—19 sentimeter. Burung ini sering kali berbulu polos atau bergaris. Warnanya juga selalu mirip dengan warna tanah. Sebagian besar punya paruh kerucut, tapi ada juga yang berparuh melengkung. Beberapa juga punya jambul yang khas di atas kepala.

3. Habitatnya bervariasi

Branjangan jambul bertengger di semak-semak. (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)

Branjangan paling banyak ada di Dunia Lama. Pusat keragaman spesiesnya ada di Asia dan Afrika. Hanya ada satu spesies yang hidup di Amerika Utara, yaitu branjangan tanduk atau horned lark (Eremophila alpestris).

Branjangan hidup di daerah terbuka, seperti padang rumput sampai tundra pegunungan. Namun, ada juga yang sudah beradaptasi untuk hidup di habitat ekstrem seperti gurun. Kawanan branjangan sering terlihat mencari serangga dan biji-bijian di tanah. Burung ini punya kaki panjang untuk mendukung kehidupannya di darat.

4. Tampilan sederhana untuk kamuflase

Branjangan ini asli Asia Selatan. (commons.wikimedia.org/Sunnyjosef)

Burung branjangan punya tampilan yang terbilang simpel. Warna bulunya cokelat tanah yang menyatu dengan habitat, berfungsi sebagai perlindungan dari deteksi predator. Bahkan, branjangan sering menghindari area tanah yang warnanya gak sesuai dengan warna bulunya.

Sebagian besar branjangan juga punya cakar panjang di jari belakang. Panjang cakar ini tergantung dari habitat si burung. Cakar lebih panjang dimiliki branjangan yang hidup di daerah bertanah lunak, sementara cakar pendek dimiliki branjangan di daerah bertanah keras.

5. Banyak yang bersarang di tanah, terpapar panas matahari

Branjangan jawa bertengger di kawat. (commons.wikimedia.org/Patrick_K59)

Gak cuma mencari makan, sebagian besar branjangan juga bersarang di tanah. Sarangnya berbentuk cangkir terbuka di dalam lubang-lubang kecil yang digalinya di tanah. Sarang dibuat dari rumput, serat tumbuhan, kulit kayu, daun kering, dan bulu.

Sarang branjangan biasanya dekat dengan rumpun vegetasi, bebatuan, atau gundukan tanah yang bisa melindungi serta menaungi dari matahari dan angin. Branjangan yang hidup di gurun, anak-anaknya sering terpapar sinar matahari dan panas. Induknya biasanya berdiri di samping sarang untuk menaungi anak-anaknya saat jam-jam panas.

6. Kebiasaan berkicau yang unik!

Branjangan jawa sedang berkicau lantang. (commons.wikimedia.org/Oscarem65)

Branjangan sangat terkenal karena kemampuan berkicaunya yang spektakuler. Kicauannya sangat kompleks dan merdu. Tiap spesies juga punya rangkaian kicauan yang unik. Contohnya burung pailing alias branjangan mongolia (Melanocorypha mongolica). Pailing jantan terkenal karena kicauannya yang bernada tinggi dan melengking.

Gak cuma itu, branjangan juga punya kebiasaan berkicau yang unik. Burung ini berkicau sambil melayang tinggi di udara, dari fajar sampai senja. Hal ini dilakukan untuk memproyeksikan suaranya ke seluruh wilayah kekuasaan.

7. Jadi inspirasi banyak sastrawan Inggris kenamaan

Sanma eurasia sedang bertengger. (commons.wikimedia.org/El Golli Mohamed)

Branjangan jadi inspirasi banyak sasitawaran dengan kicauannya yang indah. Branjangan yang dimaksud ialah sanma eurasia atau Eurasian skylark (Alauda arvensis). Menurut Folger Shakespeare Library, burung ini sering muncul dalam karya-karya William Shakespeare menyambut awal hari dengan nyanyian merdu. Banyak sastrawan Inggris lain seperti Geoffrey Chaucher hingga Christopher Marlowe yang juga menggambarkan keindahan kicauan branjangan. Branjangan ini memang sangat terkenal dan berlimpah pada masa itu karena padang rumput di Inggris jadi habitat kesukaan branjangan.

Sungguh burung yang menakjubkan, bukan? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung branjangan atau lark? Apakah kamu sering melihat atau mendengar burung ini di sekitarmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team