Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Unik Tikus Kaki Putih yang Bisa Menyebarkan Hantavirus

5 Fakta Unik Tikus Kaki Putih yang Bisa Menyebarkan Hantavirus
tikus kaki putih (commons.wikimedia.org/Charles Homler)
Intinya Sih
  • Tikus kaki putih (Peromyscus leucopus) adalah hewan kecil berwarna cokelat dengan perut dan kaki putih yang mampu menyebarkan hantavirus mematikan serta penyakit lain seperti lyme.
  • Hewan ini hidup rata-rata 3–4 tahun, bersifat pemalu, namun sering ditemukan di sekitar manusia dan memakan biji-bijian, serangga, hingga kepompong ngengat gypsy.
  • Populasi tikus kaki putih di New York berevolusi secara unik karena terisolasi, beradaptasi dengan lingkungan kota padat dan memiliki gigi lebih tajam untuk mengonsumsi sisa makanan manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Segera cek sela-sela sempit atau plafon rumahmu. Jika "beruntung", pasti kamu akan menemukan tikus bersemayam di dua tempat tersebut. Tikus memang kecil, takut dengan manusia, dan secara umum tidak berbahaya. Meski begitu, beberapa spesies seperti Peromyscus leucopus atau tikus kaki putih harus diwaspadai.

Pertama, ia adalah hewan yang bisa menyebarkan berbagai penyakit, termasuk hantavirus yang belakangan ini menjadi perbincangan. Hantavirus sendiri merupakan virus mematikan yang bisa menyebar ke manusia. Jika tak dibasmi, populasi tikus kaki putih juga bisa membludak dan merugikan banyak orang. Penasaran dengan hewan tersebut? Yuk, simak berbagai fakta unik tikus kaki putih di bawah ini.

1. Tikus kaki putih punya panjang maksimal 20 centimeter

tikus kaki putih
tikus kaki putih (commons.wikimedia.org/Sam Droege)

Dilansir Montana Field Guide, panjang maksimal tikus kaki putih adalah 20 centimeter. Sementara itu, bobotnya terhitung ringan di angka 16-29 gram. Seperti namanya, hewan ini memiliki perut dan kaki berwarna putih. Di sisi lain, kepala, badan, dan ekornya punya warna cokelat yang sangat cocok untuk berkamuflase di semak-semak dan area berkayu. Matanya juga sangat khas dengan warna hitam dan ukuran yang cukup besar. Tak jarang, mata tersebut terlihat sangat menonjol, bahkan nampak seperti akan keluar dari kepala.

2. Tikus kaki putih hanya bisa hidup selama 8 tahun

tikus kaki putih
tikus kaki putih (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher)

Laman iNaturalist menjelaskan bahwa usia maksimal tikus kaki putih sekitar 96 bulan atau 8 tahun. Namun, harapan hidup rata-rata hewan ini hanya 45.5 bulan atau sekitar 3.7 tahun untuk betina dan 47.5 bulan atau sekitar 3.9 tahun untuk jantan. Di sisi lain, populasi yang hidup di wilayah utara memiliki usia harapan hidup yang jauh lebih pendek, yaitu hanya 12-24 bulan atau sekitar 1 hingga 2 tahun. Tikus ini juga punya pertumbuhan yang sangat cepat karena ia sudah mencapai kematangan seksual ketika berusia 44-73 hari.

3. Hewan pemalu yang selalu menghindari manusia

tikus kaki putih
tikus kaki putih (commons.wikimedia.org/Mark Apgar)

Dilansir Internet Center for Wildlife Damage Management, tikus kaki putih merupakan hewan yang pemalu. Jika bertemu manusia, ia akan langsung kabur dan menghindar. Meski begitu, ternyata hewan pengerat ini hidup di sekitar manusia, khususnya sela-sela rumah atau di bawah tanah. Tikus kaki putih termasuk omnivor atau pemakan segala. Makanan utamanya mencakup biji-bijian dan serangga. Secara khusus, tikus kaki putih sangat suka memakan kepompong ngengat gypsy (Lymantria dispar) yang merupakan spesies invasif.

4. Tikus kaki putih bisa menyebarkan hantavirus

tikus kaki putih
tikus kaki putih (inaturalist.org/Jing-Yi Lu)

Artikel di jurnal The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene menjelaskan bahwa tikus kaki putih bisa menyebarkan virus berbahaya bernama hantavirus yang belakangan ini merebak. Jika virus tersebut masuk ke tubuh manusia, persentase kematiannya sekitar 35 hingga 45 persen. Tak hanya hantavirus, penelitian juga membuktikan bahwa tikus ini mampu menyebarkan penyakit lyme dan bakteri Borrelia burgdorferi. Ia juga menjadi inang favorit bagi salah satu spesies lalat parasit, yaitu Cuterebra fontinella.

5. Beradaptasi untuk hidup di kota New York

tikus kaki putih
tikus kaki putih (inaturalist.org/Chrissy McClarren dan Andy Reago)

Terdapat populasi tikus kaki putih yang terisolasi di Kota New York, tepatnya di daerah Central Park dan Prospect Park. Populasi tersebut tidak bisa pergi ke daerah lain karena lingkungannya yang padat akan aktivitas manusia, pemukiman, hingga gedung-gedung tinggi. Artikel di jurnal Biology Letters dan Molecular Ecology menjelaskan bahwa hal tersebut mengakibatkan evolusi divergen.

Artinya, populasi tikus kaki putih di New York mengembangkan adaptasi khusus untuk mendukung kehidupannya di kota tersebut. Salah satunya adalah pilihan makanan yang bervariasi. Tak hanya biji-bijian atau serangga, tapi ia juga bisa memakan sisa-sisa makanan manusia. Jika dibandingkan dengan populasi lain, tikus kaki putih di New York juga memiliki gigi yang lebih tajam dan kuat.

Berbagai fakta unik tikus kaki putih tersebut adalah cerminan kehidupan hewan kecil yang ada di sekitar kita. Agar bisa bertahan di tengah kehidupan manusia, tikus kaki putih harus menyesuaikan diri dan mengubah kebiasaannya. Namun, semua perubahan tersebut tetap disesuaikan dengan karakteristik, ciri khas, dan kebutuhan tikus kaki putih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More