Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fenomena Flower Moon 2 Mei 2026, Ini Waktu dan Cara Mengamatinya
ilustrasi bulan purnama (pexels.com/Henrique Feiten)

Setiap tahun, Bulan akan mengalami fase purnama yang muncul secara berkala di langit malam. Fenomena ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sering dikaitkan dengan penamaan tertentu dalam berbagai budaya. Sebagai contoh, ada Flower Moon yang biasanya muncul pada Mei.

Penamaan ini terdengar unik dan kerap membuat banyak orang penasaran. Pada 2 Mei 2026, fenomena Flower Moon kembali dapat disaksikan dari Bumi. Momen ini menjadi kesempatan bagi siapa saja untuk menikmati keindahan bulan purnama yang mempesona. Lalu, apa sebenarnya Flower Moon dan kapan waktu terbaik untuk melihatnya? Berikut penjelasan yang perlu kamu tahu!

1. Asal-usul nama Flower Moon

ilustrasi Bulan (pexels.com/Frank Cone)

Nama Flower Moon digunakan untuk menyebut bulan purnama yang muncul pada Mei. Istilah ini berasal dari kebiasaan masyarakat zaman dulu. Mereka memberi nama pada setiap bulan purnama berdasarkan perubahan alam.

Mengutip dari The Old Farmer’s Almanac, penamaan tersebut banyak dipengaruhi oleh tradisi penduduk asli Amerika, salah satunya suku Algonquin yang tinggal di wilayah Amerika Utara bagian timur laut. Mereka mengamati bahwa pada Mei, bunga-bunga mulai bermekaran dalam jumlah besar. Oleh karena itu, bulan purnama pada periode ini disebut sebagai Flower Moon atau 'bulan bunga'.

Nama tersebut digunakan sebagai penanda bahwa musim semi sedang mencapai puncaknya. Dengan kata lain, Flower Moon tidak berkaitan dengan bentuk atau warna Bulan, tetapi dengan kondisi alam di Bumi. Melalui cara ini, masyarakat zaman dulu bisa mengenali perubahan musim hanya dengan melihat siklus Bulan. Hingga sekarang, nama Flower Moon masih digunakan untuk menyebut bulan purnama Mei.

2. Waktu dan cara mengamatinya

ilustrasi Bulan (pexels.com/Neil Yonamine)

Fenomena Flower Moon akan mencapai puncaknya pada 2 Mei 2026 dan dapat diamati dari Indonesia. Dalam astronomi, fase purnama terjadi saat Bulan berada berlawanan dengan Matahari sehingga tampak bulat sempurna jika dilihat dari Bumi. Dilansir In-The-Sky.org, Bulan mulai terbit sekitar pukul 18.08 WIB dan akan terbenam pada 06.47 WIB.

Artinya, fenomena ini bisa diamati sepanjang malam pada 2—3 Mei selama kondisi langit benar-benar gelap atau minim awan. Waktu terbaik untuk mengamat Flower Moon ialah setelah Bulan cukup tinggi di langit, sekitar tengah malam. Pada waktu tersebut, posisi Bulan lebih stabil dan mudah diamati dari sudut mana pun.

Selain itu, cahaya Bulan juga terlihat lebih terang karena berada di titik tertinggi di langit. Untuk mengamati Flower Moon, kamu tidak memerlukan alat khusus seperti teleskop. Cukup cari tempat yang minim polusi cahaya agar pemandangan Bulan terlihat lebih jelas. Jika ingin hasil lebih maksimal, kamu bisa menggunakan kamera atau binokular untuk melihat detail permukaan Bulan. Dengan kondisi cuaca yang mendukung, fenomena ini bisa dinikmati dengan mata telanjang dari berbagai wilayah di Indonesia.

3. Apakah berbahaya bagi Bumi?

ilustrasi Bulan (unsplash.com/malith d karunarathne)

Peristiwa Flower Moon sebenarnya tidak membawa dampak khusus yang berbeda dari bulan purnama pada umumnya. Namun, saat fase purnama terjadi, gaya gravitasi Bulan dan Matahari bekerja lebih kuat terhadap Bumi. Mengutip dari NASA, kondisi ini dapat menyebabkan pasang air laut menjadi lebih tinggi dari biasanya atau yang dikenal sebagai spring tide.

Istilah ini bukan berarti “musim semi”, melainkan menggambarkan kondisi pasang maksimum akibat kombinasi gaya tarik gravitasi. Akibatnya, permukaan air laut bisa naik lebih tinggi, terutama di wilayah pesisir. Bagi kamu yang tinggal di daerah pantai, kondisi ini bisa meningkatkan risiko banjir rob, terutama jika bertepatan dengan cuaca buruk. Meski begitu, fenomena Flower Moon merupakan siklus alami yang terjadi secara rutin setiap bulan saat fase bulan purnama.

Flower Moon merupakan fenomena alam yang terjadi saat bulan purnama Mei. Fenomena ini bisa dinikmati dengan mudah tanpa alat khusus, selama kondisi cuaca cerah. Jadi, tandai waktunya dan jangan sampai ketinggalan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎