ilustrasi planet Saturnus (pexels.com/ZCH)
Pada 26 Juli 2026, Saturnus akan memasuki fase gerak retrograde, yaitu fenomena ketika planet ini tampak bergerak mundur di langit jika dilihat dari Bumi. Gerakan tersebut sebenarnya hanyalah ilusi optik yang terjadi akibat perbedaan kecepatan orbit Bumi dan Saturnus saat mengelilingi Matahari. Dengan kata lain, Saturnus tidak benar-benar berbalik arah, melainkan hanya terlihat bergerak ke barat dari sudut pandang pengamat di Bumi.
Ketika fase retrograde dimulai, Saturnus sudah dapat diamati di langit menjelang fajar dan dalam beberapa minggu berikutnya akan semakin mudah terlihat pada malam hari. Fenomena seperti ini merupakan peristiwa yang rutin dialami seluruh planet luar di Tata Surya, seperti Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Bagi pengamat langit, retrograde Saturnus menjadi kesempatan menarik untuk menyaksikan bagaimana perubahan posisi planet dapat dipengaruhi oleh pergerakan Bumi di dalam Tata Surya.
Fenomena-fenomena planet ini menunjukkan bahwa langit malam selalu menyimpan pemandangan menarik untuk diamati. Sebagian di antaranya bahkan bisa disaksikan langsung tanpa bantuan teleskop jika cuaca cerah. Jadi, jangan lewatkan kesempatan mengamati langit di bulan Juli 2026 ini, ya!
Selain konjungsi inferior Merkurius, apakah ada konjungsi antar-planet lain di bulan Juli 2026 yang memerlukan alat bantu untuk melihatnya? | Ya, ada konjungsi antara Mars dan Uranus yang terjadi pada 4 Juli 2026. Karena Uranus memiliki cahaya yang sangat redup, fenomena ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan membutuhkan alat bantu seperti binokular atau teleskop untuk bisa mengamatinya di dekat planet Mars yang berwarna merah. |
Mengapa planet raksasa Jupiter justru tidak dapat diamati pada akhir Juli 2026? | Hal ini dikarenakan Jupiter mengalami fenomena solar conjunction (konjungsi solar) pada tanggal 29 Juli 2026. Pada momen tersebut, posisi Jupiter berada tepat di belakang Matahari jika dilihat dari Bumi. Akibatnya, Jupiter sepenuhnya terhalang oleh silau cahaya Matahari dan menghilang dari pandangan selama beberapa minggu. |
Selain Venus, apakah ada objek terang lain yang ikut berpapasan dekat dengan Bulan pada tanggal 17 Juli 2026? | Ya. Selain Venus, Bulan sabit juga akan tampak berdekatan dengan Regulus, bintang biru-putih paling terang di rasi bintang Leo. Ketiganya akan membentuk formasi segitiga atau sejajar yang sangat indah di langit sebelah barat sesaat setelah Matahari terbenam. |
Kapan waktu terbaik untuk berburu pemandangan galaksi Bima Sakti (Milky Way) di bulan Juli 2026? | Waktu terbaik adalah di sekitar fase Bulan Baru (New Moon) pada tanggal 14 Juli 2026. Pada malam-malam di sekitar tanggal tersebut, langit akan menjadi sangat gelap karena tidak ada interferensi cahaya Bulan, sehingga jalur putih berawan dari miliaran bintang di pusat galaksi kita akan terlihat jauh lebih jelas dan kontras. |