Dampak super El Niño dan IOD positif tidak seragam di seluruh Indonesia. Kondisi ini pernah terjadi pada 2023.
Beberapa dampak yang perlu diantisipasi, berupa:
Kekeringan di wilayah selatan Indonesia, yang dapat mengancam produksi pangan, terutama di Pantai Utara Jawa.
Banjir di wilayah timur laut Indonesia (Sulawesi, Halmahera, Maluku) akibat curah hujan tinggi saat kemarau.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Peluang optimalisasi produksi garam untuk mendukung swasembada garam pada 2026–2027, terutama di wilayah selatan Indonesia
"Oleh karena itu, pemerintah perlu mewaspadai dampak kekeringan yang dapat mengancam lumbung pangan nasional, khususnya di wilayah Pantura Jawa. Selain itu, dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra juga harus dimitigasi," ujar Erma Yulihastin, Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN.
Pemerintah juga sebaiknya menyiapkan strategi untuk menangani kelebihan curah hujan di wilayah Sulawesi, Halmahera, dan Maluku, serta dampaknya terhadap banjir dan longsor.