Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hewan dengan Mekanisme Tubuh Unik untuk Memperpanjang Hidupnya
ilustrasi tikus (pexels.com/DSD)
  • Tikus mondok memiliki perlindungan sel dan tingkat kanker rendah yang mendukung umur panjang, sementara tardigrada memasuki kriptobiosis untuk bertahan saat lingkungan ekstrem.
  • Hydra terus memperbarui sel dan meregenerasi jaringan secara efektif, meski tetap dapat mati akibat penyakit, cedera, atau kondisi lingkungan tertentu.
  • Lobster memiliki aktivitas telomerase tinggi untuk mempertahankan telomer dan pembaruan tubuh, tetapi tetap menghadapi penyakit, predator, perubahan lingkungan, serta kesulitan berganti cangkang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada umumnya, tubuh makhluk hidup akan terus mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia, termasuk penurunan kemampuan dalam memperbaiki sel dan menghadapi kerusakan secara biologis. Namun, ada beberapa hewan yang dikenal memiliki mekanisme biologis yang luar biasa bahkan bisa mampu memperlambat penuaan, memperbaiki jaringan, hingga bertahan dalam kondisi yang sebetulnya bisa membahayakan makhluk hidup lainnya.

Mekanisme tersebut tidak selalu berarti hewan bisa hidup selamanya, melainkan menunjukkan bahwa kemampuan tubuhnya bisa membantu dalam memperpanjang masa hidup atau mempertahankan fungsi tubuhnya. Satu hal menarik adalah setiap spesies menggunakan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakter biologisnya.

1. Tikus mondok memiliki kemampuan memperbaiki kerusakan sel

Tikus mondok dikenal sebagai salah satu mamalia dengan usia yang sangat panjang jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya, bahkan bisa mencapai puluhan tahun di kondisi lingkungan penangkaran. Hewan ini memiliki mekanisme perlindungan sel yang dapat membantu untuk mengurangi risiko dari berbagai proses yang biasanya berkaitan dengan penuaan.

Tikus mondok memiliki tingkat kanker yang sangat rendah jika dibandingkan dengan kebanyakan mamalia lainnya, meski mekanisme tersebut tidak sepenuhnya membuat mereka kebal terhadap penyakit. Ada peneliti yang menemukan sejumlah karakteristik biologis yang berkaitan dengan pengendalian pertumbuhan sel dan juga kondisi lingkungan jaringan yang bisa berperan penting dalam menunjang ketahanan tubuhnya.

2. Tardigrada mampu bertahan dalam kondisi ekstrem

ilustrasi tardigrada (commons.wikimedia.org/Holly Sullivan)

Tardigrada atau beruang air merupakan hewan mikroskopis yang terkenal karena memiliki kemampuan untuk bertahan di kondisi lingkungan yang sangat ekstrem. Pada saat menghadapi keadaan yang tidak mendukung kehidupan, hewan ini bisa memasuki kondisi dorman yang kerap disebut sebagai kriptobiosis, sehingga aktivitas metabolismenya pun menurun secara drastis.

Dalam keadaan dorman, tardigrada bisa mempertahankan struktur sel melalui berbagai mekanisme perlindungan yang dapat membantu dalam mencegah risiko kerusakan akibat kehilangan air. Pada saat kondisi lingkungan kembali mendukung, maka hewan tersebut akan keluar dari keadaan dorman dan melanjutkan aktivitas biologisnya seperti biasa.

3. Hydra memiliki kemampuan regenerasi yang sangat tinggi

Hydra merupakan hewan air tawar berukuran kecil yang memiliki kemampuan regenerasi jaringan sangat kuat. Sebagian besar tubuhnya tersusun dari sel-sel yang terus mengalami adanya pembaruan, sehingga kerusakan pada bagian tertentu bisa diperbaiki dengan sangat efektif.

Pada kondisi laboratorium tertentu, ternyata ada beberapa jenis hydra yang menunjukkan tanda penuaan yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan kebanyakan hewan lainnya. Proses yang ada sebetulnya tidak membuat hydra benar-benar tidak bisa mati karena hewan ini tetap bisa mengalami kematian yang diakibatkan karena penyakit, cedera, atau kondisi lingkungan tertentu. Namun, mereka bisa terus memperbarui dan mempertahankan jaringan secara terus-menerus.

4. Lobster memiliki kemampuan memperbaiki telomer

ilustrasi lobster (pexels.com/Pixabay)

Lobster sering menjadi perhatian dalam penelitian tentang penuaan karena memang memiliki aktivitas enzim tolomerase yang relatif tinggi pada berbagai jaringan tubuhnya. Enzim ini dapat membantu dalam mempertahankan telomer, yaitu bagian pelindung di ujung kromosom yang bisa memendek pada saat sel membelah, sehingga beberapa lobster justru bisa mempertahankan kemampuan untuk memperbarui diri dalam waktu yang cukup panjang.

Lobster tetap tidak bisa disebut sebagai hewan yang benar-benar tidak mengalami penuaan atau bahkan tidak bisa mati. Lobster bisa menghadapi berbagai ancaman seperti penyakit, predator, perubahan lingkungan, dan kesulitan untuk melakukan pergantian cangkang pada saat tubuhnya mulai semakin membesar.

Berbagai hewan menunjukkan bahwa alam selalu memiliki mekanisme biologis yang sangat beragam untuk membantu organisme yang ada dalam bertahan dan mempertahankan fungsi hidupnya. Hewan-hewan di atas menunjukkan mekanisme seluler yang berkaitan dengan pemeliharaan jaringan dan penuaan. Meski memang tidak berarti semua hewan-hewan tersebut bisa hidup selamanya, namun kemampuan biologis yang memberikan gambaran menarik tentang strategi mereka dalam bertahan dan mempertahankan kehidupannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article