Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hewan dengan Organ Sensorik Tambahan yang Jarang Diketahui

ilustrasi ikan hiu (pexels.com/Samson Bush)
ilustrasi ikan hiu (pexels.com/Samson Bush)
Intinya sih...
  • Hiu memiliki organ sensorik Ampula Lorenzini yang dapat mendeteksi medan listrik lemah untuk berburu dengan efisien.
  • Ular memiliki pit organ yang memungkinkan mereka melihat gambaran panas dari objek di sekitarnya, membantu dalam berburu dan menghindari predator.
  • Lebah dapat mendeteksi muatan listrik melalui rambut halusnya, membantu dalam penyerbukan bunga secara efisien dan hemat energi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di dunia hewan, ternyata kemampuan seseorang bukan hanya terbatas pada penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan perasan seperti yang umum dikenal. Banyak hewan yang juga turut memiliki organ tambahan, sehingga memungkinkan mereka untuk merasakan dunia dengan cara yang lebih kompleks.

Memahami organ sensorik tambahan ini dapat membantu hewan-hewan tersebut dalam beradaptasi dengan habitatnya masing-masing. Ketahuilah beberapa hewan berikut ini yang ternyata memiliki organ sensorik tambahan yang jarang diketahui oleh banyak orang.

1. Hiu

ilustrasi hiu (pexels.com/Mile Ribeiro)
ilustrasi hiu (pexels.com/Mile Ribeiro)

Ikan hiu memiliki organ sensorik umum yang bernama Ampula Lorenzini, yaitu struktur yang berbentuk pori kecil dan tersebar di sekitar moncongnya, sehingga mampu mendeteksi medan listrik yang sangat lemah. Organ ini memungkinkan hiu untuk bisa menemukan keberadaan mangsa yang sedang bersembunyi di bawah pasir atau lumpur hanya dengan menggunakan impuls listrik yang berasal dari kontraksi otot mangsanya.

Kepekaan organ ini ternyata sangatlah tinggi, sehingga hiu pun bisa merasakan adanya perubahan medan listrik yang dialaminya. Dengan kemampuan tersebut, maka hiu bisa berburu dengan sangat efisien, bahkan di dalam kondisi kegelapan total atau pada saat visibilitas air sangat rendah.

2. Ular

ilustrasi ular viper (unsplash.com/Hassan Pasha)
ilustrasi ular viper (unsplash.com/Hassan Pasha)

Beberapa spesies ular seperti pit viper atau piton ternyata memiliki organ tambahan yang berupa pit organ, sehingga mampu mendeteksi adanya panas tubuh mangsa. Organ tersebut berbentuk seperti cekungan kecil yang bekerja selayaknya kamera thermal alami, sehingga memungkinkan ular untuk melihat gambaran panas dari suatu objek di sekitarnya.

Melalui pit organ tersebut, ternyata ular bisa menyerang mangsa dengan sangat presisi, meski berada di kondisi lingkungan yang gelap atau bahkan tertutup vegetasi. Selain itu, kemampuan mendeteksi suhu juga dapat membantu ular untuk bisa menghindari keberadaan predator dan memastikan jarak aman dari bahaya yang mengancam.

3. Lebah

ilustrasi lebah (unsplash.com/Alexas_Fotos)
ilustrasi lebah (unsplash.com/Alexas_Fotos)

Lebah memiliki kemampuan untuk mendeteksi muatan listrik melalui rambut-rambut halus yang tersebar di seluruh tubuhnya. Pada saat lebah terbang, maka tubuhnya akan berisi muatan positif, sehingga bunga yang bermuatan negatif pun bisa menempelkan serbuk sari dengan cara yang lebih efektif.

Organ sensorik ini juga dapat membantu lebah untuk mengetahui bunga mana saja yang baru dikunjungi oleh lebah lain melalui perubahan muatan listrik yang tersisa. Melalui cara ini, maka lebah bisa memilih bunga yang masih kaya akan nektar, sehingga proses penyerbukan pun menjadi lebih efisien dan hemat energi.

4. Platipus

Platipus memiliki paruh yang telah dilengkapi dengan elektroseptor yang sangat sensitif, sehingga memungkinkan hewan tersebut untuk bisa mendeteksi sinyal listrik, serta gerakan kecil yang berasal dari mangsanya. Kemampuan ini ternyata merupakan bagian penting karena platipus kerap berburu dengan menggunakan mata, telinga, dan hidung yang tertutup.

Pada saat menyelam di sungai, elektroseptor pada bagian paru bisa membedakan getaran dan impuls listrik dari berbagai jenis organisme kecil. Berkat organ sensorik tambahan itu, maka platipus bisa menemukan mangsa secara akurat, meski berada di kondisi lingkungan yang gelap dan penuh dengan sedimen.

Organ sensorik tambahan pada berbagai hewan menunjukkan betapa kompleks dan kayanya mekanisme adaptasi yang terjadi di alam liar. Setiap kemampuan unik ini seolah memiliki keunggulannya tertentu, entah itu untuk mencari makan, bernavigasi, atau bertahan dari predator. Dengan memahami keunikan yang ada, maka bisa menyadari bahwa kehidupan di alam mengandung banyak misteri yang masih harus turut dipelajari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

4 Hewan dengan Organ Sensorik Tambahan yang Jarang Diketahui

14 Jan 2026, 18:15 WIBScience