Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ikan Gobi Udang Baru dari Banyuwangi, Seberapa Unik T. oriens?

Ikan Gobi Udang Baru dari Banyuwangi, Seberapa Unik T. oriens?
Spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov (Jurnal Internasional ZooKeys, 2026).
Intinya Sih
  • Tim BRIN menemukan spesies baru ikan gobi udang bernama Tomiyamichthys oriens di perairan Banyuwangi, Jawa Timur, yang telah dikonfirmasi melalui kajian morfologi dan analisis DNA.
  • T. oriens dibedakan dari spesies serupa asal Jepang lewat perbedaan jari sirip, sisik, pola warna tubuh, serta variasi genetik sebesar 3,1 persen berdasarkan analisis mitokondria.
  • Nama 'oriens' berarti 'timur', terinspirasi warna jingga cerah dan julukan Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java; penemuan ini menegaskan potensi besar biodiversitas laut Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Keanekaragaman hayati laut Indonesia kembali bertambah dengan ditemukannya satu spesies baru, ikan gobi udang (shrimpgoby) oleh tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Spesies yang ditemukan di perairan Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov.

Sebelumnya spesies ini telah melalui serangkaian kajian morfologi dan analisis molekuler yang memastikan statusnya sebagai spesies baru. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional ZooKeys (2026).

Belum pernah ditemukan sebelumnya

Kajian diawali dari dua individu ikan hias laut gobi udang genus Tomiyamichthys yang dikoleksi dari perairan Banyuwangi, kemudian diidentifikasi dan dianalisis melalui pendekatan morfologi dan penanda DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI).

Berdasarkan hasil penelitian, Tomiyamichthys oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus yang berasal dari Jepang.

Namun, pengamatan mendalam menunjukkan sejumlah karakter pembeda, seperti jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, jumlah jari-jari insang, pola warna tubuh, hingga perbedaan pada tingkat molekuler yang menguatkan bahwa keduanya merupakan spesies yang berbeda.

Cara peneliti tetapkan spesies baru

Tomiyamichthtys oriens_MZB 28903_female_35.5 mm SL.jpg
Spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov (Jurnal Internasional ZooKeys, 2026).

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, mengatakan penetapan spesies baru tidak hanya didasarkan pada satu metode, melainkan melalui pendekatan taksonomi integratif.

“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," ujar Kunto, dikutip dari keterangan di situs resmi.

Analisis DNA mitokondria menunjukkan adanya perbedaan genetik sebesar 3,1 persen dibandingkan T. hyacinthinus. Selain itu, ikan ini memiliki ciri khas berupa lima bercak jingga terang besar di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil pada bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan yang membedakannya dari spesies lain dalam genus yang sama.

Nama yang diambil

Menurut Kunto, nama oriens diambil dari bahasa Latin yang berarti 'timur' atau 'matahari terbit'. Penamaan tersebut terinspirasi oleh warna jingga cerah pada tubuh ikan sekaligus mengacu pada Banyuwangi yang dikenal sebagai The Sunrise of Java.

“Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar,” tambahnya.

Sejauh ini, T. oriens baru diketahui hidup di perairan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. Informasi dari nelayan setempat menunjukkan ikan tersebut ditemukan di perairan dangkal, meskipun asosiasi ekologisnya dengan udang yang umumnya menjadi pasangan hidup kelompok gobi ini masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Penemuan T. oriens menambah daftar spesies ikan yang telah dideskripsikan dari perairan Indonesia sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan pesisir Nusantara masih menyimpan potensi biodiversitas yang belum sepenuhnya terdokumentasi. BRIN terus memperkuat riset biosistematika sebagai dasar ilmiah dalam mendukung konservasi, pengelolaan, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More