Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Ilmuwan Wanita yang Berjasa di Bidang Astronomi tapi Jarang Disorot
Jocelyn Bell Burnell (commons.wikimedia.org/The International Astronomical Union)

  • Lima ilmuwan wanita seperti Leavitt, Bell Burnell, Rubin, Herschel, dan Ghez berperan besar dalam kemajuan astronomi meski sering terabaikan karena bias gender dan ketidaksetaraan akademik.
  • Penemuan mereka mencakup pengukuran jarak galaksi, identifikasi pulsar, pembuktian materi gelap, penemuan komet serta gugus bintang, hingga bukti keberadaan lubang hitam supermasif di pusat Bima Sakti.
  • Kisah para ilmuwan ini menyoroti perjuangan perempuan dalam sains—dari kurangnya pengakuan hingga diskriminasi—namun tetap menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa bagi pemahaman alam semesta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama berabad-abad, bidang astronomi telah dipenuhi dengan nama-nama besar yang mengungkap misteri alam semesta. Namun, di balik pencapaian-pencapaian itu, banyak ilmuwan wanita yang perannya penting tapi luput dari sorotan sejarah. Padahal, kontribusi mereka menjadi fondasi bagi penemuan besar di masa kini, mulai dari pengukuran jarak galaksi, penemuan pulsar, hingga pembuktian keberadaan materi gelap.

Sayangnya, karena bias gender dan ketidaksetaraan dalam dunia akademik, nama-nama mereka sering kali dikaburkan atau bahkan diabaikan sama sekali. Kini, kita akan membahas lima ilmuwan wanita yang berjasa besar di bidang astronomi, tapi jarang mendapat pengakuan yang layak. Siapa saja mereka? Yuk, simak kisah inspiratif berikut.

1. Henrietta Swan Leavitt

Henrietta Swan Leavitt (space.com)

Henrietta Swan Leavitt bekerja sebagai asisten sukarelawan di Harvard College Observatory pada awal abad ke-20. Dalam proyeknya meneliti bintang variabel Cepheid, ia menemukan hubungan antara periode perubahan cahaya bintang dengan tingkat kecerahan aslinya. Temuan ini memungkinkan astronom untuk mengukur jarak bintang dan galaksi dengan lebih akurat.

Ironisnya, meski penemuannya sangat krusial, Leavitt tidak pernah menerima penghargaan besar semasa hidupnya. Justru para ilmuwan seperti Edwin Hubble yang kemudian menggunakan temuannya untuk membuktikan bahwa alam semesta mengembang. Tanpa Leavitt, peta semesta mungkin tak akan sejauh dan seakurat sekarang.

2. Jocelyn Bell Burnell

Jocelyn Bell Burnell (commons.wikimedia.org/The International Astronomical Union)

Pada 1967, Jocelyn Bell Burnell, seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Cambridge, mendeteksi sinyal radio aneh dan berulang saat menganalisis data teleskop radio. Setelah penelitian lebih lanjut, ia menyadari bahwa sinyal tersebut berasal dari objek luar angkasa baru yang kemudian dinamakan pulsar, jenis bintang neutron yang berputar sangat cepat.

Meskipun Bell Burnell yang pertama kali menemukan sinyal itu, Hadiah Novel Fisika tahun 1974 justru diberikan kepada pembimbing dan koleganya. Ia tetap rendah hati dan mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan peran perempuan dan kelompok minoritas dalam sains. Kini, penemuannya menjadi tonggak penting dalam astrofisika modern.

3. Vera Rubin

Vera Rubin (commons.wikimedia.org/NOIRLab)

Vera Rubin adalah astronom yang merevolusi pemahaman kita tentang alam semesta dengan penelitiannya mengenai rotasi galaksi. Ia menemukan bahwa bintang-bintang di tepi galaksi berputar jauh lebih cepat dari yang diperkirakan, hal itu menandakan adanya massa tidak terlihat yang kemudian dikenal sebagai materi gelap.

Sayangnya, meski temuan ini sangat penting dalam kosmologi, Rubin tidak pernah dianugerahi Hadiah Nobel. Ia juga harus menghadapi diskriminasi gender di dunia sains. Namun, semangatnya tetap menyala untuk membuka jalan bagi perempuan di bidang astronomi. Namanya kini diabadikan dalam proyek besar, yaitu Observatorium Vera C. Rubin.

4. Caroline Herschel

Caroline Herschel berhasil menjadi salah satu astronom wanita paling awal yang diakui secara resmi. Ia merupakan adik dari William Herschel, penemu planet Uranus, dan kerap dianggap sebagai asistennya. Namun, Caroline juga membuat penemuan besar, di antaranya yaitu 8 komet dan lebih dari 500 gugus bintang.

Ia adalah wanita pertama yang menerima gaji sebagai ilmuwan profesional dari pemerintah Inggris. Namun meski prestasinya luar biasa, sejarah lebih sering menyebut nama kakaknya dibanding dirinya.

5. Andrea Ghez

Andrea Ghez (commons.wikimedia.org/BorderlineRebel)

Sebagai astronom, Andrea Ghez membuktikan keberadaan lubang hitam supermasif di pusat galaksi Bima Sakti. Ia menggunakan teknologi teleskop adaptif untuk melacak pergerakan bintang-bintang di sekitar pusat galaksi dan menemukan bahwa pergerakan itu hanya bisa dijelaskan oleh keberadaan objek yan sangat masif tapi tidak terlihat, apalagi kalau bukan lubang hitam.

Pada tahun 2020, Andrea Ghez menjadi salah satu dari sedikit perempuan yang dianugerahi Hadiah Nobel Fisika. Namun meski telah mendapat pengakuan, perjuangan dan ketekunannya menunjukkan bahwa jalan bagi perempuan di bidang sains masih penuh tantangan.

Kelima ilmuwan di atas membuktikan bahwa kontribusi perempuan dalam dunia astronomi sangatlah besar, meski sering kali luput dari sorotan sejarah. Kisah mereka bukan hanya tentang penemuan ilmiah tapi juga tentang ketekukan, keberanian, dan perjuangan melawan diskriminasi. Semoga tulisan ini bermanfaat!

FAQ seputar ilmuwan wanita yang berjasa di bidang Astronomi

Siapa yang pertama kali menemukan bukti adanya Dark Matter (Materi Gelap)?

Vera Rubin. Melalui pengamatannya terhadap kecepatan rotasi galaksi, ia menemukan bahwa galaksi berputar lebih cepat daripada yang seharusnya berdasarkan massa yang terlihat. Hal ini membuktikan adanya materi tak kasat mata yang kini kita kenal sebagai Dark Matter.

Siapa tokoh wanita di balik penemuan Pulsar?

Jocelyn Bell Burnell. Saat masih menjadi mahasiswa pascasarjana, ia mendeteksi sinyal radio yang sangat teratur dari luar angkasa, yang kemudian diidentifikasi sebagai bintang neutron yang berputar cepat atau Pulsar. Sayangnya, penghargaan Nobel untuk penemuan ini diberikan kepada pembimbingnya.

Siapa Cecilia Payne-Gaposchkin dan apa penemuan besarnya?

Ia adalah ilmuwan yang pertama kali menyadari bahwa Matahari dan bintang-bintang lainnya sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium. Pada masanya, penemuan ini sempat ditolak karena dianggap mustahil, namun belakangan terbukti benar dan menjadi dasar astrofisika modern.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team