Blood moon jika diamati dari Bumi. (pexels.com/Luis Dalvan)
Gerhana bulan total atau yang sering disebut blood moon tidak berbahaya bagi manusia, hewan, maupun lingkungan. Fenomena ini merupakan peristiwa alam yang aman dan bisa diprediksi. Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan total aman dilihat langsung tanpa kacamata atau alat khusus.
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan gerhana bulan menyebabkan bencana atau gangguan kesehatan. Warna merah pada Bulan muncul akibat proses yang disebut hamburan Rayleigh, yang berarti cahaya Matahari tersaring oleh atmosfer Bumi saat gerhana berlangsung. Meski dalam beberapa budaya sering dikaitkan dengan mitos, secara ilmiah gerhana bulan tidak berdampak pada kehidupan di Bumi.
Sejatinya, gerhana bulan total terjadi saat Bulan berada pada fase purnama dan sejajar dengan Matahari serta Bumi. Dampaknya secara umum berkaitan dengan pasang surut air laut yang bisa sedikit lebih tinggi dari biasanya, terutama di wilayah pesisir. Oleh karena itu, bagi kamu yang tinggal di daerah pantai, disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air meski fenomena ini tergolong alami dan dapat diprediksi.