Sepanjang sejarah yang diketahui, manusia memang terpesona dengan permata dan perhiasan. Segelintir kalangan elite masyarakat bahkan mengoleksi sebanyak mungkin benda berkilauan tersebut. Dikutip New Scientist, misalnya saja makam Raja Tutankhamun yang penuh dengan emas dan permata. Firaun Mesir kuno ini meninggal dunia dengan kekayaan yang sangat berlimpah.
Selama itu pula, ada pencuri yang merencanakan berbagai cara untuk mengambil benda-benda berharga ini. Lihat saja banyaknya bangsawan Mesir Kuno yang makamnya dijarah (makam Tutankhamun sendiri juga pernah dirampok). Dalam beberapa abad berikutnya, pencurian permata menjadi hal yang biasa. Bahkan beberapa kasusnya dilakukan sangat nekat. Mirip seperti di film-film Hollywood.
Beberapa pencurian permata modern dilakukan oleh Pink Panthers, sekelompok gangster pencuri permata yang dinamai berdasarkan serial film abad ke-20 yang melakukan pencurian berlian. Pink Panthers di kehidupan nyata adalah kelompok internasional yang terorganisir dan sudah beroperasi selama hampir dua dekade. Mereka mengumpulkan sekitar 500 juta dolar AS barang curian.
Pink Panthers punya perencanaan yang luar biasa dan pencurian yang dilakukan selesai dalam hitungan menit saja, lho. Meskipun beberapa anggota utamanya sudah ditangkap dan dipenjara, tapi tak menutup kemungkinan bahwa Pink Panthers lain mungkin masih berkeliaran dan berada di balik beberapa pencurian perhiasan yang paling nekat saat ini. Nah, salah satunya yang belum lama terjadi, tepatnya pada 19 Oktober 2025 di Museum Louvre. Pasalnya, sekelompok pencuri dengan nekat membawa kabur sembilan perhiasan bersejarah abad ke-19, yang jika dinilai sekitar 88 juta euro atau setara dengan Rp1,7 triliun. Penasaran, kan? Mari kita bahas!
