ilustrasi anak anjing (pexels.com/Goochie Poochie Grooming)
Beberapa anjing menderita gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Tetapi ini mungkin bermanifestasi sebagai perilaku mengejar ekor alih-alih mencuci tangan. Seekor anjing yang menderita kecemasan akan perpisahan mungkin mengejar ekornya seperti orang yang gugup menggigit kukunya.
Anjing lain mungkin mengejar ekornya ketika terlalu bersemangat dengan kehadiran pengunjung, binatang atau burung di halaman. Mungkin juga karena usai cedera, merasakan bahwa itu menenangkan dan terus mengunyah ekornya setelah cederanya sembuh.
Terlepas dari faktor pemicunya, anjing penderita OCD mengejar dan mengunyah ekornya tanpa henti dan ini menjadi kebiasaan kompulsif. Bahkan, beberapa luka tidak kunjung sembuh karena anjing terus mengalami trauma pada bagian ekornya.
Memutuskan siklus trauma memerlukan sedikit usaha dari anjing dan pemiliknya. Teknik modifikasi perilaku oleh dokter hewan atau ahli perilaku hewan terkadang harus bersamaan dengan pengobatan.
Kamu harus mengamati anjing dengan cermat dan mengidentifikasi pemicu yang memulai pengejaran ekor. Kemudian pemilik dapat memprediksi perilaku tersebut dan menghindarinya dengan mengalihkan perhatian anjing pada aktivitas alternatif.
Misalnya, jika anjing melihat seekor burung menjadi bersemangat dan mengejar ekornya, alihkan perhatiannya dengan permainan lempar tangkap. Jika dia merasa cemas saat meninggalkannya sendirian, lakukan intervensi dengan menerapkan teknik keberangkatan.
Pengalihan harus dilakukan sebelum hewan mulai mengejar ekornya sehingga tidak dianggap sebagai hadiah oleh anjing. Seringkali pengejaran ekor dikurangi dengan penambahan obat modifikasi perilaku yang mengubah kadar serotonin atau dopamin ke dalam program pelatihan.
Jika anjing lebih sering mengejar ekornya atau melukai ekornya karena menggigitnya, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Para profesional dapat mengidentifikasi masalah medis atau perilaku yang mendasarinya dan mengatasinya secara individual.
Mencapai akar masalah adalah jalan tercepat menuju kesembuhan dan akan menghentikan pengejaran sebelum hal itu menjadi respons atau kebiasaan yang dilakukan setiap saat.
Apakah anjing sadar bahwa ekor itu bagian dari tubuhnya? | Anjing dewasa umumnya sadar, tetapi anak anjing kadang belum sepenuhnya memahami bahwa ekor merupakan bagian tubuh mereka sendiri. |
Apakah perilaku mengejar ekor hanya dimiliki anjing? | Tidak. Kucing juga kadang mengejar ekornya sendiri karena naluri bermain, rasa penasaran, atau kebosanan, terutama saat masih kecil. |
Apakah kutu atau alergi bisa membuat anjing mengejar ekornya? | Ya. Rasa gatal akibat kutu, alergi makanan, atau iritasi kulit dapat membuat anjing berusaha menggigit dan mengejar area ekornya untuk mengurangi rasa tidak nyaman. |