Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Belalang Migrasi, Aman Dimakan dalam Keadaan Beku

5 Fakta Unik Belalang Migrasi, Aman Dimakan dalam Keadaan Beku
belalang migrasi (commons.wikimedia.org/Gilles San Martin)
Intinya Sih
  • Belalang migrasi (Locusta migratoria) merupakan satu-satunya spesies dalam genus Locusta, dengan persebaran luas di Afrika, Asia, dan Australia serta mampu hidup di beragam habitat.
  • Serangga ini terbang sekitar 15–20 km/jam, dapat menempuh hingga 130 kilometer sehari, dan membentuk koloni jutaan individu yang berpotensi menjadi hama merugikan pertanian.
  • Belalang migrasi memiliki fase soliter hingga berkoloni yang dipengaruhi lingkungan dan kepadatan populasi; spesies ini juga diakui aman dikonsumsi dalam bentuk kering atau beku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Manusia bukan satu-satunya penguasa di muka bumi. Jika berbicara populasi, justru belalang bisa dibilang sebagai penguasa yang sesungguhnya. Penyebaran belalang juga sangat luas, mulai dari hutan di Afrika hingga savana kering Australia. Nah, dari banyaknysa spesies belalang di dunia, belalang migrasi (Locusta migratoria) jadi salah satu yang terunik.

Sekilas, belalang migrasi memang serupa dengan spesies lain karena punya badan ramping dan tubuh berwarna hijau. Namun, aspek lain seperti klasifikasi, kecepatan terbang, hingga kebiasaannya sangat berbeda, lho. Penasaran dengan berbagai fakta unik belalang migrasi? Simak di bawah ini, yuk.

1. Satu-satunya spesies dari genus Locusta

belalang migrasi
belalang migrasi (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Dilansir Wisdom Library, genus monotipik merujuk pada genus yang hanya memiliki satu spesies. Belalang migrasi sendiri merupakan genus monitipik karena ia adalah satu-satunya spesies dari genus Locusta. Jadi, belalang migrasi tidak memiliki kerabat dekat dari genus yang sama. Jika ditarik ke belakang lagi, hewan ini berasal dari suku Locustini dan subfamili Oedipodinae. Menariknya, di suku Locustini dan subfamili Oedipodinae terdapat ratusan spesies dengan penyebaran luas serta keunikannya tersendiri.

2. Bisa terbang hingga kecepatan 20 km/jam

belalang migrasi
belalang migrasi (commons.wikimedia.org/Quartl)

Laman JungleDragon menjelaskan kalau kecepatan terbang belalang migrasi sekitar 15-20 km/jam. Hewan ini sangat aktif dan ia bisa menjelajah hingga sejauh 130 kilometer dalam sehari. Saat menjelajah ia akan melakukannya secara berkelompok atau berkelononi. Tercatat, satu koloni bisa berisikan hingga jutaan ekor individu.

Karena jumlahnya yang berlimpah, belalang ini dianggap sebagai hama. Pernah terjadi wabah belalang migrasi di Afriaka pada 1928 hingga 1942 yang menyebabkan kelumpuhan ekonimi. Selain Afrika, Australia juga berusaha melawan invasi belalang migrasi karena sangat merugikan petani setempat.

3. Belalang migrasi bisa dimakan oleh manusia

belalang migrasi
belalang migrasi (commons.wikimedia.org/Marta Boroń)

Meski merugikan bagi petani, ternyata belalang migrasi bisa berguna dan menjadi sumber makanan, lho. Pada Mei 2017 hewan ini secara resmi diakui sebagai makanan di negara Swiss. Artikel di jurnal EFSA Journal juga menjelaskan bahwa European Food Safety Agency menerbitkan opini saintifik yang mengungkapkan kalau belalang migrasi bisa dijual dan aman dimakan dalam keadaan kering atau beku. Pada 2021 beberapa anggota Uni Eropa juga menyuarakan dukungannya terhadap legalitas belalang migrasi sebagai makanan.

4. Belalang migrasi punya penyebaran yang sangat luas

belalang migrasi
belalang migrasi (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Dilansir Animalia, belalang migrasi punya penyebaran yang luas karena mencakup wilayah Afrika, Asia, hingga Australia. Awalnya spesies ini juga sangat mudah ditemukan di Eropa, tetapi sekarang populasinya di benua tersebut kian merosot. Karena punya penyebaran yang luas, belalang migrasi bisa hidup di berbagai tipe habitat, mulai dari hutan, semak-semak, area terbuka, savana, daerah lembap, kebun, taman, ladang, hingga pemukiman. Hewan sepanjang 4-6 centimeter ini juga pandai berkamuflase berkat tubuhnya yang berwarna cokelat, kuning, dan hijau.

5. Belalang migrasi punya banyak fase kehidupan

belalang migrasi
belalang migrasi (commons.wikimedia.org/Gilles San Martin)

Laman Atlas of Living Australia menjelaskan kalau belalang migrasi memiliki beberapa fase kehidupan. Pertama, hewan ini akan mengalami fase soliter di mana ia akan hidup menyendiri. Setelah itu ia akan berkembang dan memasuki fase transiens congregans (bentuk tengah). Jika fase tersebut sudah selesai barulah belalang migrasi memasuki fase gregarious dan mulai berkelompok atau berkoloni. Uniknya, perubahan fase tersebut akan terjadi dan berubah tergantung kondisi lingkungan dan kepadatan populasi.

Itulah lima fakta unik belalang migrasi, serangga kecil yang sangat erat dengan kehidupan manusia. Belalang migrasi sendiri hanya satu dari banyaknya spesies belalang di muka bumi. Jadi, ia hanya contoh kecil yang merepresentasikan kehidupan belalang secara luas. Di luar sana ada banyak spesies belalang lain dengan ukuran lebih besar, warna lebih cerah, dan punya efek lebih besar dari belalang migrasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More