Perairan air tawar menjadi habitat yang ideal bagi berbagai spesies ikan. Mereka tak hanya berenang dan mencari makan, tapi juga berkembang biak dan terus bertahan hingga ribuan tahun di air tawar. Ikan mas perak (Hypophthalmichthys molitrix) merupakan salah satu spesies ikan air tawar paling unik.
5 Fakta Unik Ikan Mas Perak, Dipancing dengan Metode Khusus

- Ikan mas perak dapat mencapai panjang 1,2 meter dan bobot 50 kilogram, dengan ciri tubuh memanjang, sisik perak, kepala besar, serta sirip gelap.
- Sebagai filter feeder tanpa perut, ikan ini menyaring plankton, alga, dan detritus hingga partikel 4 µm, termasuk alga beracun yang dapat memengaruhi kualitas air.
- Berasal dari Asia, ikan mas perak telah menyebar ke berbagai benua dan menjadi invasif di Amerika Serikat; penangkapannya juga memakai umpan dough melalui suspension method.
Keunikan ikan tersebut tercermin dari banyak aspek, mulai dari kebiasaan, penyebaran, hingga ukurannya. Tak hanya itu, ikan mas perak juga memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan manusia, lho. Mau tahu lebih dalam terkait ikan mas perak? Yuk, simak berbagai fakta uniknya di bawah ini.
1. Ikan mas perak bisa tumbuh sepanjang 1 meter

Laman Fishbase menjelaskan kalau panjang rata-rata ikan mas perak sekitar 18 centimeter. Namun, ukuran maksimalnya jauh lebih besar dengan panjang maksimal 1,2 meter dan bobot mencapai 50 kilogram. Ukuran dewasa ikan juga cukup besar, yaitu sekitar 51 centimeter. Seperti spesies carp atau ikan mas lain, hewan ini punya badan yang memanjang, sirip meruncing, dan ekor bercabang. Sisiknya halus, berwarna perak, dan kepalanya besar. Ikan ini juga punya mata kecil dan sirip berwarna gelap yang kontras dengan warna badannya.
2. Ikan mas perak merupakan filter feeder

Dilansir Animalia, ikan mas perak adalah filter feeder yang mencari makan dengan cara menyaring makanan di dasar perairan. Ikan tersebut juga memiliki organ khusus yang bisa menyaring partikel hingga ukuran 4 µm. Ikan mas perak juga tidak memiliki perut serta hanya memakan material mikroskopis seperti plankton, alga, dan detritus.
Kebiasaan makannya membuat ikan mas perak menjadi spesies yang bisa mengontrol kualitas air. Sebab, ia akan memakan alga biru atau hijau yang berpotensi menyebarkan racun mycrosistis. Menariknya, ikan mas perak kebal terhadap racun tersebut sehingga ia bisa memakan alga tanpa takut terkontaminasi.
3. Ikan mas perak menjadi spesies invasif

Posisi ikan mas perak serupa dengan sapu-sapu dan nila, yaitu sebagai spesies invasif. Laman FAO menjelaskan kalau penyebaran alami ikan mas perak mencakup wilayah Asia seperti China dan Siberia. Namun, sekarang penyebarannya sudah meluas hingga Amerika Utara, Eropa, dan Afrika.
Nah, statusnya sebagai spesies invasif disematkan pada populasi yang menghuni Amerika Utara, tepatnya Amerika Serikat. Tercatat, ikan mas perak dilaporkan sudah menginvasi 16 negara bagian sejak beberapa tahun terakhir. Salah satu efek negatif dari invasi ikan ini adalah berkurangnya populasi plankton dan menurunnya populasi ikan lokal karena harus bersaing dengan ikan mas perak.
4. Ikan mas perak dipancing dengan metode khusus

Dilansir Animal Diversity Web, pamor ikan mas perak sebagai sumber makanan terus meningkat. Penangkapan ikan ini juga meningkat dari 1.9 ton pada 1993 menjadi 4.9 ton pada 2003. Kepopulerannya terus meroket karena pemeliharannya yang mudah dan rasa dagingnya yang terbilang lezat. Selain ditangkap dan dibudidaya, ikan ini juga kerap dipancing.
Artikel di jurnal Copeia menjelaskan kalau ikan mas perak dipancing menggunakan metode khusus, yaitu suspension method. Pemancing akan memakai umpan berupa dough (campuran tepung dan air) berukuran besar yang nantinya akan menyebar jika terkenda air. Nantinya, dough tersebut akan tercium oleh ikan dan akhirnya ia akan menggigit kail.
5. Ikan mas perak hanya punya dua kerabat dekat

Ikan mas perak berasal dari genus Hypophthalmichthys. Dilansir iNaturalist, genus Hypophthalmichthys hanya memiliki tiga spesies, yaitu Hypophthalmichthys harmandi (ikan mas perak sisik besar), Hypophthalmichthys nobilis (ikan mas kepala besar), dan Hypophthalmichthys molitrix (ikan mas perak). Dari rincian tersebut, dapat terlihat kalau ikan mas perak hanya memiliki dua kerabat dekat dari genus yang sama. Uniknya, penyebaran dua spesies lainnya juga sudah meluas melebihi wilayah alaminya.
Ikan mas perak jauh dari bayangan ikan mas konvensional yang biasa dimakan atau dipelihara di akuarium. Hal tersebut membuatnya berbeda dan memberikan ciri khas tersendiri jika dibandingkan spesies ikan mas lain. Pemanfaatan ikan mas perak sebagai bahan pangan juga sangat baik karena hal tersebut bisa menyokong perekonomian dunia secara luas.


![[QUIZ] Apakah Kucingmu Kesepian? Cari Tahu dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20231228/pexels-19492325-0a08b4c2ebe7bfb858f07109adee61c0-fc64a0a9b59fe661bc10ec99b606d8b1.jpg)

















