Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Baju Warna Hitam Terasa Lebih Panas daripada Baju Putih?
memakai baju warna hitam (magnific.com/atlascompany)
  • Baju hitam menyerap hampir seluruh spektrum cahaya matahari, mengubahnya menjadi panas yang merambat ke tubuh dan membuat pemakainya lebih cepat gerah.
  • Baju putih memantulkan sebagian besar cahaya matahari, sehingga panas yang diserap kain lebih sedikit dan tubuh cenderung terasa lebih sejuk di siang hari.
  • Kenyamanan pakaian juga dipengaruhi bahan, ketebalan, potongan, dan sirkulasi udara; kain tipis berpori membantu penguapan keringat, sedangkan bahan rapat dapat memerangkap panas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baju hitam sering terasa lebih panas dipakai di cuaca terik dibanding baju putih. Banyak orang menganggap ini cuma mitos atau perasaan saja. Padahal ada penjelasan ilmiah di balik perbedaan sensasi panas kedua warna ini.

Warna memengaruhi kemampuan kain menyerap atau memantulkan cahaya matahari. Semakin banyak cahaya yang diserap, semakin besar panas yang tersimpan di kain. Berikut tiga alasan utama kenapa baju hitam terasa lebih panas daripada baju putih.

1. Warna hitam menyerap panas matahari

memakai baju warna hitam (magnific.com/atlascompany)

Mengutip situs Fioboc, warna hitam menyerap hampir seluruh spektrum cahaya matahari yang mengenainya. Cahaya yang diserap itu berubah menjadi energi panas di dalam kain. Panas tersebut kemudian merambat ke tubuh pemakainya.

Semakin gelap warna kain, semakin besar kemampuan menyerap panasnya. Itu sebabnya baju hitam cepat terasa hangat saat terkena sinar matahari langsung. Efeknya tubuh jadi lebih cepat gerah dibanding pakai baju warna terang.

2. Warna putih memantulkan cahaya matahari

memakai baju warna putih (magnific.com/stockking)

Menurut Kingdom of White, warna putih memantulkan sebagian besar cahaya matahari yang jatuh di permukaan kain. Karena cahaya dipantulkan, panas yang diserap kain jauh lebih sedikit. Tubuh pun terasa lebih sejuk saat memakai baju putih.

Prinsip ini sama seperti atap rumah warna terang yang dipakai di daerah panas. Warna terang memang membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam. Jadi wajar kalau baju putih terasa lebih nyaman di siang hari.

3. Bahan dan sirkulasi udara juga mempengaruhi panas

ilustrasi memakai baju warna putih berbahan tipis (magnific.com/8photo)

Selain warna, jenis bahan kain juga menentukan seberapa panas baju saat dipakai. Menyadur Fabriculture, bahan tebal dan rapat membuat panas tubuh terperangkap di dalam. Sebaliknya, bahan tipis dan berpori membuat udara lebih mudah mengalir.

Sirkulasi udara yang lancar membantu menguapkan keringat dan menurunkan suhu tubuh. Baju hitam berbahan katun tipis bisa jadi tidak sepanas baju putih berbahan polyester tebal. Jadi warna bukan satu-satunya faktor penentu kenyamanan.

Warna memang bukan satu-satunya faktor yang bikin baju terasa panas. Bahan, potongan, dan sirkulasi udara juga ikut berperan besar. Pilih baju yang paling nyaman dipakai sesuai cuaca dan aktivitasmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article