Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Surfbird, Burung Pantai yang Bersarang di Pegunungan Alaska

4 min read
5 Fakta Surfbird, Burung Pantai yang Bersarang di Pegunungan Alaska
Surfbird (commons.wikimedia.org/Jason Crotty)
  • Surfbird bermigrasi ribuan kilometer menyusuri pesisir Pasifik, dari selatan Chili dan Tierra del Fuego menuju Alaska serta Yukon saat musim berbiak.
  • Meski biasa mencari makan di pantai, surfbird bersarang di tundra berbatu pegunungan Alaska dan Yukon, dengan sarang cekungan dangkal di tanah.
  • Di pesisir, surfbird memakan teritip, kerang, dan moluska di sela batu ombak; cirinya kaki kuning, ekor putih berpita hitam, serta paruh pendek tebal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Burung pantai biasanya mencari makan di sekitar garis pantai, tetapi surfbird (Calidris virgata) justru menghabiskan musim berbiaknya jauh dari laut. Setelah bermigrasi mengikuti pesisir Pasifik, burung ini menuju kawasan pegunungan di Alaska dan Yukon untuk bertelur serta membesarkan anak.

Perpindahan habitat tersebut membuat surfbird harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang sangat berbeda. Di pantai, burung ini mencari makanan di antara bebatuan dan ombak, sedangkan di pegunungan mereka menghadapi tundra berbatu serta suhu yang lebih rendah. Simak lima fakta tentang surfbird berikut ini!

  1. 1. Bermigrasi dari Amerika Selatan ke Alaska

    Surfbird
    Surfbird (commons.wikimedia.org/TRinaud)

    Wilayah persebaran surfbird membentang jauh di sepanjang pantai Pasifik. Dilansir laman Animalia, burung ini bermigrasi dari wilayah selatan Chili dan Tierra del Fuego menuju Amerika Utara ketika musim berbiak tiba. Perjalanan tersebut dilakukan melalui jalur pesisir yang membentang dari Amerika Selatan hingga Alaska dan Yukon.

    Di luar musim berbiak, surfbird lebih banyak berada di kawasan pesisir untuk mencari makanan. Burung ini dapat menempuh perjalanan ribuan kilometer mengikuti garis pantai sebelum mencapai wilayah utara. Setelah musim berbiak selesai, surfbird kembali bergerak ke selatan dan menghabiskan musim berikutnya di kawasan pesisir.

  2. 2. Bersarang di pegunungan Alaska

    Sarang Surfbird
    Sarang Surfbird (commons.wikimedia.org/Terry Hall, USFWS)

    Berbeda dari kebiasaannya mencari makan di pesisir, surfbird menuju kawasan pegunungan ketika waktunya berkembang biak. Dilansir laman Audubon, burung ini bersarang di tundra berbatu di Alaska dan Yukon, termasuk kawasan pegunungan dengan ketinggian tertentu. Sarangnya berada di permukaan tanah, biasanya berupa cekungan dangkal di antara bebatuan dan vegetasi rendah.

    Lokasi sarang surfbird sempat sulit diketahui oleh para peneliti. Tempat berkembang biak spesies ini baru ditemukan dan didokumentasikan pada dekade 1920-an. Sarangnya tidak dibuat dengan bentuk yang rumit, hanya dilapisi sedikit daun kering, lumut, dan lichen (lumut kerak) di antara bebatuan.

  3. 3. Jantan tidak terlalu agresif mempertahankan wilayah

    Surfbird
    Surfbird (commons.wikimedia.org/ALAN SCHMIERER)

    Saat musim berbiak, jantan surfbird melakukan penerbangan di sekitar area bersarang sambil mengeluarkan suara. Dilansir laman All About Birds, perilaku tersebut berkaitan dengan aktivitas mempertahankan area berkembang biak. Namun, surfbird tidak dikenal sebagai burung yang sangat agresif terhadap individu lain di sekitar tempat bersarang.

    Beberapa burung bahkan dapat ditemukan dalam jarak yang relatif berdekatan di kawasan pegunungan berbatu. Persaingan antarjantan tetap dapat terjadi, tetapi interaksi yang sangat agresif tidak terlalu sering terlihat. Setelah musim berbiak berakhir, surfbird kembali meninggalkan kawasan pegunungan dan menuju habitat pesisir.

  4. 4. Berburu mangsa di sela hempasan ombak

    Surfbird
    Surfbird (commons.wikimedia.org/ALAN SCHMIERER)

    Perpindahan kembali ke pesisir membuat surfbird kembali mencari makanan di antara bebatuan yang terkena hempasan ombak. Merujuk kembali pada laman Audubon, burung ini menggunakan paruhnya yang pendek dan tebal untuk mengambil berbagai hewan kecil yang menempel pada permukaan batu, termasuk teritip, kerang, dan moluska lainnya.

    Saat air laut mulai surut, surfbird bergerak di antara celah batu untuk mencari mangsa yang tertinggal. Burung ini dapat mencungkil hewan yang menempel kuat pada batu dengan gerakan paruh dan kepala yang cepat. Makanan dari kawasan pasang surut tersebut menjadi sumber energi selama surfbird berada di habitat pesisir.

  5. 5. Memiliki kaki kuning dan pola ekor yang khas

    Surfbird
    Surfbird (commons.wikimedia.org/Jason Crotty)

    Kebiasaan berada di antara bebatuan pesisir membuat surfbird dapat dikenali dari beberapa ciri tubuhnya. Dilansir laman Birda, burung ini memiliki kaki berwarna kuning yang kontras dengan bulu tubuhnya yang didominasi warna abu-abu dan cokelat. Bagian ekornya berwarna putih dengan pita hitam di dekat ujung.

    Pola ekor tersebut terlihat lebih jelas ketika surfbird terbang atau berpindah dari satu batu ke batu lainnya. Warna kaki dan ekornya dapat membantu membedakan spesies ini dari burung pantai lain yang hidup di lingkungan serupa, termasuk turnstone. Bentuk paruh yang pendek dan tebal juga menjadi ciri lain yang dapat diperhatikan.

    Surfbird berpindah antara pegunungan Alaska dan kawasan pesisir Pasifik sesuai musim. Setelah musim berbiak selesai, burung ini kembali ke pantai untuk mencari makanan di sela bebatuan. Pola hidup tersebut terus berulang setiap tahun, mengikuti waktu migrasi dan kondisi habitat yang dibutuhkannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More