ilustrasi gunung api (pexels.com/Kelly)
Bentuk kerucut yang terlihat pada gunung berapi bukan berarti akan bertahan selamanya. Setelah terbentuk, permukaan gunung terus dipengaruhi oleh hujan, angin, aliran air, hingga perubahan suhu yang perlahan mengikis batuan di lerengnya. Proses pengikisan ini memang berlangsung sangat lambat, tetapi dalam rentang ribuan hingga jutaan tahun dapat mengubah bentuk gunung secara signifikan. Itulah sebabnya gunung yang sudah sangat tua biasanya tidak lagi memiliki lereng yang simetris seperti saat pertama kali terbentuk.
Perubahan bentuk juga bisa terjadi dalam waktu yang jauh lebih singkat ketika gunung kembali meletus. Material baru berupa lava, abu vulkanik, dan batuan akan menambah lapisan pada tubuh gunung, sedangkan letusan yang sangat besar dapat menyebabkan puncaknya runtuh hingga membentuk kaldera. Karena terus mengalami pengikisan sekaligus penambahan material, bentuk gunung sebenarnya selalu berubah dari waktu ke waktu. Jadi, bentuk kerucut yang terlihat saat ini merupakan hasil dari proses geologi yang masih terus berlangsung, bukan bentuk yang akan tetap sama selamanya.
Bentuk kerucut yang dimiliki banyak gunung merupakan hasil dari perpaduan antara aktivitas vulkanik, gaya gravitasi, dan sifat material penyusunnya yang bekerja selama jutaan tahun. Karena setiap gunung terbentuk melalui proses geologi yang berbeda, tidak semuanya memiliki bentuk yang sama meskipun sekilas terlihat mirip. Lantas, fenomena alam apa lagi yang menurutmu tampak sederhana, tetapi ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang tidak kalah menarik?
Referensi:
"Types of Volcanic Cones." National Geographic. Diakses pada Agustus 2026
"Geology and Physical Processes." National Park Service of the United States. Diakses pada Agustus 2026
"One of Earth’s most explosive supervolcanoes is recharging with fresh magma." Kobe University. Diakses pada Agustus 2026