Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, menjelaskan bahwa selisih antara kalender Hijriah dan Masehi bukan hanya membuat Ramadan terus maju, tetapi juga membuka kemungkinan 2 hari besar Islam terjadi dalam 1 tahun Masehi yang sama. Mengingat tanggalnya terus bergeser lebih awal setiap tahun, ada momen tertentu ketika satu perayaan terjadi pada awal tahun, lalu kembali muncul pada akhir tahun yang sama dalam kalender Masehi.
Fenomena ini bukan sekadar teori. Dua bulan Ramadan terakhir kali terjadi dalam 1 tahun Masehi pada 1997 dan diperkirakan akan kembali terulang pada 2030. Hal serupa juga pernah terjadi pada Idul Fitri 2000 dan diprediksi terulang pada 2033. Sementara itu, Idul Adha dua kali dalam setahun terakhir terjadi pada 2007 dan diperkirakan kembali pada 2040.
Jadi, kenapa bulan Ramadan selalu maju bukanlah kebetulan. Semua ini dipengaruhi oleh perbedaan sistem kalender lunar dan solar yang memiliki jumlah hari berbeda. Semoga informasi ini bisa menjawab rasa penasaran kamu!
Kenapa bulan Ramadan selalu maju setiap tahun? | Karena kalender Hijriah berbasis peredaran bulan yang jumlah harinya lebih pendek sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi. |
Apakah tanggal Ramadan selalu berubah? | Dalam kalender Masehi, iya selalu berubah. Tapi dalam kalender Hijriah, Ramadan tetap jatuh pada tanggal yang sama. |
Apakah semua bulan dalam kalender Hijriah ikut bergeser? | Iya. Semua bulan Hijriah, termasuk Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha, ikut maju setiap tahun dalam kalender Masehi. |
Referensi
"Why Does Ramadan Change Every Year?". Islamic Question & Answer. Diakses Februari 2026.
"Why Ramadan Starts on a Different Day Every Year". Time. Diakses Februari 2026.
"Why Does Ramadan’s Date Change Each Year?". Orphans in Need. Diakses Februari 2026.
"Kenapa Awal Puasa Bisa Berbeda? Ini Sedikit Penjelasan Ilmiah dan Dasar Agamanya". Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Diakses Februari 2026.