5 Fakta Unik Burung Gereja Savana, Tersebar Luas di Amerika Utara

- Burung gereja savana hidup di wilayah Amerika Utara, mulai dari Alaska hingga Texas
- Panjang maksimal burung gereja savana adalah 15 centimeter dengan 17 subspesies yang berbeda
- Unggas ini merupakan omnivor yang memakan tanaman dan serangga, terbang dalam jarak pendek
Savana biasanya dihuni oleh reptil atau mamalia kecil yang gesit. Namun, ada satu spesies burung yang hidup bebas di savana. Ia adalah Passerculus sandwichensis atau burung gereja savana. Punya tubuh kecil dan bulu cokelat, unggas mungil tersebut sering berkelana di semak-semak atau bertengger di atas pohon. Penyebarannya juga luas sehingga membuatnya mudah ditemukan.
Burung gereja savana merupakan omnivor yang makanan kesukaannya adalah tanaman dan serangga. Tak suka terbang dalam jarak yang jauh, ia lebih sering berjalan atau melayang dengan jarak pendek. Mau tahu lebih dalam mengenai burung tersebut? Yuk, simak lima fakta unik burung gereja savana di bawah ini!
1. Burung gereja savana hidup di wilayah Amerika Utara

Data dari BirdLife DataZone, bisa disimpulkan bahwa burung gereja savana memiliki penyebaran yang luas. Ia menghuni seluruh wilayah Amerika Utara, mulai dari Alaska dan Kanada yang dingin di utara hingga daerah gersang seperti Texas. Selain di utara penyebarannya juga sedikit meluas ke daerah Meksiko di Amerika Tengah yang lebih tropis, lembap, dan dipenuhi hutan hujan.
Seperti namanya, unggas kecil ini kerap ditemukan di area terbuka, seperti savana, padang rumput, daerah pertanian, zona intertidal, pesisir pantai, dan rerumputan. Sebenarnya populasi burung gereja savana masih cukup melimpah dengan 170 juta individu di alam liar. Ia juga masuk ke kategori least concern (risiko rendah). Namun, tren populasinya terus menurun dan hal tersebut bisa menjadi ancaman.
2. Panjang maksimal burung gereja savana 15 centimeter

Dilansir Audubon, panjang burung gereja savana ada di angka 11-15 centimeter. Badannya kecil, mungil, dan agak membulat dikarenakan bulunya yang tebal. Di bagian dada ia memiliki corak garis yang tajam dan kuat. Naik ke kepala, corak dan warnanya sangat beragam, mulai dari warna kuning hingga cokelat yang ditemani garis berukuran besar. Warna dasarnya sendiri ada dua, yaitu cokelat (di bagian atas tubuh) dan putih (perut). Namun, warna dan coraknya sangat bervariasi bergantung dari habitat, penyebaran, dan subspesies. Tercatat burung ini dibagi menjadi 17 subspesies.
5. Omnivor yang memakan tanaman dan serangga

Secara umum burung gereja savana merupakan hewan omnivor atau pemakan segala. Dilansir Animal Diversity Web, makanannya mencakup invertebrata dan material tanaman berukuran kecil. Bulir, biji-bijian, tanaman obat, dan foxtail menjadi makanan utamanya. Untuk memenuhi kebutuhan protein hewaninya, burung gereja savana juga akan memangsa berbagai invertebrata seperti kumbang, lalat, belalang, ulat, hingga laba-laba. Perubahan kebiasaan makanan yang dialami burung ini akan terjadi saat pergantian musim.
4. Burung ini akan memakan serangga di musim kawin

Saat musim kawin burung gereja savana akan mengubah pola makannya dan mulai memakan serangga atau invertebrata. Dilansir All About Birds, unggas ini akan memakan serangga yang penuh dengan nutrisi. Hal tersebut dilakukan agar ia memiliki banyak tenaga untuk menghadapi musim kawin yang berat, melelahkan, dan mampu menghasilkan telur berkualitas. Selain itu, serangga yang ditangkap juga akan diberikan kepada anak-anaknya. Karena masih kecil anakan burung ini membutuhkan nutrisi yang berlimpah dari serangga.
5. Burung gereja savana hanya terbang dalam jarak pendek

Burung gereja savana memang bisa terbang seperti spesies lain. Namun, laman Avibase menjelaskan bahwa ia tak terlalu suka terbang jauh. Di banyak kesempatan burung ini hanya akan terbang dengan jarak pendek. Terbang ke atas pohon, berpindah tempat, atau melayang dengan cepat menjadi kebiasaannya. Daripada terbang tinggi atau jauh, burung gereja savana lebih memilih untuk berkelana atau berjalan di daratan dalam rangka mencari makanan. Dengan berkelana di daratan burung ini juga bisa berkamuflase dan bersembunyi di semak-semak.
Kehidupan burung gereja savana dipenuhi banyak hal menarik. Burung gereja savana bisa hidup dengan tenang tanpa takut akan ancaman yang berarti. Ia juga memiliki adaptasi yang baik untuk hidup di savana. Semua hal tersebut tercemin dari fakta unik burung gereja savana yang mencakup berbagai aspek. Maka dari itu, kamu tak boleh memandang rendah unggas berukuran kecil ini.


















