Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Siput Textile Cone, Moluska Paling Beracun di Dunia

Siput textile cone
Siput textile cone (commons.wikimedia.org/Amada44)
Intinya sih...
  • Persebaran siput textile cone di Laut Merah dan zona Indo-Pasifik
  • Ciri fisik siput textile cone yang memiliki cangkang berbentuk kerucut dengan garis coklat gelap
  • Siput textile cone berburu mengandalkan penciumannya dan menembakkan racun kontoksin yang sangat berbahaya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Moluska hewan yang bercirikan invertebrata bertubuh lunak umumnya memiliki semacam pelindung (cangkang zat kapur) dan kaki berotot. Hewan-hewannya meliputi tiram, kerang, siput, cumi-cumi dan gurita yang hidup di air tawar, laut dan darat.

Dari semua moluska, ada tiga yang paling beracun seperti gurita cincin biru, siput textile cone dan siput geographic cone. Siput textile cone bakal dibahas kali ini. Dinamakan textile cone karena cangkangnya yang indah dan beronamen. Tapi, jangan tertipu dengan tampilannya. Jika merasa terganggu, siput akan mengeluarkan tombak dilumuri racun.

Kamu harus tahu lebih dalam soal siput textile cone karena penting banget agar tidak terkena racunnya ya.

1. Persebaran siput textile cone

Siput textile cone
Siput textile cone (commons.wikimedia.org/Amada44)

Siput textile cone tersebar di Laut Merah dan zona Indo-Pasifik seperti Selandia Baru dan lepas pantai Australia seperti New South Wales, Northern Territory, Queensland dan Western Australia, Oceania seperti Polinesia Prancis dan Hawai hingga Samudra Hindia dan Afrika timur.

2. Ciri fisik siput textile cone

Siput textile cone
Siput textile cone (commons.wikimedia.org/Jan Delsing)

Siput textile cone memiliki cangkang berbentuk kerucut. Hewan ini agak tampak seperti pola komputer yang disebut rule 30. Siput dewasa biasanya tumbuh hingga 9 atau 10 cm dan bahkan mencapai 15 cm. Setiap subspies siput textile cone mempunyai tampilan berbeda. Namun, semuanya memiliki garis coklat gelap.

Cangkang siput textile cone berwarna coklat kekuningan dengan garis-garis coklat bergelombang yang membentang dari atas ke bawah ditambah ada warna lain yakni segitiga putih. Bagian atas cangkang disebut spire dan bukaan cangkang disebut aperture warna putih.

3. Siput textile cone berburu mengandalkan penciumannya dan menembakkan racun

Siput textile cone
Siput textile cone (commons.wikimedia.org/Rijksmuseum)

Siput textile cone bersembunyi di dalam sedimen dasar laut hanya dengan sifon yang berfungsi sebagai tabung pernapasan. Tabung pernapasan digunakan untuk berburu mangsa dengan mengandalkan penciuman. Siput textile cone memakan spesies siput lain dan moluska lainnya.

Cara lebih menakutkan lagi adalah siput textile cone mengeluarkan racun. Belalai siput diulurkan ke arah mangsa dari radula disertai anak panah yang diluncurkan. Racun siput textile cone sebagai kontoksin yang mengandung peptida.

4. Sistem reproduksinya

Siput textile cone
Siput textile cone (commons.wikimedia.org/Richard Ling)

Betina siput textile cone meletakkan telur di dalam tubuhnya pada permukaan yang keras. Betina siput textile cone bertelur ratusan butir sekaligus saat periode bertelur. Telur-telur menetas menjadi larva yang bisa langsung berenang.

Setelah menetas, larva akan mengapung di arus selama kurang lebih 16 hari. Larva kemudian terjun ke dasar laut dengan panjang mencapai 1,5 mm. Siput textile cone mencapai kematangan seksual pada usia 12 bulan. Rentang hidupnya diperkirakan mencapai 20 tahun.

5. Racunnya siput textile cone sangat berbahaya

Siput textile cone
Siput textile cone (commons.wikimedia.org/Rickard Zerpe)

Factanimal menyebut, terdapat catatan paling awal tentang kematian manusia akibat racun siput textile cone. Laporan kasus kematian itu datang dari seorang wanita budak tahun 1705.

Wanita hanya memegang seekor siput laut kecil. Saat itu tangannya terasa gatal dan menjalar ke tubuhnya membuatnya meninggal seketika (meskipun ada sebagian menganggap bahwa itu adalah siput geographic cone). Pada 2021, seorang remaja tanpa disengaja hampir tersengat racun dan hampir meninggal.

Hal yang perlu diperhatikan bahwa siput textile cone cepat menyegat ketika ada rangsangan. Sengatannya seperti tombak dan dapat menembus pakaian selam. Sengatannya ini terkadang hampir tidak terasa sakit dan segera diikuti oleh mati rasa.

Setelah ditelisik lebih dalam oleh ilmuwan, racun siput textile cone memiliki komponen analgesik (pereda nyeri) yang signifikan. Hal ini menunjukkan potensi untuk dijadikan obat baru untuk pereda nyeri.

Cangkang siput textile cone sedap dipandang. Oleh karena itu, banyak dincar oleh para kolektor. Seakan mengabaikan racun yang siap untuk ditembakkan jika ada sentuhan manusia. Semoga ini meningkatkan kewaspadaan kita semua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Hewan yang Bisa Mengalahkan Gajah, Badak hingga Ular

19 Feb 2026, 15:05 WIBScience