Kenapa Ketupat Identik dengan Lebaran? Ini Asal-usul Sejarahnya

- Ketupat awalnya digunakan dalam ritual pemujaan masa Majapahit dan Pajajaran, lalu diadaptasi oleh Sunan Kalijaga sebagai simbol syukur dalam perayaan Lebaran Kupat di pesisir utara Jawa.
- Tradisi Lebaran Kupat biasanya dirayakan sepekan setelah Idul Fitri dengan membuat dan membagikan ketupat kepada keluarga, mencerminkan nilai silaturahmi serta budaya masyarakat pesisir.
- Filosofi ketupat mencakup makna ngaku lepat atau mengaku salah, janur sebagai hati nurani, dan bentuknya melambangkan kiblat papat limo pancer yang menegaskan pentingnya arah spiritual manusia.
Kenapa ketupat identik dengan Lebaran? Tak hanya soal sajian, tetapi hingga pernak-pernik yang digunakan saat Idul Fitri pun biasanya berkaitan dengan ketupat. Mulai dari hiasan dinding, latar tayangan televisi, dan masih banyak hal lainnya.
Kehadiran ketupat sebagai makanan saat hari raya ini bahkan sangat dinantikan oleh sejumlah kalangan. Memangnya sejak kapan ketupat menjadi bagian dari perayaan Lebaran di Indonesia?
Table of Content
Kenapa ketupat identik dengan Lebaran?
Sebenarnya ketupat sudah banyak digunakan sebagai bagian dari pemujaan pada masa kerajaan Majapahit dan Pajajaran. Pada masa itu, ketupat menjadi wujud pemujaan untuk Dewi Sri.
Masih lekat dengan peran Walisongo. Sunan Kalijaga menerapkan akulturasi untuk mengenalkan Islam melalui ketupat. Beliau menjadikan ketupat sebagai bagian untuk bersyukur kepada Tuhan YME.
Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat sebagai tradisi baru, Lebaran Kupat. Kebiasaan yang berasal dari wilayah pesisir utara Jawa ini menjadikan ketupat sebagai bagian perayaan Idul Fitri.
Lebaran Kupat umumnya dirayakan sekitar sepekan setelah Idul Fitri. Pada waktu tersebut, masyarakat akan membuat ketupat, lalu membagikannya ke sanak saudara.
Penggunaan janur sebagai pembungkus menunjukkan identitas budaya pesisir yang banyak ditumbuhi pohon kelapa. Hingga kini, kamu masih bisa menemukan peninggalan Sunan Kalijaga ini di daerah Kudus, Pati, dan Rembang.
Hal tersebut juga disebutkan HJ de Graaf dalam Malay Annal. Dalam catatannya, Graaf menjelaskan bahwa ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada pemerintahan Kerajaan Demak. Tepatnya, masa kepemimpinan Raden Patah pada awal abad ke-15.
Lebih jauh, kini ketupat juga jadi bagian penting dari perayaan Maulid Nabi Muhammad atau Sekaten dan Grebeg Mulud. Ini merupakan salah satu perayaan hasil akulturasi yang diambil dari tradisi syukuran panen di Jawa.
Filosofi ketupat

Menilik Kamus Pepak Basa Jawa karya Slamet Mulyono, kata ketupat berasal dari 'kupat'. Kata tersebut merupakan parafrase dari ngaku lepat yang berarti mengaku salah.
Janur yang membungkusnya juga punya kepanjangan jatining nur yang diartikan hati nurani. Sementara, beras difilosofikan sebagai nafsu duniawi. Memasukkan beras ke dalam janur dilambangkan sebagai membungkus nafsu duniawi dengan hati nurani.
Adapun bentuk ketupat memiliki filosofi kiblat papat limo pancer. Keempat sudut alias papat melambangkan mata angin. Sementara, pancer merupakan representasi kiblat. Jika diartikan secara keseluruhan, berarti ke mana pun manusia pergi, ia tidak boleh melupakan pancer atau meninggalkan salat.
Kenapa ketupat identik dengan Lebaran lekat kaitannya dengan sosok Sunan Kalijaga. Menjadi bagian dakwah, tradisi makan ketupat bukan hanya untuk mengenalkan Islam, tetapi juga mempererat silaturahmi dengan sanak saudara.
![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Ini Kucing yang Cocok Kamu Pelihara](https://image.idntimes.com/post/20230410/pexels-hazan-akoz-isik-751050-f0accad13a699adf83a6016667620d98-666ab675ce820ba8e0a284a7bd659817.jpg)










![[QUIZ] Dari Jenis Arus Laut Favoritmu, Ini Cara Kamu Menghadapi Perubahan Besar](https://image.idntimes.com/post/20250601/pexels-kellie-churchman-371878-1001682-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-18adbe91d29be13511259e9ac6f41b6a.jpg)






