Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Meteora, Biara yang Berdiri di Atas Pilar Batu Raksasa

5 Fakta Meteora, Biara yang Berdiri di Atas Pilar Batu Raksasa
potret Meteora (pixabay.com/Christo Anestev)
Intinya Sih
  • Meteora di Thessaly, Yunani, terkenal dengan biara Ortodoks yang berdiri di atas pilar batu raksasa, menciptakan pemandangan unik seolah melayang di udara.
  • Pilar batu Meteora terbentuk alami selama jutaan tahun melalui proses geologi dan erosi, menghasilkan formasi tebing tinggi yang menjadi ciri khas kawasan ini.
  • Dulunya ada 24 biara di Meteora, kini hanya enam yang masih aktif; sejak 1988 kawasan ini diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia karena nilai budaya dan alamnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di wilayah Thessaly, Yunani, terdapat sebuah tempat yang dikenal karena pemandangannya yang tidak biasa, yaitu Meteora. Kawasan ini dipenuhi pilar-pilar batu raksasa yang menjulang tinggi, dan di atas sebagian pilar tersebut berdiri biara-biara Ortodoks yang telah ada sejak berabad-abad lalu. Kombinasi antara formasi batu alam dan bangunan religius tersebut membuat Meteora tampak unik.

Di balik lanskapnya yang dramatis, Meteora juga menyimpan berbagai kisah menarik, mulai dari bagaimana para biarawan mencapai biara di puncak batu hingga sejarah perkembangan kompleks biara yang ada di sana. Tak heran jika tempat ini kemudian diakui sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Lalu, apa saja fakta menarik tentang Meteora yang membuatnya begitu terkenal? Yuk, simak lima faktanya berikut ini.

1. Nama Meteora berarti “melayang di udara”

potret biara di Meteora yang tampak seolah melayang di atas pilar batu raksasa
potret biara di Meteora yang tampak seolah melayang di atas pilar batu raksasa (commons.wikimedia.org/Giles Laurent)

Nama Meteora berasal dari bahasa Yunani, yaitu meteora, yang berarti “melayang di udara” atau “tergantung di langit.” Nama ini menggambarkan posisi biara-biara yang berdiri di puncak tebing batu yang sangat tinggi.

Jika dilihat dari kejauhan, bangunan-bangunan tersebut tampak seolah-olah melayang di udara karena berdiri di atas pilar batu yang menjulang hingga ratusan meter dari dataran di bawahnya. Pemandangan inilah yang membuat kawasan Meteora terlihat unik dan berbeda dari tempat lain, sehingga nama yang berarti “melayang di udara” dianggap sangat menggambarkan kondisi alamnya.

2. Pilar batu Meteora terbentuk secara alami

potret pilar-pilar batu Meteora yang terbentuk secara alami melalui proses geologi selama jutaan tahun
potret pilar-pilar batu Meteora yang terbentuk secara alami melalui proses geologi selama jutaan tahun (pixabay.com/Siggy Nowak)

Pilar-pilar batu yang menjulang di kawasan Meteora terbentuk melalui proses alam yang berlangsung sangat lama. Formasi batu ini berasal dari endapan sedimen seperti pasir, kerikil, dan batu yang terkumpul di sebuah cekungan geologi pada periode Oligosen hingga Miosen, jutaan tahun yang lalu. Endapan tersebut kemudian mengeras dan membentuk lapisan batuan tebal yang menjadi dasar terbentuknya lanskap Meteora.

Seiring waktu, berbagai proses geologi seperti aktivitas tektonik serta erosi oleh air dan angin perlahan membentuk batuan tersebut menjadi pilar-pilar tinggi dengan bentuk yang khas. Proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun tersebut membentuk pilar-pilar batu tinggi yang kini menjadi ciri khas lanskap Meteora.

3. Para biarawan dulu naik ke biara menggunakan tali dan jaring

potret biara di Meteora yang dahulu hanya bisa dicapai para biarawan menggunakan tali
potret biara di Meteora yang dahulu hanya bisa dicapai para biarawan menggunakan tali (pixabay.com/Karl Egger)

Pada masa lalu, mencapai biara-biara di Meteora bukanlah hal yang mudah. Banyak biara dibangun di puncak pilar batu yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 400 meter. Karena belum ada tangga atau jalan permanen, para biarawan harus menggunakan tangga tali atau jaring untuk naik ke atas tebing. Sistem sederhana ini memungkinkan mereka mencapai biara yang berdiri di puncak batu yang curam.

Selain digunakan untuk naik turun, tali dan jaring juga dipakai untuk mengangkat barang kebutuhan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, orang bahkan dapat diangkat menggunakan keranjang yang ditarik dengan tali dari atas. Cara ini membantu menjaga biara tetap terpencil dan sulit dijangkau dari luar. Barulah pada masa yang lebih modern dibuat tangga dan jalur akses yang lebih aman sehingga biara-biara di Meteora dapat dikunjungi dengan lebih mudah seperti sekarang.

4. Dulu ada lebih dari 20 biara, kini hanya 6 yang masih aktif

potret salah satu biara yang masih aktif di Meteora
potret salah satu biara yang masih aktif di Meteora (commons.wikimedia.org/Darius_AWS)

Pada masa kejayaannya, kawasan Meteora pernah menjadi pusat kehidupan monastik yang sangat ramai. Sekitar abad ke-16, tercatat ada sekitar 24 biara yang berdiri di puncak-puncak pilar batu di wilayah ini. Para biarawan membangun biara-biara tersebut sebagai tempat untuk beribadah dan menjalani kehidupan yang jauh dari keramaian dunia.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak biara yang akhirnya ditinggalkan atau tidak lagi digunakan. Saat ini hanya enam biara yang masih aktif dan tetap dihuni oleh para biarawan maupun biarawati. Meski jumlahnya jauh berkurang dibandingkan masa lalu, keenam biara tersebut tetap menjadi pusat kegiatan religius sekaligus tujuan wisata yang menarik bagi banyak pengunjung.

5. Diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO

potret Meteora yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO
potret Meteora yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO (pexels.com/Tomáš Mokroš)

Keunikan lanskap dan sejarah panjang biara di Meteora membuat tempat ini mendapat pengakuan internasional. Pada tahun 1988, kawasan Meteora secara resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini diberikan karena Meteora dianggap memiliki nilai budaya dan alam yang luar biasa.

UNESCO menilai Meteora sebagai contoh penting perpaduan antara keindahan alam dan karya manusia. Pilar-pilar batu yang menjulang tinggi menjadi tempat berdirinya biara-biara yang telah ada sejak berabad-abad lalu. Kombinasi lanskap alam yang dramatis dengan warisan budaya dan religius inilah yang menjadikan Meteora sebagai salah satu situs bersejarah yang penting untuk dilestarikan.

Keunikan alam dan sejarah panjang yang dimiliki Meteora menjadikannya salah satu tempat paling menarik di Yunani. Tebing-tebing batu yang tinggi tidak hanya menciptakan pemandangan yang luar biasa, tetapi juga menjadi saksi perjalanan kehidupan religius yang telah berlangsung selama berabad-abad. Hingga sekarang, Meteora tetap dikenal sebagai tempat yang memadukan keindahan alam dengan warisan budaya yang berharga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More