Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Langit Jadi Gelap saat Gunung Berapi Erupsi? Ini Alasannya!
ilustrasi udara yang bercampur dengan abu vulkanik (magnific.com/rawpixel.com)
  • Erupsi menyemburkan abu, gas, dan material batuan ke atmosfer; konsentrasi abu menghalangi serta memecah cahaya Matahari, membuat siang hari di sekitar gunung tampak redup hingga gelap.
  • Pada erupsi besar, abu dapat terbawa angin ke wilayah lebih jauh. Arah dan kecepatan angin menentukan daerah terdampak serta tingkat kegelapan yang berbeda-beda.
  • Selain menggelapkan langit dan mengurangi jarak pandang, gas vulkanik dapat membentuk aerosol yang memengaruhi penyebaran cahaya; efeknya bergantung pada material, ketinggian letusan, dan kondisi atmosfer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Langit yang mendadak gelap saat gunung berapi erupsi tentu bikin suasana terasa berbeda, bahkan bisa membuat orang sekitar panik. Ternyata, kondisi ini bukan selalu karena cuaca sedang buruk, melainkan bisa terjadi ketika abu vulkanik dan gas dari letusan membumbung tinggi ke udara. Tumpukan partikel vulkanik di atmosfer kemudian menghalangi sebagian cahaya Matahari, sehingga suasana yang tadinya terang bisa berubah jadi lebih redup.

Fenomena ini juga bukan sekadar pemandangan dramatis, lho, karena abu vulkanik di udara dapat memengaruhi jarak pandang dan kualitas udara di sekitar wilayah terdampak. Lalu, bagaimana proses erupsi bisa membuat langit yang tadinya terang berubah gelap dalam waktu singkat? Yuk, simak penjelasannya sampai akhir!

1. Abu vulkanik membumbung tinggi dan menghalangi cahaya Matahari

ilustrasi erupsi (pixabay.com/WikiImages)

Saat sebuah gunung berapi erupsi, yang keluar dari kawah bukan hanya lava, lho. Letusan tersebut juga dapat menyemburkan abu vulkanik, gas, serta material batuan ke atmosfer. Apabila abu tersebar secara luas, cahaya matahari yang biasanya menyinari permukaan Bumi akan sulit menembus keberadaan abu tersebut.

Inilah salah satu penyebab mengapa suasana siang hari di sekitar gunung bisa tiba-tiba menjadi seperti sore atau bahkan lebih gelap. Partikel-partikel abu yang ada di udara menyebabkan cahaya terpecah dan sebagian besar terhalang sebelum sampai ke permukaan. Semakin tinggi konsentrasi abu di udara, umumnya semakin gelap juga lingkungan di sekitarnya.

2. Erupsi besar bisa membuat langit gelap lebih luas

ilustrasi erupsi (pixabay.com/Pexels)

Apabila letusannya cukup besar, abu vulkanik tidak hanya berada di area sekitar kawah saja. Material ini dapat terbawa oleh angin dan menyebar ke lokasi yang lebih jauh, sehingga langit di beberapa daerah yang tidak terlalu dekat dengan gunung juga dapat tampak kelabu atau gelap. Oleh karena itu, dampak dari erupsi kadang terasa hingga ke kawasan yang cukup jauh.

Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh arah serta kecepatan angin saat erupsi berlangsung. Jika angin membawa abu ke daerah tertentu, langit di wilayah tersebut dapat berubah lebih cepat dibandingkan dengan daerah lain di sekitarnya. Jadi, bukan berarti bahwa seluruh wilayah akan merasakan tingkat kegelapan yang sama, ya.

3. Bukan awan hujan, tapi abu yang membuat suasana tampak muram

ilustrasi abu vulkanik (pixabay.com/Pexels)

Sekilas, langit yang gelap akibat erupsi bisa tampak seperti sinyal hujan lebat. Namun, perbedaannya adalah warna langit yang dipenuhi debu vulkanik cenderung berwarna abu-abu atau kusam karena banyak partikel kecil yang melayang di atmosfer. Dari sinilah, suasana di sekitar gunung dapat terasa redup meskipun sebenarnya hujan belum tentu turun.

Selain membuat langit lebih gelap, abu vulkanik juga dapat menggurangi jarak pandang. Jalan, bangunan, dan benda-benda yang biasanya terlihat jelas dapat tampak kabur ketika abu di udara cukup tebal. Maka, perubahan pada langit ini bukan hanya sekadar fenomena yang menarik, tetapi juga menjadi tanda bahwa kondisi udara sedang tidak biasa.

4. Gas vulkanik juga ikut memengaruhi kondisi atmosfer

ilustrasi erupsi (commons.wikimedia.org/Mamoxfwidayat)

Abu memang merupakan salah satu faktor utama mengapa langit tampak gelap saat erupsi, tetapi gas vulkanik juga dilepaskan selama proses tersebut. Beberapa jenis gas dapat berinteraksi dengan atmosfer dan membentuk partikel atau aerosol yang memengaruhi cara cahaya Matahari tersebar. Dampaknya dapat mengakibatkan cahaya yang sampai ke permukaan tampak berbeda dari biasanya.

Namun, dampak gas terhadap warna dan kecerahan langit tidak selalu sama di setiap erupsi. Jenis gas, jumlah material yang dilepaskan, ketinggian letusan, serta kondisi atmosfer berkontribusi terhadap hasil akhir. Jadi, kalau ada letusan yang membuat langit sangat gelap, biasanya penyebabnya adalah kombinasi beberapa faktor, bukan hanya satu hal saja.

5. Semakin banyak material yang dilepas, semakin terasa efeknya

ilustrasi erupsi (pixabay.com/MonikaP)

Erupsi gunung berapi gak selalu bikin siang hari mendadak gelap, kok. Jika abu yang keluar hanya sedikit, dampaknya mungkin sebatas membuat langit tampak kelabu dan udara terlihat berkabut. Nah, lain cerita kalau letusannya besar dan menyemburkan banyak material vulkanik, karena langit bisa terlihat jauh lebih gelap dan pekat.

Nah, faktor inilah yang membuat setiap erupsi punya tampilan yang berbeda. Ketinggian kolom erupsi, banyaknya abu, arah angin, dan kondisi atmosfer semuanya bisa memengaruhi seberapa gelap langit yang terlihat. Jadi, ketika langit mendadak gelap saat gunung berapi erupsi, ada proses di atmosfer yang cukup kompleks di baliknya, lho.

Jadi, langit yang mendadak gelap saat gunung berapi erupsi bisa terjadi karena abu dan material vulkanik menghalangi sebagian cahaya Matahari. Seberapa gelap kondisi langitnya pun bergantung pada besar erupsi, jumlah abu, arah angin, dan kondisi atmosfer saat itu. Nah, di balik pemandangan yang terlihat dramatis, ternyata ada proses alam yang menarik untuk dipahami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article