Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi jika Pesawat Tetap Terbang di Tengah Abu Vulkanik?

Apa yang Terjadi jika Pesawat Tetap Terbang di Tengah Abu Vulkanik?
ilustrasi pesawat di bandara (magnific.com/rawpixel.com)
  • Abu vulkanik dapat tersedot ke mesin, meleleh pada suhu tinggi, lalu mengganggu aliran udara dan menurunkan performa hingga berisiko memicu flameout.
  • Partikel abrasif dapat mengikis kaca depan, mengurangi pandangan pilot, serta mengganggu sensor, sistem pendinginan, dan komponen lain yang mendukung operasi pesawat.
  • Maskapai dan pilot mengandalkan informasi aktivitas gunung serta pergerakan abu untuk mengubah rute; pesawat terpapar perlu diperiksa, sehingga penerbangan bisa dialihkan, ditunda, atau dibatalkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bayangkan sedang duduk nyaman di dalam pesawat, lalu tiba-tiba pesawat harus melewati area yang dipenuhi abu vulkanik. Sekilas mungkin terlihat seperti hanya menembus awan berdebu, padahal abu vulkanik bisa membawa masalah serius bagi mesin dan sistem pesawat. Partikel halusnya dapat masuk ke mesin dan mengganggu kinerja pesawat, lho.

Makanya, abu vulkanik bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele dalam dunia penerbangan. Pesawat biasanya akan menghindari area yang dipenuhi abu karena partikel halus ini bisa masuk ke mesin dan mengganggu kinerjanya, lho. Nah, sebenarnya apa yang bisa terjadi kalau pesawat tetap terbang di tengah abu vulkanik? Yuk, simak penjelasannya!

  1. 1. Mesin pesawat bisa terganggu karena abu masuk ke dalamnya

    ilustrasi mesin pesawat
    ilustrasi mesin pesawat (magnific.com/wirestock)

    Saat pesawat memasuki wilayah yang dipenuhi abu vulkanik, partikel kecil tersebut dapat tersedot ke dalam mesin. Abu yang terkena suhu tinggi pada bagian mesin dapat meleleh dan menempel pada komponen penting, sehingga mengganggu aliran udara dan performa mesin. Apabila akumulasi abu semakin banyak, tenaga mesin bisa menurun, dan kondisi ini tentu gak boleh dianggap sepele, lho.

    Permasalahannya, abu vulkanik tidak selalu terlihat jelas dari kokpit, terutama saat terbang di ketinggian dan kondisi cuaca tertentu. Oleh karena itu, pilot bergantung pada informasi mengenai aktivitas gunung dan laporan tentang keberadaan abu di udara untuk menetapkan jalur penerbangan yang aman. Kalau ada deteksi awan abu vulkanik di rute penerbangan, pesawat biasanya akan menghindarinya dibandingkan mengambil risiko.

  2. 2. Abu vulkanik bisa membuat mesin kehilangan tenaga

    ilustrasi pesawat
    ilustrasi pesawat (magnific.com/jcomp)

    Salah satu risiko paling serius adalah terganggunya proses pembakaran dalam mesin akibat abu vulkanik. Ketika partikel abu menumpuk dan menghalangi aliran udara, mesin dapat mengalami penurunan dorongan atau thrust. Dalam situasi tertentu, mesin dapat mengalami flameout, yaitu kondisi di mana api di dalam mesin padam, dan ini jelas bukan situasi yang diinginkan saat pesawat sedang terbang.

    Meskipun terdengar mencemaskan, pesawat diciptakan dengan prosedur untuk menghadapi berbagai situasi darurat. Pilot juga dilatih untuk menangani gangguan pada mesin dan mencari solusi paling aman jika pesawat mengalami masalah. Namun, mencegah pesawat memasuki awan abu vulkanik jauh lebih baik daripada harus menghadapi risiko saat terbang.

  3. 3. Abu vulkanik mengganggu jarak pandang kaca depan pilot

    ilustrasi pilot
    ilustrasi pilot (magnific.com/wirestock)

    Bukan hanya mesin yang terpengaruh, tetapi debu vulkanik juga dapat mengganggu kaca depan pesawat. Partikel abu yang keras bisa mengikis permukaan kaca depan saat pesawat bergerak dengan kecepatan tinggi, sehingga pandangan pilot dapat menjadi tidak jelas. Ketika jarak pandang terganggu, jelas situasi penerbangan akan menjadi lebih sulit.

    Abu vulkanik juga dapat memengaruhi bagian lain di luar pesawat. Dengan sifat abrasifnya, partikel ini berisiko menyebabkan kerusakan pada beberapa permukaan jika terpapar untuk waktu yang lama. Jadi, masalahnya bukan hanya pesawat terlihat kotor setelah melewati abu, tetapi juga mempengaruhi fungsi komponen dan keselamatan penerbangan.

  4. 4. Sistem pesawat juga bisa ikut berdampak

    ilustrasi penumpang yang sedang menunggu pesawat
    ilustrasi penumpang yang sedang menunggu pesawat (magnific.com/wavebreakmedia_micro)

    Kalau abu vulkanik telah memasuki area tertentu, dampaknya bisa menyebar ke komponen dan sistem lainnya di pesawat. Partikel abu dapat mengganggu sensor, sistem pendinginan, hingga bagian-bagian yang terkait dengan pengoperasian pesawat, terutama kalau paparan cukup intens. Oleh sebab itu, awan abu vulkanik harus dihindari meskipun dari jauh tampak seperti awan biasa.

    Di sinilah informasi tentang aktivitas gunung dan pergerakan abu menjadi sangat penting untuk penerbangan. Maskapai dan pilot perlu mengetahui area yang terkena dampak untuk menyesuaikan rute sebelum pesawat mencapai wilayah tersebut. Memutar jalur mungkin terasa merepotkan, tetapi jelas lebih masuk akal dibandingkan memaksakan penerbangan melewati abu vulkanik.

  5. 5. Pesawat bisa mengalami kerusakan setelah terpapar abu

    Turbin pesawat di Bandara Soekarno-Hatta ditutup pelindung untuk mencegah paparan abu vulkanik berbahaya.
    Turbin pesawat di Bandara Soetta ditutup hindari abu vulkanik (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

    Efek abu vulkanik gak selalu berhenti begitu pesawat keluar dari area yang terdampak. Abu yang sudah menempel atau masuk ke bagian tertentu dapat menyebabkan kerusakan dan membuat pesawat perlu diperiksa sebelum kembali terbang. Karena itu, pesawat yang diduga terkena paparan abu biasanya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, lho.

    Hal ini yang bikin penerbangan bisa saja dialihkan, ditunda, atau bahkan dibatalkan ketika aktivitas gunung sedang meningkat. Bukan karena mau bikin perjalanan jadi ribet atau lebih lama, tetapi karena pesawat perlu dijauhkan dari area yang dipenuhi abu vulkanik, lho. Nah, lebih baik rute sedikit berubah daripada harus mengambil risiko di tengah penerbangan.

    Abu vulkanik ternyata bukan cuma mengganggu pemandangan, tetapi juga bisa membawa risiko serius bagi penerbangan. Karena itu, pesawat akan menghindari area yang dipenuhi abu untuk menjaga mesin, sistem pesawat, dan keselamatan penumpang. Nah, kalau penerbangan sampai dialihkan atau ditunda karena abu vulkanik, itu justru bagian dari langkah aman, lho.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More