Keberadaan salju dan es di gunung tropis sebenarnya sangat rentan terhadap perubahan iklim. Pasalnya, es tersebut hanya bisa bertahan pada kondisi lingkungan tertentu dan umumnya berada di area yang sudah sangat tinggi.
NASA melaporkan bahwa luas gletser di Gunung Kilimanjaro mengalami penurunan drastis. Antara 1986 dan 2019, area yang tertutup gletser di gunung tersebut berkurang hampir 75 persen.
Hal serupa terjadi di Puncak Jaya, Papua. Berdasarkan pengamatan satelit NASA, luas es gletser di kawasan tersebut menyusut dari sekitar 6,3 kilometer persegi pada 1980 menjadi hanya sekitar 0,3 kilometer persegi pada 2020.
Dengan kata lain, pemandangan puncak gunung tropis yang diselimuti salju atau es bukan sesuatu yang bertentangan dengan iklim tropis. Suhu di kaki gunung boleh saja panas, tetapi kondisi di ribuan meter lebih tinggi bisa sangat berbeda.
Jadi, banyak puncak gunung di negara tropis ditutupi salju karena ketinggian gunung menciptakan lingkungan dengan suhu yang cukup rendah untuk memungkinkan salju dan es bertahan. Sayangnya, fenomena ini kini semakin terancam akibat meningkatnya suhu global.
Referensi
Biology Insights. Diakses pada Agustus 2026. Do All Mountains Have Snow? Why Some Do and Others Don’t
National Aeronautics and Space Administration. Diakses pada Agustus 2026. Mountaintop Glacier Ice Disappearing in Tropics Worldwide
StudyCountry. Diakses pada Agustus 2026. How Can There be Snow on the Top of a Mountain Near the Equator?
The Nature Network. Diakses pada Agustus 2026. Why Do Some Mountains Have Snow All Year While Others Don’t?
Times of India. Diakses pada Agustus 2026. Why do Himalayan Mountain Tops Stay Snowy Even Though They are Closer to the Sun?
Windy. Diakses pada Agustus 2026. Why is There Snow on the Top of the Mountains