Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Ular Menjulurkan Lidah? Ternyata Bukan untuk Menakut-nakuti

Kenapa Ular Menjulurkan Lidah? Ternyata Bukan untuk Menakut-nakuti
ilustrasu ular sedang menjulurkan lidah (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)
Intinya Sih
  • Menjulurkan lidah adalah cara utama ular mendeteksi partikel kimia di udara, tanah, dan air untuk mengenali mangsa, predator, serta kondisi sekitar melalui organ Jacobson.
  • Bentuk lidah bercabang memungkinkan ular membedakan arah sumber bau lewat sistem stereo smelling, membantu menentukan posisi mangsa atau ancaman dengan akurat.
  • Kebiasaan menjulurkan lidah juga berperan penting saat mencari pasangan dan mengimbangi keterbatasan penglihatan serta pendengaran ular di alam liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Saat melihat ular di alam liar atau di kebun binatang, kamu mungkin akan memperhatikan satu kebiasaan yang hampir selalu dilakukan. Ular berkali-kali menjulurkan lidahnya yang bercabang, lalu menariknya kembali hanya dalam hitungan detik. Banyak orang mengira ular melakukan hal itu karena sedang marah, mengancam musuh, atau bersiap menyerang.

Padahal anggapan tersebut keliru. Sebenarnya, menjulurkan lidah merupakan salah satu cara terpenting bagi ular untuk membaca lingkungan di sekitarnya. Bisa dibilang, lidah ular berfungsi layaknya alat pendeteksi aroma yang sangat canggih. Lalu, kenapa ular harus menjulurkan lidahnya terus-menerus? Berikut penjelasan ilmiahnya.

1. Ular menjulurkan lidah untuk mencium lingkungan

Berbeda dengan manusia yang mengandalkan hidung untuk mencium bau, ular menggunakan lidahnya sebagai alat pengumpul partikel kimia di udara, tanah, bahkan air. Saat lidah dijulurkan, permukaannya akan menangkap molekul-molekul bau yang melayang di sekitar. Setelah itu, lidah segera ditarik masuk ke dalam mulut dan kedua ujungnya dimasukkan ke organ khusus yang disebut organ Jacobson atau organ vomeronasal.

Di sinilah proses sebenarnya terjadi. Organ tersebut menganalisis partikel kimia yang dibawa lidah, kemudian mengirimkan informasi ke otak. Dari hasil analisis itu, ular dapat mengetahui apa yang ada di sekitarnya, mulai dari keberadaan mangsa, predator, hingga ular lain. Menariknya lagi, lidah ular hampir tidak berperan dalam mengecap rasa seperti lidah manusia. Fungsi utamanya justru sebagai pengumpul aroma.

2. Bentuk lidah bercabang membuat ular bisa mengetahui arah bau

Pernah bertanya-tanya kenapa lidah ular bercabang dua? Ternyata, bentuk tersebut bukan sekadar ciri khas, melainkan hasil evolusi yang sangat bermanfaat. Masing-masing ujung lidah mengambil sampel bau dari titik yang sedikit berbeda. Akibatnya, organ Jacobson menerima dua sinyal yang tidak selalu sama.

Kalau konsentrasi bau lebih kuat di sisi kiri, berarti sumber bau kemungkinan berada di sebelah kiri. Begitu pula sebaliknya. Kemampuan ini sering disebut sebagai stereo smelling, mirip seperti manusia menggunakan dua telinga untuk menentukan dari mana asal suara. Berkat sistem tersebut, ular tidak hanya mengetahui ada aroma tertentu, tetapi juga tahu ke mana harus bergerak untuk menemukannya.

3. Membantu mencari mangsa dengan lebih cepat

ular tikus tanah
ilustrasi ular (inaturalist.org/Vaughan Jessnitz)

Sebagian besar ular bukanlah pemburu yang mengandalkan penglihatan tajam. Banyak spesies justru memiliki kemampuan melihat yang terbatas, terutama pada malam hari. Karena itulah informasi kimia menjadi sangat penting.

Saat seekor tikus atau kadal melintas, hewan tersebut meninggalkan jejak molekul yang menempel di tanah maupun tumbuhan. Dengan terus menjulurkan lidahnya, ular dapat mengikuti jejak tersebut hingga menemukan mangsanya. Cara ini diyakini jauh lebih efisien dibandingkan jika ular hanya menyentuhkan lidah ke permukaan tanah tanpa gerakan menjulur yang cepat dan berulang.

4. Berguna untuk menghindari predator

Bukan hanya mencari makanan, menjulurkan lidah juga membantu ular bertahan hidup. Lewat partikel bau yang ditangkap, ular dapat mengenali keberadaan predator, seperti burung pemangsa, mamalia, atau reptil lain. Jika tercium aroma yang dianggap berbahaya, ular bisa segera bersembunyi atau melarikan diri sebelum predator benar-benar mendekat. Dengan kata lain, kebiasaan sederhana ini merupakan sistem peringatan dini yang sangat efektif.

5. Memudahkan ular menemukan pasangan

Saat musim kawin tiba, lidah juga memiliki peran penting. Ular betina menghasilkan zat kimia atau feromon yang tersebar di lingkungan. Feromon inilah yang ditangkap oleh lidah dan diteruskan ke organ Jacobson. Melalui informasi tersebut, ular jantan dapat mengikuti jejak betina meskipun jaraknya cukup jauh.

Tak heran jika pada musim berkembang biak, ular jantan terlihat lebih sering menjulurkan lidahnya. Mereka sedang "membaca" sinyal kimia untuk menemukan pasangan yang tepat.

6. Mengimbangi penglihatan dan pendengaran yang terbatas

ular sanca
ilustrasi ular (inaturalist.org/Bagus C. Hermawan)

Banyak orang mengira ular memiliki semua indra yang sangat tajam. Faktanya tidak selalu begitu. Sebagian besar ular memiliki penglihatan yang tidak sebaik burung pemangsa atau kucing. Pendengarannya pun berbeda dengan manusia karena mereka tidak memiliki telinga luar. Ular lebih peka terhadap getaran daripada suara di udara. Karena keterbatasan tersebut, evolusi memberikan solusi berupa kemampuan mendeteksi sinyal kimia yang luar biasa akurat.

Ular bukan hanya mengetahui adanya bau, tetapi juga dapat memperkirakan arah datangnya aroma tersebut. Kemampuan inilah yang membuat ular tetap menjadi predator yang sangat efektif meskipun tidak memiliki penglihatan atau pendengaran yang istimewa.

Jadi, lain kali ketika melihat ular menjulurkan lidahnya, ingatlah bahwa ia bukan sedang mengecap udara atau bersiap menyerang. Reptil ini hanya sedang menggunakan salah satu indra paling canggih yang dimilikinya untuk bertahan hidup.

Referensi

Northern Woodlands. Diakses pada Juni 2026. By the Flicking of Our Tongues, Something Scented This Way Comes
Reptiles Time. Diakses pada Juni 2026. Why Do Snakes Stick Out Their Tongue?
The Telegraph India. Diakses pada Juni 2026. Why Do Snakes Stick Out Their Tongues?
UConn Today. Diakses pada Juni 2026. Smelling in Stereo: The Real Reason Snakes Have Flicking, Forked Tongues
Woodland Park Zoo. Diakses pada Juni 2026. Why Do Snakes Stick Out Their Tongues?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More