Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hewan dengan Waktu Tidur Paling Singkat di Dunia

4 Hewan dengan Waktu Tidur Paling Singkat di Dunia
ilustrasi gajah (pexels.com/Harvey Sapir)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan memiliki waktu tidur sangat singkat karena harus tetap waspada terhadap predator, mencari makan, atau bermigrasi demi bertahan hidup di habitat aslinya.
  • Jerapah, gajah Afrika, lumba-lumba, dan kuda hanya tidur antara 2 hingga 4 jam per hari dengan cara unik seperti berdiri atau menggunakan separuh otak.
  • Pola tidur singkat tersebut menunjukkan kemampuan adaptasi luar biasa hewan-hewan ini untuk menjaga energi, kesehatan, dan kewaspadaan tanpa kehilangan fungsi tubuh penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Setiap makhluk hidup memerlukan tidur untuk bisa kembali memulihkan energinya, termasuk menjaga kesehatan dan mempertahankan berbagai fungsi tubuh secara optimal. Namun, ternyata tidak semua hewan memiliki waktu tidur panjang seperti halnya manusia, sebab ada pula beberapa spesies yang mampu bertahan hidup dengan waktu tidur yang relatif singkat.

Hewan-hewan dengan waktu tidur terpendek pada umumnya memiliki kebutuhan khusus yang membuat mereka jadi harus tetap bersikap waspada, seperti kebutuhan untuk mencari makan, ancaman predator, hingga aktivitas migrasi. Berikut ini merupakan beberapa hewan dengan waktu tidur paling pendek di dunia, namun ternyata masih tetap bisa bertahan hidup dengan baik di habitat aslinya.

1. Jerapah

ilustrasi jerapah (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)
ilustrasi jerapah (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)

Jerapah dikenal sebagai hewan darat besar dengan waktu tidur yang relatif pendek, yaitu rata-rata hanya sekitar 2 jam dalam sehari. Kebiasaan ini ternyata dipengaruhi oleh ukuran tubuhnya yang besar, sehingga menyulitkan jerapah untuk berbaring lama dikarenakan rentan terhadap berbagai serangan predator.

Untuk mengatasi situasi seperti ini, maka biasanya jerapah sering tidur sambil berdiri dan hanya mengambil tidur singkat berupa tidur siang yang berlangsung hanya beberapa menit saja. Melalui pola tidur ini, maka mereka akan tetap bersikap waspada terhadap kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya, sambil tetap memenuhi kebutuhan istirahatnya dengan cukup.

2. Gajah Afrika

ilustrasi gading gajah (pexels.com/FUTURE KIIID)
ilustrasi gading gajah (pexels.com/FUTURE KIIID)

Gajah Afrika termasuk hewan dengan waktu tidur yang paling pendek, yaitu rata-rata hanya sekitar 2 hingga 4 jam sehari. Mereka lebih sering menghabiskan waktu untuk berjalan jauh dan kerap mencari makan dalam jumlah besar hanya untuk memenuhi kebutuhan energi tubuhnya.

Gajah lebih banyak tidur dalam posisi berdiri, meski memang terkadang mereka berbaring sebentar pada saat merasa benar-benar aman. Kebiasaan tidur singkat ini kerap membuat mereka jadi harus selalu siap dalam bergerak, khususnya untuk menghindari potensi ancaman predator di alam liar.

3. Lumba-lumba

ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/Magda Ehlers)
ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/Magda Ehlers)

Lumba-lumba memiliki cara tidur yang unik, yaitu hanya mematikan satu sisi otaknya saja, sementara sisi lain ternyata masih terus aktif. Melalui pola tersebut, maka lumba-lumba tetap bisa aktif berenang dan muncul ke permukaan untuk bernapas, meski sedang beristirahat.

Rata-rata waktu tidur dan dilakukan lumba-lumba hanya sekitar 4 jam dalam sehari, namun cukup untuk menjaga keseimbangan tubuhnya dengan baik. Teknik tidur separuh otak ini juga dapat membantu mereka untuk terus berusaha waspada dari berbagai ancaman laut yang seolah terus mengintai.

4. Kuda

ilustrasi kuda (pexels.com/Helena Lopes)
ilustrasi kuda (pexels.com/Helena Lopes)

Kuda termasuk hewan yang memiliki kebiasaan tidur singkat dengan total waktu tidur, yaitu sekitar 3 jam dalam sehari. Mereka sering tidur dalam kondisi berdiri dengan menggunakan mekanisme khusus pada bagian kakinya, sehingga memungkinkan otot untuk tetap terkunci tanpa berpotensi mengalami jatuh.

Walau dengan cara tersebut, namun kuda tetap memerlukan tidur nyenyak dalam posisi berbaring, meski hanya dalam durasi yang sebentar. Pola tidur ini membuat kuda jadi harus selalu siap untuk berlari apabila merasa terancam, sehingga waktu tidurnya pun jadi relatif lebih singkat jika dibandingkan dengan hewan lainnya.

Beberapa hewan di dunia ternyata mampu bertahan hidup dengan waktu tidur yang sangat singkat, tanpa mengurangi kemampuan mereka untuk beraktivitas. Hal ini seolah menunjukkan bahwa alam telah membekali hewan dengan cara adaptasi unik untuk bisa bertahan hidup dengan baik. Meski memiliki waktu tidur yang pendek, namun mereka tetap bisa menjaga kesehatan dan selalu mewaspadai predator yang mengintai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More