Comscore Tracker

Hujan Meteor Perseid Agustus 2022, dari Mana Asalnya?

Munculnya bareng sama supermoon, nih~

Agustus 'kebanjiran' fenomena langit yang memesona. Setelah Strugeon Moon yang merupakan supermoon terakhir pada 2022, ada pula hujan meteor Perseid. Bisa dibilang, peristiwa yang sering disebut 'bintang jatuh' ini termasuk populer dan sangat dinanti. 

Apa alasannya dan bagaimana cara mengamati hujan meteor Perseid Agustus 2022? Scroll dan baca terus untuk lebih lengkapnya, ya!

Mengenal hujan meteor Perseid

Hujan Meteor Perseid Agustus 2022, dari Mana Asalnya?ilustrasi hujan meteor (pexels.com/molochkomolochko)

Hujan meteor Perseid Agustus 2022 merupakan peristiwa rutin yang terjadi setiap tahunnya. Hujan meteori Perseid sendiri terjadi sekitar akhir Juli hingga akhir Agustus. Puncaknya, terjadi pada pertengahan bulan. 

Layaknya hujan meteor lain, nama Perseid diberikan berdasar pada titik di langit tempat meteor muncul. Peristiwa hujan meteor Perseid berasal dari konstelasi Perseus. Terletak di belahan bumi utara, konstelasi Perseus merupakan yang terbesar ke-24 di langit. Dalam mitologi, Perseus adalah putra Zeus dan Danae serta pahlawan yang membunuh Medusa Gorgon.

Lalu, dari mana asalnya hujan meteor Perseid? Gugusan meteor yang terlihat dari bumi merupakan pecahan komet Comet 109P/Swift-Tuttle. Benda langit satu ini termasuk objek langit terbesar yang diketahui membuat lintasan berulang di dekat Bumi, lho! Ini memiliki diameter inti sekitar 16 mil atau 26 kilometer. Ukuran ini diperkirakan sama dengan objek yang memusnahkan dinosaurus.

Dilansir Space, hujan meteor Perseid merupakan salah satu 'pertunjukan surgawi' yang paling dapat diandalkan. Gugusan meteor berekor dari peristiwa ini berlimpah dan stabil. NASA memperkirakan ada sekitar 40-100 meteor Perseid dalam satu jam ketika mencapai puncaknya. 

Serpihan komet Swift-Tuttle memasuki bumi dengan kecepatan 133.200 mph (60 kilometer per detik). Dengan kecepatan tersebut, partikel yang memasuki bumi secara otomatis terbakar di atmosfer hingga mencapai suhu 1.650 Celcius. 

Panas tersebut menguapkan sebagian besar komet sehingga gak sampai ke permukaan bumi dan menimbulkan kerusakan. Beberapa meteor besar memercik, menyebabkan kilatan yang lebih terang yang disebut bola api. Sensasi 'bintang jatuh' ini bisa diamati hingga jarak sekitar 60 mil atau 97 kilometer.

Baca Juga: Mengenal Boötids, Fenomena Hujan Meteor 27 Juni 2022 

Fakta di balik hujan meteor Perseid

Hujan Meteor Perseid Agustus 2022, dari Mana Asalnya?ilustrasi hujan meteor (unsplash.com/Austin Schmid)

Komet Swift-Tuttle yang merupakan induk hujan meteor Perseid terakhir kali terlihat pada 1992. Orbitnya berhimpitan dengan bumi dan bisa diamati menggunakan teropong. Sebelum itu, komet ini terakhir terlihat pada tahun ia ditemukan oleh astronom Amerika Lewis Swift dan Horace Tuttle, tepatnya pada 1862. 

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bumi akan bersinggungan langsung dengan komet Swift-Tuttle. Astronom memperkirakan komet ini akan melintas sekitar tahun 2126. Bahkan, datangnya komet Swift-Tuttle diperkirakan dapat diamati dengan mata telanjang dan spektakuler, seperti komet Hale-Bopp.

Orbit Swift-Tuttle telah ditelusuri kembali hampir 2.000 tahun. Swift-Tuttle  juga dianggap sebagai komet yang diamati pada 188 M dan bahkan mungkin pada awal 69 SM. Jika benar komet ini akan muncul 2126 mendatang, artinya akan menandai milenium ke-3 pengamatan manusia terhadap komet. 

Kembali ke tahun 1990, astronom Brian Marsden memperkirakan berdasar penghitungan bahwa komet Swift-Tuttle mungkin benar-benar menabrak Bumi di masa depan. Ilmuwan tersebut menemukan bahwa komet dan bumi mungkin mengalami berhimpitan nyaris celaka dengan jarak sekitar satu juta mil pada tahun 3044.

Namun, gak perlu khawatir, pergerakan planet dan komet dapat dihitung dengan sangat baik. Bahkan, jika posisinya sangat dekat dengan bumi, masih ada kemungkinan komet akan meleset dan gagal bertabrakan. 

Cara menyaksikan hujan meteor Perseid Agustus 2022

Hujan Meteor Perseid Agustus 2022, dari Mana Asalnya?ilustrasi hujan meteor (pexels.com/Oksana Shchegolkova)

Fenomena langit Perseid termasuk gugusan meteor yang bersinar paling terang. Alhasil, peristiwa satu ini seringkali bisa diamati dengan mata telanjang dari berbagai belahan dunia. Puncak hujan meteor Perseid tahun ini diperkirakan terjadi pada 13-14 Agustus 2022. 

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Intensitasnya pun cukup tinggi, berkisar antara 56 meteor per jam di Kupang, lalu93 meteor per jam di Sabang.

Puncak guguran utama meteor terjadi pada 13 Agustus pukul 08.26 WIB atau 09.26 WITA atau 10.26 WIT. Karena saat itu matahari di Indonesia sudah terbit, kita gak bisa menikmati waktu puncak hujan meteornya. Satu-satunya wilayah dunia yang mendapatkan kesempatan ini adalah Kota Parnu di Estonia.

Meski bukan momen puncak, kamu tetap bisa menikmati fenomena langit ini dari rumah. Andi Pangerang menuturkan hujan meteor mungkin akan dimulai pukul 23.30 waktu setempat. Adapun wilayah Indonesia belahan selatan, paling lambat dapat mengamati hujan meteor pukul 00.30 waktu setempat.

Sayangnya, hujan meteor Perseid Agustus 2022 terjadi beriringan dengan puncak supermoon Sturgeon Moon. Walau begitu, ada kemungkinan keduanya gak saling memengaruhi, karena cahaya hujan meteor cukup berkilau. Meski begitu, kamu mungkin memerlukan tempat lebih gelap agar bisa mengamati fenomena langit satu ini. 

Ada kemungkinan hujan meteor Perseid Agustus 2022 gak bisa seterang tahun-tahun sebelumnya, karena tertutup cahaya supermoon. Namun, tetap ada kemungkinan untuk bisa dilihat, kok. 

Baca Juga: Fakta Sturgeon Moon, Supermoon Terakhir Tahun 2022

Topic:

  • Laili Zain
  • Lea Lyliana
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya