Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan sejak pertengahan 2026 mengisahkan banyak cerita pilu, duka, dan rumit. Dampaknya mulai dari makin luasnya wilayah yang mengalami karhutla, dampak saat dan setelah karhutla terhadap aktivitas manusia, sampai berbagai analisis ahli maupun media yang coba memecahkan penyebab karhutla di Kalimantan. Fenomena yang satu ini jelas tak hanya merugikan manusia, tetapi juga berbagai jenis makhluk hidup yang tinggal di sana, termasuk hewan.
Tak terhitung berapa banyak hewan yang melarikan diri dari habitat alami maupun terpanggang hidup-hidup akibat terjebak kebakaran yang semakin meluas. Mirisnya lagi, ada pula berbagai mamalia endemik Kalimantan yang turut terdampak, padahal keberadaan mereka jelas sangat penting bagi ekosistem maupun citra Pulau Kalimantan sebagai salah satu paru-paru dunia. Malahan, mayoritas hewan endemik itu sebenarnya sudah masuk dalam kategori hewan terancam punah karena populasi mereka terus menipis dari tahun ke tahun.
Siapa saja mamalia endemik yang dimaksud? Lalu, seperti apa dampak dari karhutla yang sedang terjadi terhadap keberlanjutan hidup mereka ke depannya? Untuk mengetahui jawaban lengkapnya, yuk, langsung gulirkan layarmu ke bawah!
