Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mirip Rambut Donald Trump, Ini 6 Fakta Menarik tentang Trumpapillar

Mirip Rambut Donald Trump, Ini 6 Fakta Menarik tentang Trumpapillar
nypost.com
Share Article

Coba kamu perhatikan gambar di atas. Apa yang terlintas di benakmu? Rambut palsu? Kumis palsu? Sayang sekali, semua jawabannya salah. Itu sebenarnya adalah seekor ulat. Bagi kamu yang belum percaya, mari berkenalan dulu sama trumpapillar. Ulat kecil ini punya penampilan unik karena mirip sekali dengan rambut Donald Trump.

Akan tetapi, jangan samakan trumpapillar dengan ulat pada umumnya. Karena, di balik bulu-bulu tebalnya, ada bisa yang cukup mematikan, lho. Penasaran, kan? Mari kita cari tahu lebih tentang trumpapillar di bagian berikut ini!

1. Punya banyak nama

the-scientist.com
the-scientist.com

Trumpapillar pertama kali diperkenalkan oleh J.E. Smith pada tahun 1797. Namun, yang sebenarnya Smith teliti adalah wujud dewasa dari ulat tersebut, yakni Phalaena opercularis alias "waved yellow egger moth". Yup, nantinya trumpapillar bakal bermetamorfosis menjadi seekor ngengat.

Selain itu, ia juga memiliki banyak panggilan, yakni puss caterpillar (ulat kucing), Italian asp (ular beracun Italia), possum bug (serangga possum), perrito (anak anjing), dan wooly Slug (siput berbulu).

2. Bisa ditemukan hampir di seluruh Benua Amerika

nationalgeographic.com
nationalgeographic.com

Habitat dari si ulat kucing ini hampir tersebar di seluruh benua Amerika, mulai dari New Jersey, Maryland, Florida, Arkansas, Missouri, Texas, bahkan sampai ke bagian selatan benua Amerika, yaitu di Hutan Amazon dan Hutan Hujan Costa Rica.

Sementara itu, trumpapillar cukup mudah ditemukan di Florida, namun populasi terbanyak dapat dijumpai di negara bagian Texas.

3. Bakal menjadi seekor ngengat

insider.com
insider.com

Ulat yang memiliki nama ilmiah Megalopyge opercularis ini juga mengalami metamorfosis sempurna layaknya larva ngengat umumnya. Biasanya, telur-telur trumpapillar akan menetas di sekitar musim gugur. Dalam wujud larva, trumpapillar bakal menghabiskan seluruh waktunya memakan dedaunan. Semakin beranjak dewasa, bulu-bulu yang ada pada tubuhnya akan menjadi semakin lebat.

Selanjutnya, fase pupa akan berlangsung selama musim dingin. Biasanya, kepompongnya bisa ditemukan di area batang ataupun dahan pohon inang. Di fase terakhir, trumpapillar akan berubah menjadi seekor ngengat yang indah di akhir musim semi ataupun di awal musim panas.

4. Mirip rambut Donald Trump

express.co.uk
express.co.uk

Daya tarik utama dari trumpapillar pastinya adalah bulu kuning tebalnya. Bukan cuma kuning aja, ada juga trumpapillar yang berwarna abu-abu, cokelat-kemerahan, ataupun campuran warna-warna tadi. Di samping itu, panjang tubuhnya secara umum berkisar antara 2,5—3.8 cm dengan 7 pasang prolegs. Akan tetapi, merujuk kepada laman Live Science, tidak jarang juga ditemukan yang berukuran 6 cm.

Meskipun mirip seperti kumis berjalan, ada sesuatu yang mengerikan bersembunyi di balik bulu-bulu panjangnya itu, lho. Cek poin selanjutnya!

5. Memiliki bulu-bulu tebal yang berbisa

tampabay.com
tampabay.com

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, di balik bulu-bulu ngejreng-nya, tersembunyi 6 deret duri-duri halus yang terhubung langsung dengan kelenjar racun. Belum ada kejelasan mengenai racun yang dihasilkan, namun ditemukan kandungan protein yang berasal dari endapan 75% Amonium Sulfat jenuh. Kelebihan ini lantas dimanfaatkan oleh trumpapillar sebagai mekanisme pertahanan diri.

Apabila bulu-bulunya tersentuh kulit manusia, melansir laman Insects in the City, ada beberapa efek serius yang bisa langsung dirasakan, seperti muncul bintik-bintik merah di tempat sengatan, sakit kepala, demam, mual, kejang otot, dll. Bahkan, pada tahun 1921, sekolah-sekolah di San Antonio ditutup untuk sementara waktu dikarenakan serangan trumpapillar. Wah, ngeri banget, ya?

6. Pertolongan pertama saat tersengat trumpapillar

unsplash.com/Claudio Schwarz
unsplash.com/Claudio Schwarz

Biasanya, kaki, tangan, dan lengan adalah tempat yang paling umum terkena sengatan. Mengutip laman Nature's Poison dan Texas A&M Agrilife Extension, berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang perlu dilakukan saat tersengat trumpapillar:

  • Jika terdapat bulu halusnya yang masih tertancap di kulit, gunakan isolasi tape untuk menghilangkannya.
  • Untuk mengurangi sensasi gatal/terbakar pada kulit, letakkan es batu atau oleskan krim hydrocortisone di bagian yang tersengat.
  • Selain itu, kamu bisa meminum antihistamin untuk membantu meredakan sensasi gatal dan terbakar.
  • Minum methylprednisolone apabila terjadi peradangan dan benzodiazepin untuk menenangkan saraf.
  • Apabila langkah-langkah sebelumnya tidak memberikan efek atau malah membuat gejala semakin parah, segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Rasa sakit yang ditimbulkan dari kontak langsung dengan bulu trumpapillar pada umumnya akan otomatis mereda dalam waktu satu jam. Selain itu, belum ada juga kasus kematian yang disebabkan oleh racun dari bulu-bulunya. Kendati demikian, ada baiknya kita selalu melakukan pencegahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Meskipun trumpapillar lucu dan menggemaskan, setelah membaca faktanya di atas kamu jadi tahu kalau sebenarnya dia berbisa. Jadi, kalau kamu gak sengaja berpapasan dengan si ulat kucing, jangan sekali-kali coba pegang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan

Related Articles

See More

5 Fakta Lesser Purple Fringed Orchid, Anggrek Rawa Berwarna Ungu Cerah

28 Mei 2026, 20:49 WIBScience